0

Mo Salah Sudah Lamban, Disarankan Tinggalkan Liverpool Sebelum Jadi Beban

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Mohamed Salah, ikon Liverpool yang telah mengukir banyak prestasi gemilang, kini dihadapkan pada periode krusial dalam kariernya. Periode ini menghadirkan rekomendasi mengejutkan dari mantan pemain Tottenham Hotspur, Rafael Van der Vaart, yang menyarankan agar Salah segera meninggalkan Anfield. Saran ini datang seiring dengan penurunan performa yang ditunjukkan Salah, yang berpotensi menjadi beban bagi tim. Van der Vaart berpendapat bahwa kepergian "Si Raja Mesir" ini dapat menjadi solusi win-win bagi kedua belah pihak, memungkinkan Salah untuk menemukan babak baru dalam kariernya, sekaligus memberikan ruang bagi Liverpool untuk berevolusi.

Musim Liga Inggris 2025/2026 tercatat sebagai salah satu musim terberat bagi Mohamed Salah bersama Liverpool. Untuk pertama kalinya dalam kariernya di Premier League, ia mengalami rentetan sembilan pertandingan tanpa mencetak gol. Catatan gol terakhirnya di liga terjadi pada pertandingan melawan Aston Villa pada tanggal 2 November 2025, di mana Liverpool berhasil meraih kemenangan 2-0. Setelah momen tersebut, pemain berusia 33 tahun ini mengalami masa paceklik gol yang cukup panjang, berlangsung selama lebih dari tiga bulan. Penurunan produktivitas ini tentu saja memengaruhi performa tim secara keseluruhan.

Melempemnya performa Mohamed Salah memiliki dampak yang signifikan terhadap kiprah Liverpool di musim ini. Pasukan yang kini dilatih oleh Arne Slot tersebut harus tersingkir dari persaingan memperebutkan gelar juara Liga Inggris. Posisi mereka di klasemen pun merosot, kini berada di urutan keenam dengan mengoleksi 45 poin. Ketergantungan pada kontribusi gol dan assist dari pemain bintang seperti Salah menjadi semakin terasa ketika ia tidak berada dalam performa terbaiknya. Hal ini membuka diskusi mengenai pentingnya rotasi pemain dan strategi jangka panjang yang tidak hanya bertumpu pada satu atau dua pemain kunci.

Performa yang menurun dari Mohamed Salah ini tak luput dari perhatian para pengamat sepak bola, salah satunya adalah Rafael Van der Vaart. Mantan pemain Tottenham Hotspur ini secara terbuka menyampaikan pandangannya bahwa Salah mulai menunjukkan tanda-tanda kelambanan akibat faktor usia. Menurut Van der Vaart, kelincahan dan kecepatan yang menjadi ciri khas Salah di masa lalu kini mulai terkikis, sehingga menyulitkannya untuk memberikan kontribusi maksimal bagi Liverpool di level tertinggi. Ia membandingkan situasi Salah dengan bek seperti Virgil van Dijk, di mana faktor usia terkadang tidak sepenting posisi bermainnya.

Van der Vaart bahkan lebih jauh menyarankan agar Salah mempertimbangkan untuk meninggalkan Liverpool. Ia melihat langkah ini sebagai kesempatan bagi pemain lain yang lebih muda dan lebih segar untuk unjuk gigi. Menurutnya, hal ini akan lebih bermanfaat bagi perkembangan tim secara keseluruhan, dibandingkan dengan memaksakan diri untuk terus menjadi starter padahal performanya sudah tidak seoptimal dulu. Keberadaan pemain dengan nama besar seperti Salah, menurut Van der Vaart, terkadang bisa menjadi bumerang, baik bagi pemain itu sendiri maupun bagi pelatih.

"Ketika saya melihat Mohamed Salah dan posisi yang dia mainkan di lapangan, dia telah kehilangan kecepatan dan kelincahannya seiring bertambahnya usia. Jika Anda melihat Virgil van Dijk, usia kurang penting bagi seorang bek," ujar Van der Vaart, sebagaimana dilansir dari Daily Star. Pernyataan ini menyoroti perbedaan kebutuhan fisik antara pemain menyerang yang mengandalkan kecepatan dengan pemain bertahan yang lebih mengandalkan positioning dan kekuatan fisik. Bagi penyerang, penurunan kecepatan bisa berakibat fatal terhadap efektivitasnya.

Lebih lanjut, Van der Vaart menjelaskan kompleksitas yang timbul ketika seorang pemain bintang dengan nama besar seperti Salah mengalami penurunan performa. "Memiliki pemain besar dan nama besar (seperti Salah) terkadang menjadi masalah bagi pemain dan pelatih. Ketika Anda mengharapkan hal-hal tertentu darinya sebagai pelatih dan dia tidak melakukannya, maka tentu saja Anda berhak untuk menempatkannya di bangku cadangan," tambahnya. Ia menyadari bahwa keputusan untuk mencadangkan pemain sekaliber Salah bukanlah perkara mudah.

"Namun karena ini adalah Mohamed Salah, itu dapat menyebabkan masalah besar – di setiap konferensi pers, setiap pertanyaan akan tertuju pada Salah. Akan lebih baik bagi kedua belah pihak jika Salah pindah ke klub lain di musim panas," tegas Van der Vaart. Ia melihat bahwa tekanan media dan ekspektasi publik yang selalu tertuju pada Salah dapat menciptakan situasi yang tidak kondusif. Dengan pindah ke klub lain, Salah bisa mendapatkan kesempatan untuk memulai kembali, menemukan kembali performa terbaiknya di lingkungan yang mungkin berbeda, sementara Liverpool dapat mengalihkan fokus dan sumber daya mereka untuk membangun skuad yang lebih berorientasi masa depan.

Kontrak Mohamed Salah bersama Liverpool sendiri masih berlaku hingga tahun 2027. Ia telah menjadi bagian integral dari skuad The Reds sejak bergabung dari AS Roma pada tahun 2017. Selama periode tersebut, Salah telah memberikan kontribusi yang luar biasa, memecahkan berbagai rekor gol dan membawa Liverpool meraih sejumlah trofi bergengsi, termasuk Liga Champions dan Premier League. Namun, seiring berjalannya waktu, dinamika sepak bola selalu berubah. Munculnya pemain-pemain muda berbakat dan kebutuhan tim untuk terus beradaptasi dengan tantangan baru, membuat setiap pemain perlu dievaluasi kontribusinya secara objektif.

Analisis Van der Vaart ini tentu menimbulkan perdebatan di kalangan penggemar Liverpool. Di satu sisi, banyak yang menghargai kontribusi besar Salah dan berharap ia dapat bangkit dari keterpurukannya. Di sisi lain, ada pula yang setuju dengan pandangan bahwa tim perlu memikirkan regenerasi dan tidak terpaku pada pemain yang sudah memasuki usia senja. Keputusan akhir tentu berada di tangan manajemen klub dan sang pemain sendiri. Namun, saran dari sosok yang memiliki pengalaman di level tertinggi seperti Van der Vaart patut menjadi pertimbangan serius dalam merencanakan masa depan Liverpool.

Faktor usia memang menjadi salah satu pertimbangan krusial dalam karier seorang pesepak bola. Penurunan stamina, kecepatan, dan daya tahan fisik adalah hal yang wajar terjadi seiring bertambahnya usia. Bagi pemain yang bermain di posisi yang sangat mengandalkan kecepatan dan kelincahan seperti penyerang sayap, dampak usia bisa terasa lebih cepat. Mohamed Salah, dengan gaya bermainnya yang eksplosif, mau tidak mau harus menghadapi realitas ini.

Selain faktor fisik, ada pula aspek psikologis dan taktis yang perlu dipertimbangkan. Ketika seorang pemain tidak lagi menjadi pilihan utama atau performanya menurun, hal itu bisa memengaruhi kepercayaan diri dan motivasinya. Bagi pelatih, mengelola ego dan ekspektasi pemain bintang yang tidak lagi menjadi starter adalah tugas yang menantang. Van der Vaart tampaknya menyadari bahwa menempatkan Salah di bangku cadangan, meskipun mungkin diperlukan dari sudut pandang taktis, bisa memicu gejolak di ruang ganti dan di media.

Oleh karena itu, gagasan tentang "solusi win-win" menjadi relevan. Jika Salah merasa kesulitan untuk memberikan kontribusi maksimal di Liverpool, dan Liverpool membutuhkan penyegaran serta investasi pada pemain muda, maka kepindahan bisa menjadi jalan keluar terbaik. Salah bisa menemukan klub di mana ia masih menjadi pemain kunci dan mendapatkan waktu bermain yang cukup, sekaligus memberikan Liverpool kesempatan untuk mendapatkan dana transfer yang bisa digunakan untuk memperkuat tim dengan talenta baru.

Perjalanan Mohamed Salah di Liverpool telah menjadi kisah sukses yang luar biasa. Namun, seperti halnya setiap babak dalam kehidupan, ada saatnya sebuah era harus berakhir. Saran dari Van der Vaart, meskipun terdengar drastis, mungkin merupakan cerminan dari realitas yang dihadapi Liverpool dan Salah saat ini. Keputusan strategis yang diambil di musim panas mendatang akan sangat menentukan arah Liverpool dalam beberapa tahun ke depan, dan apakah Mohamed Salah akan menjadi bagian dari rencana tersebut, atau memulai petualangan baru di tempat lain.