BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Changan Deepal S07 hadir di pasar otomotif Indonesia dengan sebuah keunikan yang cukup mencolok: minimnya tombol fisik di dalam kabin. Fenomena ini bukan tanpa alasan, melainkan merupakan cerminan dari filosofi desain modern dan strategi efisiensi yang diusung oleh Changan, sejalan dengan tren global pada kendaraan listrik.
Salah satu aspek yang paling mencuri perhatian saat memasuki interior Changan Deepal S07 adalah absennya deretan tombol fisik yang lazim ditemukan pada mobil konvensional. Hampir semua fungsi kontrol, mulai dari pengaturan sistem pendingin udara (AC), penyesuaian posisi kursi, pengoperasian wiper, hingga pengaturan kaca spion, terintegrasi secara digital melalui layar sentuh berukuran besar 15,6 inci yang mendominasi konsol tengah. Pendekatan ini bukan hanya tentang estetika minimalis, tetapi juga tentang menciptakan pengalaman berkendara yang lebih intuitif dan terpusat.
Lebih lanjut, Changan Deepal S07 juga membedakan diri dengan tidak menyertakan layar MID (Multi-Information Display) konvensional di balik kemudi. Seluruh informasi penting terkait kendaraan, seperti kecepatan, tingkat daya baterai, jangkauan, dan data navigasi, ditampilkan secara head-up melalui Head-up Display (HUD). Fery Nugroho, Technical Aftersales Changan Indonesia, menegaskan bahwa spesifikasi yang dihadirkan di Indonesia merupakan spesifikasi global, yang berarti konsumen Indonesia mendapatkan pengalaman yang sama dengan pasar utama Changan di Thailand dan China, di mana desain minimalis dengan minim tombol fisik sudah menjadi standar.
Meskipun terlihat serba digital, Changan tidak sepenuhnya mengabaikan aspek kemudahan akses. Fery menjelaskan bahwa untuk mengatasi potensi ketidakbiasaan pengguna terhadap minimnya tombol fisik, Changan Deepal S07 telah dilengkapi dengan fitur shortcut atau pintasan. Pengguna dapat mempersonalisasi tombol di sisi kiri kemudi, yang diidentifikasi dengan ikon "love-love", untuk menyimpan hingga empat fungsi pintasan favorit mereka. Proses pengaturannya pun cukup sederhana: tekan sebentar untuk mengaktifkan pintasan yang sudah diatur, dan tekan agak lama untuk masuk ke menu pengaturan pintasan tersebut, yang kemudian dapat diisi sesuai preferensi pengguna. Fleksibilitas ini bertujuan untuk mempercepat akses ke fungsi-fungsi yang paling sering digunakan tanpa perlu menavigasi menu yang rumit.

Fenomena minimnya tombol fisik ini memang bukan hal baru dalam industri otomotif, terutama pada kendaraan listrik (EV) modern. Tren ini mencerminkan pergeseran paradigma dalam desain interior mobil, di mana layar sentuh besar dan antarmuka digital menjadi pusat kendali. Head of Marketing Changan Indonesia, Ridjal Mulyadi, menyadari bahwa kebiasaan masyarakat Indonesia mungkin masih terfokus pada tombol fisik yang akrab. Namun, ia menekankan bahwa hal ini hanyalah masalah adaptasi. Seiring waktu, pengguna akan terbiasa dan bahkan menemukan kemudahan dalam mengoperasikan kendaraan dengan antarmuka digital yang terintegrasi. Buku panduan manual yang disediakan juga menjadi sumber daya penting bagi pemilik untuk mempelajari berbagai fungsi dan cara pengoperasiannya.
Ridjal lebih lanjut menjelaskan bahwa pengurangan tombol fisik pada mobil listrik merupakan konsekuensi logis dari sifat teknologi listrik itu sendiri dan tuntutan efisiensi. Mirip dengan bagaimana smartphone telah menggantikan banyak perangkat terpisah, mobil listrik juga mengadopsi prinsip yang sama. Penggunaan layar sentuh yang terintegrasi tidak hanya menyederhanakan desain interior dan mengurangi kerumitan komponen mekanis, tetapi juga berpotensi menurunkan biaya produksi secara keseluruhan. Selain itu, antarmuka digital memungkinkan pembaruan perangkat lunak yang lebih mudah, yang berarti fitur-fitur baru atau peningkatan fungsionalitas dapat ditambahkan dari waktu ke waktu tanpa perlu modifikasi perangkat keras.
"Jadi mobil elektrik, elektrik itu kan sebenarnya mengurangi penggunaan tombol fisik ya karena semua, kayak handphone aja kan, semua juga segi kepraktisan, dari biaya segala macem itu kan bisa dikurangin sebenarnya, untuk costnya," ujar Ridjal. Pernyataannya ini menggarisbawahi bahwa pengurangan tombol fisik bukan sekadar gaya, melainkan sebuah strategi holistik yang mencakup kepraktisan, efisiensi biaya, dan kemudahan perawatan.
Lebih jauh lagi, Ridjal menegaskan bahwa tren ini adalah bagian tak terhindarkan dari kemajuan teknologi dan evolusi selera pasar. "Jadi memang kita nggak bisa menghindari kemajuan teknologi, kemajuan tren ya. Memang itu sih kemungkinan yang menyebabkan kenapa mobil listrik itu mengurangi penggunaan tombol fisik," tambahnya. Hal ini mengindikasikan bahwa Changan Deepal S07 hadir sebagai representasi dari masa depan otomotif, di mana teknologi digital dan antarmuka yang cerdas akan semakin mendominasi pengalaman berkendara.
Meskipun mungkin memerlukan sedikit kurva belajar bagi sebagian konsumen, minimnya tombol fisik pada Changan Deepal S07 menawarkan pengalaman berkendara yang lebih modern, bersih, dan terintegrasi. Dengan fokus pada layar sentuh besar, head-up display, dan fitur pintasan yang dapat dipersonalisasi, Changan berusaha menciptakan keseimbangan antara inovasi teknologi dan kemudahan penggunaan. Keberanian Changan dalam mengadopsi desain minimalis ini mencerminkan keyakinan mereka terhadap arah perkembangan industri otomotif global dan komitmen untuk menyediakan kendaraan yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga canggih dan futuristik. Adaptasi terhadap perubahan ini menjadi kunci bagi konsumen untuk sepenuhnya menghargai dan memanfaatkan potensi penuh dari kendaraan listrik seperti Changan Deepal S07.

