BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Prestasi gemilang kembali diraih oleh pebulutangkis tunggal putra kebanggaan Indonesia, Mohammad Zaki Ubaidillah, yang akrab disapa Ubed. Pasca menyabet gelar juara bergengsi di ajang Thailand Masters 2026, sebuah turnamen level Super 300 yang baru saja usai, ranking dunia Ubed mengalami lonjakan signifikan. Ia berhasil merangkak naik enam anak tangga dan kini kokoh bertengger di peringkat 38 dunia. Pengumuman peringkat terbaru ini dirilis oleh Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) pada tanggal 3 Februari 2026, tak lama setelah gelaran Thailand Masters 2026 yang berakhir pada 1 Februari lalu. Lonjakan peringkat ini menjadi bukti nyata atas kerja keras dan dedikasi Ubed, sekaligus menjadi suntikan moral yang luar biasa bagi para atlet Merah Putih lainnya yang juga merasakan dampak positif dari raihan poin turnamen tersebut.
Kiprah Indonesia di Thailand Masters 2026 patut diacungi jempol. Tim Merah Putih menunjukkan dominasinya dengan berhasil meloloskan enam wakilnya ke babak final, sebuah pencapaian yang mengagumkan. Alhasil, Indonesia sukses membawa pulang empat gelar juara dan dua gelar runner-up, mengukuhkan posisinya sebagai salah satu kekuatan bulu tangkis dunia yang patut diperhitungkan. Di antara para juara, pasangan ganda putra non-Pelatnas, Bobby Setiabudi dan Melati Daeva Oktavianti, menampilkan performa yang sangat impresif sepanjang turnamen, meski akhirnya harus puas sebagai runner-up di sektor ganda campuran. Perjuangan mereka patut diapresiasi dan menjadi inspirasi bagi atlet-atlet independen lainnya.
Mohammad Zaki Ubaidillah, sang bintang tunggal putra, berhasil mengunci gelar juara setelah melalui pertandingan yang sangat sengit dan menegangkan melawan wakil tuan rumah, Panitchaphon Teeraratsakul. Dalam laga yang berlangsung hingga tiga gim tersebut, Ubed menunjukkan mental juara yang luar biasa dan akhirnya memenangkan pertandingan dengan skor 21-19, 20-22, dan 21-19. Kemenangan ini bukan hanya sekadar sebuah gelar turnamen, melainkan sebuah titik balik penting dalam perjalanan kariernya di dunia bulu tangkis profesional. Gelar Thailand Masters 2026 ini secara langsung memberikan kontribusi besar terhadap lonjakan peringkat dunianya, membawanya ke level yang lebih tinggi dan membuka peluang untuk menghadapi lawan-lawan yang lebih tangguh di masa depan. Peringkat 38 dunia ini merupakan pencapaian terbaik Ubed sejauh ini, menunjukkan progres yang luar biasa dari sebelumnya.
Di sektor ganda putra, pasangan andalan Indonesia, Leo Rolly Carnando dan Bagas Maulana, juga sukses mengukuhkan diri sebagai juara Thailand Masters 2026. Meskipun meraih gelar juara, posisi mereka di peringkat dunia relatif stabil, tetap berada di peringkat 16 dunia. Namun, yang patut dicatat adalah penambahan poin ranking yang signifikan bagi Leo/Bagas. Poin mereka bertambah dari 53.700 menjadi 56.850 poin, menunjukkan bahwa performa mereka semakin konsisten dan kompetitif di level internasional. Peningkatan poin ini menjadi modal berharga bagi mereka untuk terus bersaing di turnamen-turnamen yang lebih besar di masa mendatang, termasuk ajang Super Series dan Grand Prix.
Sementara itu, pasangan ganda putra lainnya, Raymond Indra dan Joaquin Nikolaus, juga menunjukkan peningkatan performa yang patut diapresiasi. Mereka berhasil naik satu tingkat di peringkat dunia, dari sebelumnya menempati peringkat 18 dunia, kini mereka merangsek ke peringkat 17 dengan koleksi poin sebanyak 54.930 poin. Peningkatan ini diraih setelah mereka berhasil mencapai babak final Thailand Masters 2026, meskipun akhirnya harus mengakui keunggulan rekan senegaranya, Leo/Bagas, dengan skor akhir 21-10 dan 21-17. Perjalanan Raymond/Joaquin di turnamen ini menunjukkan bahwa mereka adalah pasangan yang solid dan memiliki potensi besar untuk terus berkembang.
Sektor ganda putri Indonesia juga tak kalah bersinar. Duet Siti Fadia Silva Ramadhanti dan Amallia Cahya Pratiwi, atau yang akrab disapa Fadia/Tiwi, mencatatkan lonjakan peringkat yang sangat drastis. Mereka berhasil melesat puluhan peringkat setelah berhasil meraih gelar juara di turnamen level 300 ini untuk pertama kalinya sebagai pasangan. Prestasi ini menjadi awal yang sangat menjanjikan bagi duet yang baru saja dipasangkan pada awal tahun 2026. Keberhasilan ini menjadi penanda progres yang sangat signifikan dalam waktu singkat, mengingat sebelumnya Fadia/Tiwi sempat terhenti di babak perempat final Indonesia Masters. Keberhasilan mereka di Thailand Masters 2026 membuktikan bahwa chemistry dan kerjasama mereka di lapangan semakin terbangun dengan baik.
Dari sektor ganda campuran, pasangan Adnan Maulana dan Indah Cahya Sari Jamil juga turut menyumbangkan gelar juara untuk Indonesia di Thailand Masters 2026. Berkat kemenangan ini, mereka juga berhasil mendapatkan kenaikan peringkat yang cukup baik, yaitu tiga tingkat. Posisi mereka beranjak dari peringkat 21 dunia ke peringkat 18 dunia, dengan total koleksi poin sebanyak 49.320 poin. Pasangan ini menunjukkan konsistensi dan kemampuan yang terus meningkat, menjadikan mereka salah satu pasangan ganda campuran yang patut diperhitungkan dalam persaingan internasional.
Daftar peringkat BWF yang dirilis setiap minggunya selalu dinamis dan berpotensi mengalami perubahan dalam beberapa pekan ke depan. Perolehan poin dari berbagai turnamen akan terus memengaruhi posisi para atlet. Bagi Indonesia, momen keberhasilan di Thailand Masters 2026 ini menjadi momentum yang tepat untuk melanjutkan kiprah gemilang di ajang bergengsi lainnya. Tim Merah Putih langsung bergerak cepat dan bersiap untuk mengikuti ajang Badminton Asia Team Championship (BATC) 2026, yang akan berlangsung mulai tanggal 3 hingga 8 Februari. Turnamen beregu ini akan menjadi ujian penting bagi kekuatan tim bulu tangkis Indonesia secara keseluruhan dan kesempatan untuk mengumpulkan poin ranking tim.
Perjalanan Mohammad Zaki Ubaidillah di Thailand Masters 2026 menjadi sorotan utama. Kemenangan dramatisnya di partai final, ditambah dengan kenaikan peringkat yang impresif, semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu aset berharga di sektor tunggal putra Indonesia. Peringkat 38 dunia adalah batu loncatan penting baginya untuk terus mengukir prestasi yang lebih tinggi. Laga final yang berlangsung sengit melawan Teeraratsakul menunjukkan bahwa Ubed memiliki ketahanan mental dan kemampuan untuk bertarung hingga poin terakhir. Dukungan dari para penggemar bulu tangkis di tanah air tentu akan terus memberinya semangat untuk meraih mimpi-mimpi besarnya di dunia bulu tangkis.
Selain Ubed, kontribusi pasangan Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana dan Raymond Indra/Joaquin Nikolaus di sektor ganda putra juga patut diapresiasi. Keberhasilan mereka mencapai final dan meraih gelar juara menunjukkan kedalaman kekuatan Indonesia di sektor ini. Peningkatan poin ranking mereka menjadi indikator positif bagi perkembangan mereka sebagai pasangan. Begitu pula dengan Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amallia Cahya Pratiwi, yang membuktikan bahwa duet baru mereka sangat potensial. Kenaikan puluhan peringkat adalah bukti nyata dari performa luar biasa mereka di Thailand Masters 2026. Duet ini menjadi harapan baru di sektor ganda putri Indonesia.
Pasangan ganda campuran Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil juga tidak mau ketinggalan. Gelar juara yang mereka raih semakin memperkuat posisi mereka di jajaran ganda campuran dunia. Kenaikan tiga tingkat di peringkat dunia adalah hasil yang pantas mereka dapatkan atas kerja kerasnya. Dengan semakin banyaknya pasangan Indonesia yang meraih gelar dan meningkatkan peringkatnya, peta persaingan bulu tangkis dunia semakin memanas. BWF akan terus memantau perkembangan para atlet dan merilis peringkat terbaru secara berkala, sehingga setiap turnamen menjadi sangat penting untuk dimaksimalkan.
Antisipasi terhadap ajang Badminton Asia Team Championship (BATC) 2026 kini semakin tinggi. Dengan momentum positif dari Thailand Masters 2026, para atlet Indonesia diharapkan dapat tampil maksimal dan membawa pulang hasil terbaik. Turnamen beregu ini akan menjadi ajang pembuktian bagi kekuatan tim Indonesia secara keseluruhan, serta kesempatan bagi para pemain muda untuk menunjukkan potensinya di panggung internasional. Harapan besar disematkan pada seluruh kontingen Indonesia agar dapat mengharumkan nama bangsa di kancah Asia. Perjalanan para pebulutangkis Indonesia di tahun 2026 baru saja dimulai, dan optimisme untuk meraih lebih banyak prestasi semakin membuncah.
(mcy/krs)

