0

Mau Dibawa ke Mana Hubungan dengan Insanul Fahmi, Mawa?

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Pernikahan yang dibangun di atas fondasi kepercayaan kini terancam runtuh di tengah badai dugaan perzinaan dan perselingkuhan. Wardatina Mawa, yang akrab disapa Mawa, tengah berada di persimpangan jalan, belum membuat keputusan final mengenai nasib rumah tangganya dengan Insanul Fahmi. Meskipun masih tercatat sebagai istri sah, Mawa kini tengah berjuang untuk menata kembali hidupnya, fokus pada masa depan sang buah hati, sembari menempuh jalur hukum untuk mencari keadilan atas dugaan pengkhianatan yang dilakukannya. Keputusan untuk mengajukan gugatan cerai, menurut pengakuannya, akan diambil dalam waktu dekat, tepatnya setelah perayaan Idul Fitri, di tanah kelahirannya, Medan.

Keputusan Mawa untuk menunda gugatan perceraian hingga pasca-Lebaran bukanlah tanpa alasan. Ia membutuhkan waktu untuk memulihkan diri dari luka batin yang mendalam dan mengumpulkan kekuatan untuk menghadapi proses hukum yang tidak mudah. Saat ini, prioritas utamanya adalah memberikan stabilitas dan kasih sayang yang utuh kepada anaknya, memastikan bahwa masa depan sang buah hati tidak terpengaruh oleh gejolak rumah tangganya. "Sekarang saya fokus untuk kehidupan masa depan saya sama anak saya," ujar Mawa dengan nada tegas namun sarat kesedihan saat ditemui di Polda Metro Jaya pada Jumat (20/2/2026). Pernyataan ini menggarisbawahi betapa besar beban yang dipikulnya, berusaha melindungi anaknya dari dampak negatif perseteruan yang tengah dihadapinya.

Mawa menegaskan bahwa gugatan perceraian akan diajukan di Medan, kota di mana ia berasal dan memiliki akar keluarga yang kuat. Meskipun saat ini ia banyak beraktivitas di Jakarta, Mawa berencana untuk menyempatkan diri pulang ke Medan demi menyelesaikan urusan perceraiannya. Ia ingin memastikan bahwa proses hukum ini berjalan lancar dan sesuai dengan aturan yang berlaku di tempat tinggalnya. "Ya nanti kayaknya saya setelah pulang dari sini (Jakarta) saya mau ke Medan, itu saya bakalan urus perceraian," jelas Mawa. Keputusan ini menunjukkan tekadnya untuk menuntaskan permasalahan ini di lingkungan yang ia kenal baik, mencari dukungan dari keluarga dan kerabat terdekatnya.

Sebelum melangkah ke Medan, Mawa juga berencana untuk menyelesaikan segala urusan pekerjaan yang masih tertunda di Jakarta. Ia ingin meninggalkan semua tanggung jawab profesionalnya dengan baik sebelum memulai babak baru dalam hidupnya. Setelah semua pekerjaan beres, barulah Mawa akan segera bertolak ke Medan untuk secara resmi mengajukan gugatan perceraian terhadap Insanul Fahmi. "Iya saya ke Medan saya langsung (urus perceraian)," ungkapnya, menandakan kesiapannya untuk menghadapi proses hukum ini dengan penuh keyakinan. Langkah ini mencerminkan sikap Mawa yang ingin menyelesaikan segala sesuatu dengan rapi dan terstruktur, sebelum membuka lembaran baru.

Perjalanan pahit Mawa dimulai ketika ia mengetahui adanya dugaan hubungan terlarang antara suaminya, Insanul Fahmi, dengan Inara Rusli. Isu perzinaan dan perselingkuhan ini mencuat ke publik, menimbulkan kegaduhan dan spekulasi. Setelah isu ini ramai diperbincangkan, Insanul Fahmi justru mengakui bahwa ia telah menikahi Inara Rusli secara siri. Pengakuan ini semakin memperkeruh suasana dan menambah luka Mawa. Namun, meskipun suaminya telah mengakui pernikahan sirinya, Mawa tetap bergeming. Ia memilih untuk membawa masalah ini ke ranah hukum dengan membuat laporan di Polda Metro Jaya.

Keputusan Mawa untuk melaporkan dugaan perzinaan dan perselingkuhan ke pihak kepolisian menunjukkan bahwa ia tidak akan tinggal diam melihat rumah tangganya hancur akibat ulah suaminya. Ia ingin menegakkan keadilan dan meminta pertanggungjawaban atas perbuatan yang telah merenggut kebahagiaan keluarganya. Hingga saat ini, Mawa tetap teguh pada pendiriannya untuk menempuh jalur hukum. Ia percaya bahwa kebenaran akan terungkap dan keadilan akan diperolehnya melalui proses hukum yang berlaku. Langkah ini bukan hanya demi dirinya sendiri, tetapi juga sebagai bentuk pembelajaran bagi masyarakat luas mengenai pentingnya menjaga kesetiaan dalam pernikahan dan konsekuensi dari perbuatan yang melanggar norma-norma agama dan sosial.

Mawa kini tengah berjuang untuk membangun kembali hidupnya yang tergoncang. Dukungan dari keluarga, teman, dan publik diharapkan dapat memberikannya kekuatan untuk melewati masa sulit ini. Kisah Mawa menjadi pengingat bahwa di balik gemerlap kehidupan selebriti, tersimpan cerita-cerita pribadi yang penuh dengan drama dan perjuangan. Keputusan Mawa untuk menempuh jalur hukum dan fokus pada masa depan anaknya adalah bukti ketegaran seorang wanita yang berjuang demi keadilan dan kebahagiaan keluarganya. Perjalanan menuju perceraian mungkin akan panjang dan melelahkan, namun Mawa menunjukkan bahwa ia siap menghadapinya demi masa depan yang lebih baik bagi dirinya dan sang buah hati. Pertanyaan mengenai nasib rumah tangganya masih menggantung, namun satu hal yang pasti, Mawa sedang melangkah maju, berupaya bangkit dari keterpurukan dan menemukan kembali jalan menuju kebahagiaan.