BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Inul Daratista, sang ratu dangdut yang dikenal dengan gaya panggungnya yang energik dan bisnisnya yang menjulang, ternyata memiliki sisi kemanusiaan yang luar biasa. Ia telah menunjukkan konsistensi yang mengagumkan dalam rutinitasnya memberangkatkan orang-orang terdekat, karyawannya, bahkan para asisten rumah tangga (ART) untuk menunaikan ibadah Umrah dan Haji setiap tahunnya. Sebuah tindakan mulia yang bukan hanya sekadar pemberian materi, melainkan investasi spiritual yang tak ternilai harganya bagi penerimanya.
"Sudah ratusan, alhamdulillah. Hampir 300-an ya," ujar Inul Daratista dengan nada rendah hati saat ditemui awak media di Studio TransTV, kawasan Kapten P Tendean, Jakarta Selatan, pada Sabtu, 4 April 2026. Angka yang fantastis ini mencerminkan dedikasi dan komitmen Inul dalam berbagi rezeki lebih yang ia dapatkan. Bagi Inul, memberangkatkan seseorang ke Tanah Suci bukanlah beban, melainkan sebuah kebahagiaan tersendiri, sebuah bentuk rasa syukur atas limpahan karunia yang diberikan Tuhan kepadanya. Ia menganggap ini sebagai sebuah rutinitas yang telah terpatri dalam kehidupannya, sebuah cara untuk menyalurkan kebaikan dan keberkahan.
Alasan di balik pilihan Inul ini sangatlah mendalam. Ia memiliki pandangan yang berbeda mengenai arti sebuah hadiah. Berbeda dengan memberikan barang-barang mewah seperti televisi, mobil, atau bahkan sepeda, yang menurutnya hanya akan menjadi kenangan biasa yang bisa usang dimakan waktu atau berganti dengan teknologi yang lebih baru, pengalaman spiritual yang didapat dari ibadah Umrah atau Haji adalah sesuatu yang jauh lebih abadi. "Kalau kasih hadiah TV, mobil, atau sepeda, gitu kayaknya kenang-kenangan biasa. Namun, kalau umrah itu kan bisa seumur hidup, makanya saya selalu kasih hadiahnya gede dikit gak apa-apa, tapi kan itu menjadi kenangan seumur hidup," tuturnya dengan mantap. Pengalaman spiritual di Tanah Suci, melihat Ka’bah, berziarah ke makam Rasulullah, dan merasakan kekhusyukan ibadah, adalah sebuah anugerah yang akan membekas seumur hidup, membimbing langkah dan hati para penerimanya. Ini adalah kado terindah yang bisa diberikan, sebuah bekal rohani yang tak ternilai.
Kebijakan Inul dalam memilih siapa saja yang beruntung untuk diberangkatkan juga sangat menarik dan menunjukkan kepeduliannya yang tulus. Ia tidak hanya membatasi diri pada lingkaran keluarga dekat. Salah satu kebijakan yang paling menyentuh adalah pengakuannya bahwa sebagian besar ART-nya telah ia berangkatkan. "Bahkan ada ART juga hampir sebagian sudah aku berangkatin. Pokoknya kalau kalian di atas 5 tahun bekerja, aku pasti akan berangkatin," tegas Inul dengan nada bangga. Kebijakan ini menunjukkan bahwa Inul menghargai kesetiaan dan kerja keras para karyawannya. Ia melihat mereka bukan hanya sebagai pekerja, tetapi sebagai bagian dari keluarga besar yang layak mendapatkan kesempatan untuk meraih impian spiritual mereka. Lima tahun masa kerja menjadi tolok ukur yang jelas, memberikan harapan dan motivasi bagi para ART untuk terus memberikan yang terbaik.
Selain karyawan dan keluarga, Inul juga memiliki kepekaan untuk mencari sosok-sosok yang benar-benar mendambakan panggilan ke Tanah Suci, namun terkendala oleh biaya. Ia secara aktif mencari individu-individu yang memiliki niat tulus untuk beribadah, yang mungkin selama ini hanya bisa memimpikan kesempatan tersebut. Ini menunjukkan bahwa niat baik Inul tidak hanya sebatas memberikan hadiah, tetapi juga untuk memfasilitasi terwujudnya impian ibadah bagi mereka yang benar-benar membutuhkan dan menginginkannya. Ini adalah bentuk kepedulian sosial yang sangat berarti, membuka pintu surga bagi mereka yang mungkin tak pernah membayangkannya.
Rencana Inul untuk merayakan ulang tahun anaknya dengan berangkat Umrah bersama keluarga tahun ini memang harus tertunda. Namun, ia dengan sigap dan tanpa ragu mengalihkan fokusnya. "Tahun ini, Inul berencana berangkat umrah bersama keluarga untuk merayakan ulang tahun anaknya. Namun, karena konflik di Timur Tengah ia terpaksa membatalkan keberangkatan pribadinya. Meski begitu, niatnya untuk memberangkatkan orang lain tetap jalan," demikian disebutkan dalam berita. Keputusan ini menunjukkan betapa kuatnya komitmen Inul terhadap niat baiknya, bahkan ketika rencana pribadinya harus diubah. Ia tidak membiarkan keadaan luar menghalanginya untuk terus menebar kebaikan. Justru, situasi tersebut semakin menguatkan tekadnya untuk terus memberangkatkan orang lain.
Bahkan di tengah kondisi yang kurang kondusif untuk perjalanan pribadi, beberapa orang yang ia biayai tetap dapat melanjutkan perjalanan mereka ke Tanah Suci. Hal ini membuktikan bahwa Inul telah mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang, termasuk mencari solusi dan alternatif agar niat baiknya tetap terlaksana. "Saat ini, beberapa orang yang ia biayai tetap berangkat ke Tanah Suci."
Lebih jauh lagi, Inul juga menunjukkan komitmennya yang luar biasa dalam ibadah Haji. Ia tidak hanya memfasilitasi Umrah, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk memberangkatkan dua orang untuk menunaikan ibadah Haji tahun ini. Perjalanan untuk mewujudkan impian Haji bagi dua orang ini telah ia urus sejak beberapa tahun lalu, sebuah bukti kesabaran dan ketekunan yang patut diacungi jempol. Ini bukan sekadar pemberian satu kali, melainkan sebuah proses panjang yang menunjukkan keseriusan dan dedikasinya dalam membantu orang lain memenuhi kewajiban agamanya. "Selain itu, ada dua orang yang dia biayai untuk berangkat haji tahun ini. Keberangkatan dua orang itu sudah Inul urus sejak beberapa tahun lalu," ungkap Inul Daratista dengan nada lega.
Kelegahan yang terpancar dari Inul saat menyampaikan hal ini sangatlah tulus. Ia merasa bahagia dan bersyukur dapat menuntaskan tanggung jawabnya. "Alhamdulillah yang umrah-umrah yang aku berangkatin sekarang mereka lagi di Madinah. Untuk haji, ada dua orang yang sudah aku selesaikan tanggung jawabnya," ungkap Inul Daratista lega. Pengalaman spiritual ini bukan hanya untuk penerimanya, tetapi juga menjadi sumber kebahagiaan dan ketenangan batin bagi Inul sendiri. Ia telah membuktikan bahwa rezeki yang berlimpah dapat disalurkan menjadi keberkahan yang luar biasa, tidak hanya bagi diri sendiri tetapi juga bagi orang lain.
Kisah Inul Daratista ini menjadi inspirasi bagi banyak orang. Ia mengajarkan bahwa kekayaan sejati bukan hanya tentang materi yang dimiliki, tetapi tentang bagaimana kekayaan tersebut dapat digunakan untuk menebar kebaikan dan keberkahan. Tindakannya memberangkatkan ratusan orang untuk Umrah dan Haji adalah bukti nyata dari keikhlasan dan kemurahan hati yang luar biasa. Pengalaman spiritual yang ia berikan kepada orang lain adalah hadiah yang tak ternilai, sebuah investasi akhirat yang akan terus mengalirkan pahala baginya. Inul Daratista telah menunjukkan bahwa menjadi seorang bintang besar tidak menghalanginya untuk tetap rendah hati dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi, menjadikannya sosok yang patut dicontoh di industri hiburan tanah air.

