BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Organisasi tertinggi sepakbola di dunia, FIFA, telah secara resmi mengumumkan daftar lengkap tuan rumah serta pembagian grup untuk FIFA Series 2026. Keputusan ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara tuan rumah, sebuah penunjukan yang menjadi bukti nyata kepercayaan sepakbola internasional terhadap kapasitas Indonesia dalam menyelenggarakan sebuah turnamen sepakbola berskala global. FIFA Series, yang pertama kali digelar pada tahun 2024, merupakan sebuah ajang yang diadakan dua tahun sekali, menghadirkan pertandingan persahabatan internasional antar negara dari berbagai konfederasi. Edisi FIFA Series 2026 akan menjadi lebih besar lagi, melibatkan 48 tim nasional yang terbagi ke dalam 12 grup, di mana setiap grup akan berisikan empat tim.
Meskipun terkesan sebagai rangkaian laga persahabatan, FIFA Series 2026 memiliki jadwal resmi dan format yang terstruktur dengan baik oleh FIFA. Setiap pertandingan yang dimainkan dalam ajang ini akan memberikan poin yang signifikan dan berdampak langsung pada pemeringkatan FIFA bagi seluruh tim yang berpartisipasi. Hal ini menunjukkan bahwa di balik kemasan "persahabatan," tersimpan potensi kompetitif yang akan mendorong performa para tim.
Tahun ini, delapan negara terpilih sebagai tuan rumah, dan Indonesia bangga menjadi salah satunya. FIFA Series 2026 Indonesia dijadwalkan akan berlangsung selama jeda internasional pada bulan Maret dan April di Jakarta. Tim nasional Indonesia akan berhadapan dengan tiga tim kuat dari konfederasi yang berbeda: Bulgaria dari UEFA, Kepulauan Solomon dari OFC, dan St. Kitts and Nevis dari CONCACAF. Keikutsertaan Indonesia dalam ajang ini tidak hanya terbatas pada sepakbola putra; FIFA Series 2026 juga akan menggelar pertandingan sepakbola putri. Namun, Indonesia tidak akan berpartisipasi dalam kategori sepakbola putri pada edisi kali ini.
Pertandingan antara Indonesia dan Bulgaria diprediksi akan menyajikan cerita menarik. Secara historis, Timnas Garuda belum pernah meraih kemenangan saat berhadapan dengan tim berjuluk "The Lions" tersebut. Dalam catatan pertemuan, Timnas Indonesia dan Bulgaria telah bertanding sebanyak dua kali. Pertemuan pertama terjadi pada Tur Timnas Bulgaria tahun 1959, dan yang kedua adalah pertandingan uji coba pada tahun 1973. Bulgaria sendiri merupakan tim dengan peringkat FIFA tertinggi (saat ini peringkat 87) di antara tim-tim yang akan berlaga di FIFA Series yang digelar di Indonesia.
Menariknya lagi, pelatih Timnas Bulgaria, Aleksandar Dimitrov, memiliki ikatan emosional dan pemahaman yang cukup mendalam mengenai kultur sepakbola Indonesia. Pengalamannya di Indonesia tidak hanya sebatas sebagai pelatih. Dimitrov pernah menjabat sebagai asisten pelatih Timnas Indonesia pada tahun 2007. Sebelum terjun ke dunia kepelatihan, ia juga pernah merasakan atmosfer kompetisi sepakbola Indonesia sebagai pemain bersama Persipura Jayapura dari tahun 2003 hingga 2005. Setelah pensiun sebagai pemain, ia melanjutkan karirnya sebagai asisten pelatih di Persipura, di bawah arahan pelatih asal Bulgaria, Ivan Kolev. "Saya menghabiskan tiga tahun yang indah di Indonesia. Di sana, sepakbola adalah agama. Latihan tim bisa disaksikan sekitar 5 ribu orang," ujar Dimitrov, seperti dikutip dari media Bulgaria, Topsport, yang dilansir oleh detikSport. Pernyataan ini mencerminkan betapa besarnya kecintaan masyarakat Indonesia terhadap sepakbola, sebuah fakta yang juga disadari oleh pelatih Timnas Indonesia saat ini.
Di sisi kepelatihan, Timnas Indonesia baru saja mengalami pergantian nakhoda. Setelah Patrick Kluivert tidak lagi menjabat, kursi kepelatihan kini diduduki oleh John Herdman. Mantan pelatih Timnas Kanada ini telah menyatakan pengakuannya terhadap besarnya antusiasme masyarakat Indonesia terhadap sepakbola, sebuah fakta yang ia anggap sebagai tanggung jawab besar yang harus diemban. "Terdapat 280 juta orang yang menikmati semangat petualangan itu. Ini adalah tanggung jawab besar," ucap Herdman dalam video perkenalannya di kanal YouTube Timnas Indonesia, ketika ditanya mengenai perasaannya melatih Timnas.
Federasi Sepakbola Indonesia (PSSI) memiliki target ambisius untuk John Herdman, yaitu membawa Timnas Garuda lolos ke Piala Dunia 2030. Untuk mewujudkan target tersebut, Herdman telah dikontrak selama dua tahun dengan opsi perpanjangan selama dua tahun berikutnya. Dengan rekam jejak dan pengalaman yang dimilikinya di kancah sepakbola internasional, John Herdman diharapkan mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Ajang FIFA Series 2026 ini menjadi salah satu dari serangkaian kompetisi penting di tahun ini, termasuk Piala AFF dan Asian Games, yang dapat menjadi panggung pembuktian bagi Herdman bersama Timnas Indonesia. Pertanyaan besar yang muncul adalah mengenai strategi yang akan diterapkan John Herdman dalam menghadapi FIFA Series bersama Timnas Indonesia, serta seberapa krusial ajang ini bagi persiapan jangka panjang Timnas. Pembahasan mendalam mengenai hal ini akan disajikan dalam segmen d’Hattrick.
Bergeser ke ranah lain, khususnya di Jawa Barat, program detikSore akan mengulas lebih dalam mengenai wacana tukar guling aset antara Bandara Kertajati dan Bandara Husein Sastranegara yang berlokasi di Bandung. Inisiatif tukar guling ini juga menjadi jawaban atas isu penjualan saham Bandara Kertajati yang sebelumnya dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menjelaskan bahwa skema tukar guling ini akan diajukan kepada pemerintah pusat. Dedi mengungkapkan keberatan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terhadap beban fiskal yang harus ditanggung dalam rangka menopang operasional Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. "Bukan saham BIJB Kertajati yang dilepas. Pemerintah pusat, dalam hal ini Pak Presiden, melihat ada beban fiskal APBD provinsi yang berat karena setiap tahun harus mengeluarkan biaya operasional," kata Dedi, sebagaimana dikutip dari detikJabar, pada hari Jumat, 23 Januari 2026.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memang telah memberikan sinyal kuat mengenai kemungkinan pelepasan kepemilikan saham di BIJB Kertajati. Langkah ini disebut-sebut sebagai upaya untuk mempercepat pengembangan bandara yang selama ini dianggap berjalan lambat dan justru membebani keuangan daerah. Detail lengkap mengenai rencana tukar guling aset kedua bandara tersebut akan dibahas secara tuntas bersama jurnalis detikJabar.
Menjelang petang nanti, detikSore juga akan mengupas tuntas tentang tren diet di tahun 2026. Penting untuk dicatat bahwa diet seringkali disalahartikan sebagai sekadar mengurangi porsi makan. Banyak individu yang secara otodidak memilih metode diet tertentu tanpa memahami sepenuhnya dampaknya terhadap kesehatan. Padahal, diet yang sehat seharusnya menekankan pada pengaturan pola makan yang seimbang, pemenuhan nutrisi yang memadai, serta penerapan gaya hidup sehat secara keseluruhan untuk mencapai berat badan ideal. Pertanyaan krusial yang akan dijawab adalah bagaimana cara memilih metode diet yang tidak hanya efektif menurunkan berat badan, tetapi juga menjaga kesehatan tubuh secara optimal. Pembahasan ini akan disajikan bersama ahli gizi Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes, jelang matahari terbenam.
Para pemirsa diundang untuk terus mengikuti ulasan mendalam mengenai berita-berita terkini dan hangat dari detikcom yang disiarkan secara langsung (live streaming) setiap Senin hingga Jumat, mulai pukul 15.30 hingga 18.00 WIB. Siaran ini dapat disaksikan melalui platform 20.detik.com dan TikTok detikcom. Jangan lewatkan pula analisis pergerakan pasar saham menjelang penutupan IHSG yang disajikan di awal acara. Interaksi aktif melalui kolom live chat yang tersedia juga sangat diharapkan.
Ingatlah, "Detik Sore, Nggak Cuma Hore-hore!"

