0

Liverpool vs Leeds Berakhir Imbang Tanpa Gol di Anfield

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Pertandingan lanjutan Liga Inggris antara Liverpool dan Leeds United di Anfield berakhir dengan skor kacamata 0-0, Jumat (2/1/2026) dini hari WIB. Hasil imbang ini membuat Liverpool tertahan di posisi keempat klasemen sementara dengan 33 poin, sementara Leeds United harus puas berada di urutan ke-16 dengan raihan 21 poin.

Pertandingan yang diprediksi akan berlangsung sengit ini justru menyajikan drama minim gol. Sejak awal laga, Leeds United menunjukkan inisiatif serangan. Peluang pertama datang pada menit kelima melalui sundulan Jaka Bijoldi yang masih mampu diantisipasi dengan baik oleh kiper Liverpool, Alisson Becker. Tak lama berselang, Liverpool membalas dengan dua peluang beruntun pada menit kesembilan melalui aksi Florian Wirtz dan Hugo Ekitike. Namun, kiper Leeds United, Lucas Perri, tampil sigap dan berhasil menggagalkan kedua upaya tersebut.

Meskipun mendominasi penguasaan bola, Liverpool nampak kesulitan menembus pertahanan rapat yang digalang oleh tim tamu. Alur serangan Liverpool kerap terhenti sebelum mencapai kotak penalti, atau gagal dikonversi menjadi ancaman nyata ke gawang lawan. Momentum Liverpool sempat hadir pada menit ke-32 ketika Hugo Ekitike berhasil menyambut umpan silang di mulut gawang. Sayangnya, sundulannya justru melebar dari sasaran, menyia-nyiakan peluang emas untuk membuka keunggulan.

Memasuki babak kedua, masalah penyelesaian akhir Liverpool semakin terlihat jelas. Tim asuhan Jurgen Klopp ini terus berupaya menciptakan peluang, namun eksekusi akhir mereka di depan gawang lawan masih menjadi pekerjaan rumah besar. Sejumlah umpan terobosan yang berbahaya kerap kali terbuang sia-sia di area vital pertahanan Leeds United. Minat Liverpool dalam membangun serangan dari lini tengah dan sayap tidak dibarengi dengan ketajaman di lini depan.

Para pemain Liverpool, termasuk gelandang-gelandang kreatif mereka seperti Wirtz dan Szoboszlai, terlihat frustrasi dalam upaya membongkar pertahanan Leeds. Pola serangan yang monoton dan kurangnya variasi taktik membuat Leeds United lebih mudah dalam mengantisipasi setiap pergerakan Liverpool. Konsistensi pertahanan Leeds yang digalang oleh Justin, Bornauw, Bijol, dan Struijk menjadi salah satu kunci keberhasilan mereka menahan gempuran Liverpool.

Di sisi lain, Leeds United sendiri tidak sepenuhnya pasif. Mereka mencoba memanfaatkan setiap celah yang ditinggalkan oleh Liverpool untuk melakukan serangan balik cepat. Namun, ketajaman lini serang mereka juga belum terlihat optimal. Pemain seperti Aaronson dan Nmecha terlihat berusaha keras, namun dukungan dari lini tengah yang dihuni oleh Ampadu dan Gruev belum mampu memberikan ancaman yang signifikan bagi pertahanan Liverpool yang dikomandoi oleh Van Dijk dan Konate.

Intensitas pertandingan cukup tinggi, namun minimnya gol membuat tensi laga sedikit menurun seiring berjalannya waktu. Kedua tim saling jual beli serangan, namun keberuntungan seolah enggan berpihak pada salah satu tim. Beberapa kali bola sempat bergulir di depan gawang, namun penyelamatan gemilang dari kedua kiper atau tiang gawang menjadi penyelamat. Alisson Becker, yang kembali dipercaya menjaga gawang Liverpool, beberapa kali melakukan penyelamatan krusial, begitu pula dengan Lucas Perri yang menunjukkan performa impresif.

Absennya beberapa pemain kunci Liverpool akibat cedera atau akumulasi kartu juga mungkin menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi performa tim. Namun, dengan kedalaman skuad yang dimiliki, hal ini seharusnya tidak menjadi alasan utama kegagalan mereka meraih poin penuh di kandang sendiri. Posisi keempat klasemen yang ditempati Liverpool saat ini masih cukup aman, namun hasil imbang ini tentu menjadi pukulan bagi ambisi mereka untuk bersaing di papan atas.

Sementara itu, Leeds United patut mendapatkan apresiasi atas performa mereka di Anfield. Berhasil menahan imbang tim sekelas Liverpool di kandang lawan adalah sebuah pencapaian yang tidak mudah. Hasil ini memberikan mereka modal berharga untuk terus berjuang keluar dari zona papan bawah. Pelatih Leeds United, yang kemungkinan besar menerapkan strategi bertahan yang solid, berhasil meredam kekuatan serangan Liverpool.

Perlu dicatat bahwa data susunan pemain yang disajikan dalam berita awal mungkin perlu diperkaya dengan informasi mengenai taktik yang diterapkan oleh kedua pelatih. Misalnya, apakah Liverpool menerapkan formasi menyerang penuh atau lebih berhati-hati, dan bagaimana Leeds United merespons dengan formasi bertahan atau justru melakukan serangan balik cepat. Selain itu, statistik pertandingan seperti jumlah tembakan, penguasaan bola, akurasi umpan, dan jumlah kartu yang dikeluarkan dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai jalannya laga.

Faktor kelelahan pemain pasca jadwal padat juga bisa menjadi pertimbangan dalam menganalisis performa kedua tim. Pertandingan di Liga Inggris seringkali menuntut stamina dan kondisi fisik prima dari setiap pemain. Kualitas individu pemain Liverpool, seperti kehadiran pemain muda berbakat seperti Bradley yang bermain sebagai bek, dan pemain berpengalaman seperti Van Dijk, seharusnya mampu memberikan kontribusi lebih. Namun, dalam laga ini, koordinasi tim secara keseluruhan nampak belum berjalan optimal.

Secara keseluruhan, pertandingan antara Liverpool dan Leeds United ini menjadi bukti bahwa dalam sepak bola, hasil akhir tidak selalu mencerminkan dominasi di atas lapangan. Leeds United berhasil menunjukkan bahwa mereka adalah tim yang tangguh dan mampu memberikan perlawanan sengit kepada tim-tim besar. Bagi Liverpool, hasil ini menjadi refleksi penting untuk segera melakukan evaluasi dan perbaikan, terutama dalam hal ketajaman lini serang dan efektivitas penyelesaian akhir, agar dapat kembali ke jalur kemenangan dalam pertandingan-pertandingan selanjutnya.

Susunan Pemain:

Liverpool: Alisson; Bradley, Konate, Van Dijk, Robertson; Gravenberch, Jones, Szoboszlai; Frimpong, Wirtz, Ekitike.

Leeds United: Lucas Perri; Justin, Bornauw, Bijol, Struijk, Gudmundsson; Ampadu, Gruev, Stach, Aaronson, Nmecha.

(ran/yna)