0

Liverpool Tak Boleh Ikuti Kesalahan MU: Ancaman Nyata Gagal Liga Champions dan Dilema Manajer yang Menanti

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Liverpool kini tengah berada di persimpangan jalan yang krusial. Ancaman serius untuk tergelincir dari zona Liga Champions musim depan semakin nyata menghantui The Reds, menyusul rentetan hasil yang mengecewakan belakangan ini. Tanpa kemenangan dalam lima pertandingan terakhirnya, dengan empat kali hasil imbang dan satu kekalahan, Liverpool kini tertahan di posisi keenam klasemen Liga Inggris dengan raihan 36 poin. Mereka tertinggal dua poin dari rival abadi Manchester United dan satu poin di belakang Chelsea, yang perlahan mulai menunjukkan taringnya kembali.

Meskipun secara matematis peluang untuk memperbaiki posisi masih terbuka lebar dengan tersisa 15 pertandingan, namun tren performa tim besutan Arne Slot ini patut menjadi perhatian serius. Jika tidak ada perbaikan signifikan dalam waktu dekat, kekhawatiran akan kegagalan menembus kasta tertinggi kompetisi Eropa akan semakin membesar. Situasi ini tentu saja kembali memicu pertanyaan mengenai masa depan Arne Slot sebagai nakhoda Liverpool. Terlebih lagi, setelah Xabi Alonso secara mengejutkan menyatakan akan meninggalkan Real Sociedad, namanya kembali santer dikaitkan dengan kursi manajer di Anfield.

Perlu diingat, Alonso sempat menjadi kandidat kuat untuk menggantikan Jurgen Klopp ketika sang pelatih asal Jerman memutuskan untuk undur diri. Namun, takdir berkata lain. Alonso memilih untuk berlabuh di Santiago Bernabeu, sementara Liverpool akhirnya menunjuk Slot sebagai suksesor Klopp. Kini, kesempatan untuk mendatangkan Alonso kembali terbuka lebar. Keputusan sepenuhnya berada di tangan manajemen Liverpool. Mereka harus segera merumuskan strategi yang matang, apakah akan tetap memberikan kepercayaan penuh kepada Slot, atau berani mengambil langkah drastis dengan mencoba merekrut Alonso. Tiket Liga Champions musim depan semestinya menjadi pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan krusial ini.

Jamie Carragher, mantan bek legendaris Liverpool, memberikan peringatan keras terkait potensi kesalahan yang bisa dilakukan klub. "Sesuatu yang tidak pernah ingin Anda lakukan, dan Manchester United telah melakukan kesalahan beberapa kali, adalah saat berpikir ‘Rasanya kita perlu ganti manajer, tapi tidak yakin 100%’ lalu sampai ke bulan Oktober dan berpikir lagi ‘Kita seharusnya menggantinya’," ujar Carragher dalam sebuah wawancara dengan The Athletic. Ia menambahkan, "Saya bahkan benci membicarakannya, karena saya mengagumi manajernya. Dia memenangkan liga buat kami, sepakbolanya menakjubkan, tapi ada banyak kritik dari para suporter Liverpool di luar sana."

Carragher melanjutkan analisisnya, "Kalau dia lolos ke Liga Champions dan kita melihat tanda-tanda progresi, melaju bagus di Piala FA atau Liga Champions, saya bisa bilang ‘Tidak, ini karena sebab kolektif. Para pemainnya tidak main seperti sebelumnya, manajernya sedang tidak menjalani musim yang terbaik, orang-orang di atasnya yang harus banyak bertanggung jawab’. Tapi kalau finis keenam, itu penurunan yang sangat besar. Akan sulit untuk membuat pembelaan atas hal itu."

Kritik Carragher merujuk pada pengalaman pahit yang pernah dialami oleh Manchester United. Setan Merah sempat menunda pemecatan Erik ten Hag pada musim panas 2024, namun akhirnya benar-benar mencopotnya pada bulan Oktober. Demikian pula dengan Ruben Amorim, yang sempat menuai kritik tajam setelah Sporting CP finis di posisi ke-15 Premier League, namun klub menegaskan kepercayaan mereka sebelum akhirnya memutuskan untuk memecatnya pada awal Januari. Kesalahan seperti inilah yang harus dihindari oleh Liverpool. Ketidakpastian dalam pengambilan keputusan terkait manajer dapat berujung pada musim yang terbuang sia-sia dan kehilangan arah.

Ancaman Liverpool untuk gagal finis di zona Liga Champions bukan hanya sekadar kekhawatiran semata. Beberapa faktor menunjukkan bahwa tim ini sedang mengalami penurunan performa yang signifikan. Faktor kelelahan pemain akibat jadwal padat, cedera yang menghampiri beberapa pemain kunci, serta adaptasi yang belum sepenuhnya optimal dari beberapa rekrutan baru bisa menjadi penyebabnya. Namun, di sisi lain, para pemain yang ada seharusnya memiliki kualitas yang cukup untuk bersaing memperebutkan tiket Liga Champions.

Spekulasi mengenai masa depan Arne Slot semakin menguat, terutama dengan kehadiran sosok Xabi Alonso yang kini berstatus free agent. Alonso telah membuktikan kapasitasnya sebagai pelatih yang mampu membawa Real Sociedad tampil impresif dan bermain sepak bola yang atraktif. Pengalamannya sebagai mantan pemain Liverpool juga menjadi nilai tambah tersendiri, yang bisa memudahkannya beradaptasi dengan lingkungan klub. Namun, keputusan untuk mengganti manajer bukanlah hal yang bisa diambil dengan gegabah. Perlu pertimbangan matang mengenai filosofi permainan yang diinginkan, potensi jangka panjang, serta dampak psikologis terhadap tim dan para pemain.

Liverpool harus belajar dari kesalahan yang pernah dilakukan oleh Manchester United. Ketidaktegasan dalam mengambil keputusan terkait manajer hanya akan memperburuk situasi. Jika memang ada keraguan terhadap kemampuan Arne Slot untuk membawa Liverpool kembali ke jalur yang benar, maka manajemen harus berani bertindak cepat dan tegas. Begitu pula sebaliknya, jika mereka masih memiliki keyakinan penuh terhadap Slot, maka perlu ada dukungan penuh dan waktu yang cukup agar sang pelatih dapat menerapkan strateginya.

Peran Xabi Alonso dalam potensi perombakan skuad juga patut dipertimbangkan. Gaya permainan Alonso yang cenderung menyerang dan mengandalkan penguasaan bola bisa jadi sangat cocok dengan DNA Liverpool. Namun, tantangan terbesarnya adalah bagaimana ia dapat mengintegrasikan pemain-pemain yang ada dan membangun tim yang solid dalam waktu singkat.

Pertandingan-pertandingan sisa Liga Inggris musim ini akan menjadi ujian berat bagi Liverpool. Setiap poin yang hilang dapat berakibat fatal dalam persaingan memperebutkan zona Liga Champions. Selain itu, performa di kompetisi lain seperti Liga Europa juga akan menjadi barometer sejauh mana Arne Slot mampu membawa tim ini meraih kesuksesan. Jika Liverpool benar-benar gagal mengamankan tiket Liga Champions, maka keputusan mengenai nasib Arne Slot akan semakin sulit dihindari.

Penting bagi manajemen Liverpool untuk tidak terjebak dalam dilema yang sama seperti Manchester United. Ketidakpastian dan keraguan yang berlarut-larut dapat merusak stabilitas tim dan kepercayaan diri para pemain. Keputusan yang tepat, diambil dengan cepat dan penuh keyakinan, akan menjadi kunci bagi Liverpool untuk bangkit dari keterpurukan dan kembali bersaing di level tertinggi. Masa depan Liverpool di kancah Eropa musim depan sangat bergantung pada keputusan strategis yang akan mereka ambil dalam beberapa bulan ke depan.