BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Hasil imbang yang mengejutkan melawan Leeds United di Anfield, Jumat (2/1/2026) dini hari WIB, seharusnya menjadi lonceng peringatan keras bagi Liverpool. Performa yang kurang mematikan di lini depan, meski mendominasi pertandingan, membuat klub berjuluk The Reds ini berisiko kehilangan tiket Liga Champions musim depan. Hasil seri 0-0 ini tidak hanya menggagalkan Liverpool untuk memangkas jarak dengan para pesaingnya, tetapi juga memberikan keuntungan bagi tim-tim di bawah mereka untuk mendekat.
Klub asuhan Arne Slot ini kini tertahan di peringkat keempat klasemen sementara Liga Inggris, berjarak enam poin dari Aston Villa yang berada di posisi ketiga. Perlu dicatat, Aston Villa sendiri baru saja menelan kekalahan dari Arsenal pada pekan ini, yang seharusnya menjadi kesempatan emas bagi Liverpool untuk memperkecil ketertinggalan. Kegagalan memanfaatkan momentum ini sangat merugikan, terlebih lagi Liverpool juga kehilangan peluang untuk menjauh dari kejaran Chelsea dan Manchester United yang berada di peringkat kelima dan keenam, hanya terpaut tiga poin.
Jamie Carragher, mantan bek legendaris Liverpool, secara terang-terangan menyatakan keprihatinannya terhadap situasi ini. Meskipun mengakui adanya peningkatan performa tim dalam beberapa laga terakhir, Carragher menekankan bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh Arne Slot dan anak asuhnya. "Saya bilang sebelum laga bahwa ini adalah kesempatan besar buat Liverpool, kalau Anda menimbang beberapa hasil pekan ini, sebut saja hasil Manchester United dan Chelsea," ujar Carragher, dikutip dari Football365. Ia menambahkan, "Seperti yang saya katakan sepanjang pertandingan, Liverpool memang dalam laju yang bagus, tapi performanya harus lebih baik di paruh kedua musim. Itu untuk memastikan Liverpool main di Liga Champions musim depan." Komentator Sky Sports itu tidak ragu untuk menyuarakan pandangannya, bahwa laju positif yang ditunjukkan Liverpool dalam delapan laga terakhir – dengan lima kemenangan dan tiga hasil imbang – belum cukup untuk menjamin keamanan posisi mereka di zona Liga Champions.
Analisis lebih mendalam terhadap pertandingan melawan Leeds United menunjukkan beberapa kelemahan yang perlu segera dibenahi. Meskipun penguasaan bola Liverpool mencapai angka yang mengesankan, serta jumlah umpan silang dan tembakan yang cukup banyak, efektivitas di depan gawang menjadi masalah krusial. Serangan-serangan yang dibangun terasa kurang bervariasi dan sering kali mentok di pertahanan rapat Leeds. Kurangnya ketajaman dari para penyerang, seperti Mohamed Salah, Darwin Núñez, dan Cody Gakpo, menjadi sorotan utama. Mereka terlihat kesulitan untuk menciptakan peluang bersih atau mengonversi peluang yang ada menjadi gol. Keran gol yang tersumbat ini, ditambah dengan pertahanan Leeds yang kokoh, akhirnya berujung pada hasil imbang tanpa gol yang menyakitkan.
Selain lini depan, lini tengah Liverpool juga perlu dievaluasi. Meskipun Alexis Mac Allister dan Dominik Szoboszlai berusaha keras untuk mendikte permainan, mereka sering kali kesulitan menembus blok pertahanan Leeds yang disiplin. Peran pemain sayap dalam memberikan suplai bola yang mematikan juga patut dipertanyakan. Banyak umpan silang yang kurang akurat atau mudah dipatahkan oleh lini belakang Leeds. Ketiadaan kreativitas dan terobosan dari lini kedua menjadi faktor lain yang membuat serangan Liverpool terlihat monoton.
Pertandingan melawan Leeds United ini juga menyoroti pentingnya kedalaman skuad. Cedera yang menimpa beberapa pemain kunci dapat menjadi pukulan telak bagi Liverpool. Dalam pertandingan ini, absennya beberapa pemain penting, atau belum optimalnya kondisi pemain lain, dapat memengaruhi kekuatan tim secara keseluruhan. Arne Slot perlu memastikan bahwa timnya memiliki alternatif yang mumpuni untuk mengisi posisi yang ditinggalkan pemain utama, baik karena cedera, akumulasi kartu, maupun rotasi.
Dalam konteks persaingan Liga Champions, setiap poin yang hilang menjadi sangat berharga. Liverpool harus belajar dari kesalahan ini dan segera melakukan perbaikan. Performa yang konsisten dan mematikan di lini depan adalah kunci utama untuk mengamankan tiket ke kompetisi paling bergengsi di Eropa tersebut.
Beberapa langkah strategis yang bisa diambil oleh Liverpool antara lain:
-
Meningkatkan Efektivitas Lini Depan: Arne Slot perlu bekerja keras dengan para penyerangnya untuk meningkatkan ketajaman dan naluri mencetak gol. Latihan finishing yang intensif, serta strategi serangan yang lebih variatif, sangat dibutuhkan. Analisis video terhadap kelemahan pertahanan lawan dan cara mengeksploitasinya juga bisa menjadi solusi.
-
Memperkuat Kreativitas Lini Tengah: Peran gelandang serang atau pemain yang memiliki kemampuan dribbling dan visi bermain yang baik sangat dibutuhkan untuk membuka pertahanan lawan. Liverpool perlu mencari cara untuk memberikan lebih banyak suplai bola berkualitas kepada lini depan.
-
Evaluasi Taktik dan Formasi: Arne Slot perlu melakukan evaluasi mendalam terhadap taktik dan formasi yang digunakan. Apakah formasi yang diterapkan sudah efektif dalam menghadapi berbagai jenis lawan? Apakah ada kebutuhan untuk melakukan perubahan taktik di tengah pertandingan untuk memberikan kejutan bagi lawan?
-
Manajemen Skuad yang Bijak: Dengan jadwal pertandingan yang padat, manajemen skuad menjadi sangat krusial. Rotasi pemain perlu dilakukan secara cerdas untuk menjaga kebugaran fisik dan mental para pemain, sekaligus memberikan kesempatan kepada pemain cadangan untuk menunjukkan kualitasnya.
-
Perkuat Mentalitas Juara: Hasil imbang melawan tim yang dianggap lebih lemah seperti Leeds United bisa mengikis kepercayaan diri tim. Liverpool harus segera bangkit dan menunjukkan mentalitas juara mereka. Mereka harus kembali menemukan determinasi dan semangat juang yang selama ini menjadi ciri khas mereka.
Jamie Carragher benar ketika mengatakan bahwa performa Liverpool harus lebih baik di paruh kedua musim. Kegagalan untuk mengamankan tiga poin melawan Leeds United adalah sebuah peringatan. Jika Liverpool ingin kembali berkompetisi di Liga Champions musim depan, mereka harus segera berbenah dan menunjukkan performa yang konsisten dan mematikan di setiap pertandingan yang tersisa. Kegagalan untuk beradaptasi dan memperbaiki kelemahan akan berakibat fatal pada ambisi mereka untuk berlaga di kasta tertinggi sepak bola Eropa. Tekanan akan semakin besar, dan setiap pertandingan akan terasa seperti final. Liverpool harus segera menunjukkan bahwa mereka adalah tim yang layak diperhitungkan dan mampu bangkit dari hasil yang mengecewakan ini.
