Lintasarta kembali menegaskan posisinya sebagai mitra strategis yang krusial dalam akselerasi transformasi digital nasional, dengan sukses menjaga keandalan dan stabilitas layanan telekomunikasi serta teknologi informasi sepanjang periode libur panjang Idulfitri 2026. Dengan mengusung semangat "Empowering Beyond" dan memanfaatkan kapabilitas canggih dari "Beyond AI Factory" yang merupakan inisiatif dari Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) Group, Lintasarta secara proaktif melakukan penguatan signifikan pada infrastruktur jaringannya yang kini semakin terintegrasi dengan kecerdasan artifisial (AI). Selain itu, kesiapan operasional 24/7 di seluruh wilayah Indonesia menjadi kunci utama dalam menghadapi lonjakan trafik digital yang masif selama momen Lebaran.
Sebelum periode Ramadan hingga Lebaran tiba, Lintasarta telah memproyeksikan adanya peningkatan signifikan pada trafik digital. Proyeksi ini didasarkan pada analisis historis dan tren aktivitas masyarakat serta industri yang cenderung meningkat drastis di momen tersebut, mulai dari transaksi perbankan, aktivitas e-commerce, komunikasi digital, hingga penggunaan layanan publik secara online. Untuk mengantisipasi potensi beban berlebih pada jaringan dan memastikan pengalaman pengguna tetap optimal, Lintasarta mengambil serangkaian langkah strategis dan komprehensif.
Langkah-langkah tersebut meliputi optimalisasi kapasitas jaringan secara menyeluruh, memastikan bahwa setiap segmen jaringan memiliki bandwidth yang memadai untuk menampung lonjakan trafik. Lebih lanjut, perusahaan melakukan penguatan sistem monitoring berbasis AI yang memungkinkan deteksi dini terhadap anomali atau potensi gangguan sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar. Pusat Operasi Jaringan (Network Operation Center/NOC) Lintasarta juga disiagakan penuh, beroperasi 24 jam sehari, 7 hari seminggu, didukung oleh tim operasional yang tersebar di seluruh Indonesia. Pendekatan proaktif ini tidak hanya memungkinkan deteksi dini yang akurat tetapi juga memastikan respons yang cepat dan terkoordinasi dalam setiap situasi, meminimalkan waktu henti layanan dan dampak terhadap pelanggan.
Sepanjang periode Lebaran 2026, Lintasarta mencatat peningkatan trafik yang sangat signifikan pada berbagai layanan jaringan komunikasi data. Peningkatan ini tidak hanya terjadi pada sektor konsumer, tetapi juga pada sektor-sektor strategis seperti perbankan, yang mencakup transaksi digital dan operasional ATM; transportasi, dengan peningkatan pemesanan tiket online dan sistem informasi perjalanan; ritel dan distribusi, yang didorong oleh lonjakan transaksi e-commerce dan rantai pasok; hingga layanan publik, seperti sistem administrasi kependudukan dan layanan kesehatan online. Di tengah lonjakan permintaan yang luar biasa ini, Lintasarta berhasil menjaga kualitas layanan tetap stabil, andal, dan tanpa kendala berarti, menegaskan komitmennya terhadap kontinuitas operasional bisnis dan masyarakat.
Salah satu capaian paling menonjol selama periode ini adalah peningkatan kecepatan penanganan gangguan yang mencatat lompatan hampir 60% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kecepatan respons dan pemulihan yang drastis ini adalah buah dari integrasi AI yang mendalam dalam operasional Lintasarta. Sistem AI kini mampu melakukan analisis dan diagnostik terhadap masalah jaringan secara otomatis dan real-time, mengidentifikasi akar penyebab gangguan dengan presisi tinggi dalam hitungan detik atau menit. Kemampuan AI untuk memproses data dalam jumlah besar dan mengidentifikasi pola-pola kompleks memungkinkan tim teknis untuk segera mengambil tindakan perbaikan yang tepat, mempercepat pemulihan layanan, dan secara signifikan meminimalkan dampak negatif terhadap operasional pelanggan. Komitmen ini merupakan bagian tak terpisahkan dari upaya berkelanjutan Lintasarta dalam menjaga keandalan layanan dan memastikan kelangsungan bisnis pelanggan tetap terjaga di setiap kondisi.
Dari sisi performa layanan jaringan secara keseluruhan, Lintasarta dengan bangga mengumumkan bahwa jumlah gangguan yang tercatat mengalami penurunan sebesar 20% jika dibandingkan dengan periode Lebaran tahun sebelumnya. Penurunan tingkat gangguan ini adalah bukti nyata dari peningkatan kualitas layanan secara menyeluruh, yang tidak hanya terbatas pada jaringan utama tetapi meluas hingga ke titik-titik koneksi pengguna akhir. Penurunan ini disebabkan oleh serangkaian improvement signifikan dalam desain High Availability (HA) dan optimalisasi Point of Presence (PoP). Desain HA yang lebih kuat memastikan sistem memiliki redundansi yang memadai dan mekanisme failover otomatis yang mulus, sehingga jika satu komponen mengalami kegagalan, sistem cadangan dapat segera mengambil alih tanpa menyebabkan interupsi layanan. Sementara itu, optimalisasi PoP berarti Lintasarta telah menempatkan titik-titik koneksi jaringan lebih dekat ke pelanggan, mengurangi latensi, dan meningkatkan ketahanan jaringan di tingkat lokal.
Director & Chief Telco Services Officer Lintasarta, Zulfi Hadi, menyampaikan apresiasinya atas capaian luar biasa ini. Beliau menekankan bahwa hasil positif ini adalah buah dari transformasi operasional berbasis AI yang terus diperkuat oleh perusahaan. "Melalui kapabilitas Beyond AI Factory, kami tidak hanya sekadar melakukan monitoring jaringan secara pasif. Kami telah melangkah lebih jauh dengan menerapkan proaktif maintenance untuk kualitas layanan yang menyentuh ambang batas (threshold) kritis, mengotomatisasi penanganan insiden, serta meningkatkan kecepatan respons secara end-to-end," ujar Zulfi dalam keterangan tertulis yang dirilis pada Rabu (8/4/2026). "Hal ini memungkinkan kami untuk secara konsisten menjaga kualitas layanan tetap optimal, bahkan di tengah lonjakan trafik yang sangat tinggi selama periode puncak Lebaran."
Lebih lanjut, Zulfi menjelaskan bahwa pengelolaan trafik dilakukan secara dinamis melalui optimalisasi routing yang cerdas, memastikan setiap paket data menemukan jalur tercepat dan paling efisien. Selain itu, Lintasarta juga menerapkan contingency plan yang matang di berbagai titik kritikal jaringan. Rencana darurat ini mencakup skenario kegagalan dan solusi alternatif untuk memastikan distribusi data tetap optimal dan layanan tidak terganggu, bahkan dalam kondisi paling menantang sekalipun. Pendekatan holistik ini menunjukkan komitmen Lintasarta untuk tidak hanya bereaksi terhadap masalah, tetapi juga mencegahnya secara proaktif.
Capaian impresif ini merupakan bagian integral dari strategi "Beyond Infrastructure" yang kini diperkuat secara signifikan melalui kapabilitas "Beyond AI Factory." Strategi ini mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan dalam setiap aspek pengelolaan jaringan dan layanan, mulai dari perencanaan, implementasi, monitoring, hingga pemeliharaan, semuanya dilakukan secara end-to-end. Dengan demikian, Lintasarta tidak hanya menyediakan infrastruktur, tetapi juga ekosistem layanan yang cerdas dan adaptif.
Pendekatan strategis ini didukung kuat oleh fondasi 4C Lintasarta yang kokoh:
- Connectivity: Memastikan keandalan dan stabilitas sistem jaringan sebagai tulang punggung utama. Lintasarta terus memperluas dan memodernisasi jaringannya untuk menjangkau lebih banyak wilayah dengan kualitas terbaik.
- Cloud: Mendukung skalabilitas infrastruktur dan fleksibilitas operasional, memungkinkan pelanggan untuk mengelola data dan aplikasi mereka dengan efisien dan aman di lingkungan cloud.
- Cybersecurity: Menjamin keamanan dan kepatuhan data pelanggan dari berbagai ancaman siber yang terus berkembang. Lintasarta menyediakan solusi keamanan berlapis untuk melindungi aset digital vital.
- Collaboration: Mengorkestrasi ekosistem digital secara terintegrasi melalui kemitraan strategis dan sinergi antar pihak, menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi seluruh pemangku kepentingan.
"Fokus kami bukan hanya memastikan layanan tetap berjalan, tetapi yang lebih penting, memastikan pelanggan dan industri dapat terus beroperasi tanpa hambatan di momen paling krusial seperti Lebaran," tegas Zulfi. "Inilah wujud nyata dari semangat ‘Empowering Beyond’, membangun ekosistem digital yang semakin kuat, terhubung, cerdas, dan berkelanjutan bagi kemajuan Indonesia. Kami percaya bahwa dengan infrastruktur digital yang andal dan didukung AI, potensi ekonomi digital Indonesia dapat terwujud sepenuhnya."
Ke depan, Lintasarta akan terus memperkuat posisinya sebagai "Beyond AI Factory" dengan menghadirkan inovasi berbasis AI yang lebih mutakhir, meningkatkan integrasi layanan 4C secara lebih mendalam, serta memperluas kolaborasi strategis dalam membangun ekosistem digital nasional yang inklusif dan berdaulat. Komitmen Lintasarta untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan teknologi terkini menjadi landasan utama dalam mendukung visi Indonesia sebagai negara maju yang didukung oleh infrastruktur digital yang tangguh dan cerdas.

