Jakarta – Linknet Enterprise, sebagai unit bisnis strategis dari PT Link Net Tbk yang dikenal luas sebagai penyedia layanan internet dan TV kabel First Media, telah mengambil langkah signifikan dalam memperkuat benteng pertahanan digitalnya. Sebuah kolaborasi penting telah terjalin dengan Nexusguard, pemimpin global dalam solusi mitigasi Distributed Denial of Service (DDoS), yang ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pada awal Maret. Perjanjian ini menandai komitmen Linknet untuk mengintegrasikan solusi mitigasi serangan DDoS canggih milik Nexusguard langsung ke dalam infrastruktur jaringannya, menjanjikan peningkatan keamanan yang substansial bagi seluruh pelanggan korporasi mereka.
Kerja sama strategis ini hadir di tengah lanskap ancaman siber yang terus berevolusi dan semakin agresif, terutama serangan DDoS yang kian marak seiring dengan percepatan laju transformasi digital di berbagai sektor. Transformasi digital yang membawa kemudahan dan efisiensi, sayangnya juga membuka celah baru bagi para pelaku kejahatan siber untuk melancarkan serangan yang berpotensi melumpuhkan operasional bisnis. Serangan DDoS, yang bertujuan untuk membanjiri server atau jaringan target dengan lalu lintas data palsu hingga layanan tidak dapat diakses, telah menjadi momok menakutkan bagi perusahaan di seluruh dunia, menyebabkan kerugian finansial, reputasi, hingga gangguan layanan yang fatal.
Integrasi teknologi Nexusguard ke dalam tulang punggung jaringan Linknet Enterprise merupakan respons proaktif terhadap ancaman ini. "Melalui integrasi teknologi Nexusguard ke dalam backbone Linknet, kami menghadirkan jaminan keamanan serta kepastian operasional bagi pelanggan korporasi. Kami meyakini bahwa keamanan merupakan fondasi utama dari kepercayaan digital," tegas Ronald Chandra Lesmana, Chief Enterprise Business Officer Linknet. Pernyataan ini menggarisbawahi filosofi Linknet bahwa keamanan siber bukan hanya sekadar fitur tambahan, melainkan pilar esensial yang menopang seluruh ekosistem digital dan menjaga kepercayaan pelanggan dalam setiap transaksi dan interaksi daring.
Linknet Enterprise membedakan dirinya dengan mengandalkan jaringan backbone mandiri yang membentang luas, menjangkau sejumlah kota besar dan pusat-pusat ekonomi di Indonesia. Infrastruktur jaringan yang independen ini memberikan Linknet kontrol penuh dari ujung ke ujung (end-to-end) terhadap performa, stabilitas, dan, yang terpenting, keamanan layanan yang mereka tawarkan. Keunggulan ini sangat krusial, terutama bagi pelanggan korporasi yang memiliki kebutuhan keamanan dan ketersediaan yang sangat tinggi, seperti institusi pemerintah, lembaga keuangan, sektor manufaktur, hingga penyedia layanan strategis lainnya yang menjadi target utama serangan siber. Dengan kontrol penuh atas jaringannya, Linknet dapat memastikan implementasi solusi keamanan yang lebih mendalam dan terintegrasi, meminimalkan potensi kerentanan yang mungkin timbul dari ketergantungan pada pihak ketiga.
Dalam kerangka kerja sama ini, inovasi utama terletak pada konektivitas langsung antara infrastruktur cloud scrubbing milik Nexusguard dengan jaringan Linknet. Cloud scrubbing adalah proses di mana lalu lintas data yang mencurigakan atau berbahaya dialihkan ke pusat pembersihan khusus (scrubbing center) untuk difilter, sementara lalu lintas yang sah diteruskan kembali ke tujuan aslinya. Integrasi langsung ini memungkinkan deteksi dan mitigasi serangan DDoS dilakukan secara otomatis dan hampir instan, meminimalisir waktu henti layanan (downtime). Lebih lanjut, sistem ini didukung oleh pemantauan 24 jam sehari, 7 hari seminggu (24/7) dari tim Managed Security Services (MSS) Nexusguard yang terdiri dari para ahli keamanan siber. Pemantauan proaktif ini memastikan bahwa setiap anomali atau pola serangan baru dapat segera diidentifikasi dan ditangani, memberikan lapisan perlindungan tambahan yang vital.

Secara teknis, kapasitas mitigasi serangan DDoS Linknet sendiri telah mencapai 100 Gigabits per second (Gbps), sebuah angka yang cukup besar untuk menahan sebagian besar serangan. Namun, dengan menggandeng Nexusguard, Linknet kini dapat memanfaatkan dukungan jaringan global Nexusguard yang memiliki kapasitas mitigasi kumulatif lebih dari 3 Terabits per second (Tbps), tersebar di puluhan scrubbing center di seluruh dunia. Skala kapasitas sebesar ini menunjukkan kemampuan untuk menahan serangan DDoS terbesar dan paling kompleks sekalipun, yang dikenal sebagai serangan "terabyte-scale". Keberadaan pusat scrubbing lokal Nexusguard di Jakarta juga menjadi nilai tambah yang signifikan. Dengan pusat scrubbing di dalam negeri, latensi (keterlambatan transmisi data) dapat dijaga tetap rendah, memastikan bahwa pengalaman pengguna tidak terganggu secara berarti meskipun sedang dalam proses mitigasi serangan. Ini adalah aspek krusial bagi bisnis yang sangat bergantung pada kecepatan dan responsivitas layanan daring mereka.
Andy Ng, CEO Nexusguard, menyoroti kekuatan sinergi dari kemitraan ini. "Kemitraan ini menggabungkan kapasitas mitigasi Linknet sebesar 100 Gbps, jaringan yang andal, serta jangkauan operasional yang luas dengan infrastruktur scrubbing global Nexusguard yang mencapai lebih dari 3 Tbps. Bersama-sama, kami menghadirkan solusi keamanan yang komprehensif dan terintegrasi bagi sektor enterprise di Indonesia yang berkembang pesat, guna memastikan setiap lapisan infrastruktur digital terlindungi dari ancaman DDoS berskala besar," ujar Ng. Pernyataan ini menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan hanya sekadar penambahan kapasitas, melainkan pembentukan ekosistem keamanan yang holistik, memanfaatkan kekuatan masing-masing pihak untuk menciptakan perisai digital yang lebih tangguh.
Solusi yang disiapkan mencakup perlindungan berlapis di berbagai tingkatan, mulai dari lapisan jaringan (Layer 3/4) yang melindungi infrastruktur dasar, hingga lapisan aplikasi (Layer 7) yang melindungi aplikasi web dan layanan daring, serta Domain Name System (DNS) yang vital. Perlindungan Layer 3/4 fokus pada serangan volume dan protokol yang mencoba membanjiri jaringan atau mengeksploitasi kelemahan protokol. Sementara itu, perlindungan Layer 7 menargetkan serangan yang lebih canggih dan spesifik, yang mencoba membanjiri sumber daya aplikasi dengan permintaan palsu. Perlindungan DNS memastikan bahwa sistem penamaan domain yang mengarahkan pengguna ke situs web atau layanan yang benar tidak dapat diserang atau dimanipulasi. Diversifikasi perlindungan ini sangat penting karena serangan DDoS modern seringkali melibatkan kombinasi taktik di berbagai lapisan.
Selain mitigasi pasif, kolaborasi ini juga mencakup pertukaran data intelijen ancaman (threat intelligence) secara aktif. Pertukaran informasi mengenai pola serangan terbaru, vektor ancaman, dan taktik pelaku kejahatan siber memungkinkan Linknet dan Nexusguard untuk secara proaktif meningkatkan akurasi deteksi serangan dan mengembangkan strategi pertahanan yang lebih adaptif. Ini menciptakan sebuah sistem keamanan yang tidak hanya reaktif terhadap serangan, tetapi juga prediktif dan mampu mengantisipasi ancaman yang akan datang.
Dengan penguatan infrastruktur keamanan yang signifikan ini, Linknet Enterprise membidik sektor-sektor krusial yang membutuhkan perlindungan infrastruktur jaringan yang paling andal. Sektor pemerintahan, yang menyimpan data sensitif dan menyediakan layanan publik esensial, akan mendapatkan manfaat besar. Sektor keuangan, yang menjadi target utama karena nilai ekonomisnya, akan memiliki kepastian operasional yang lebih tinggi. Institusi pendidikan, yang semakin mengandalkan platform digital untuk pembelajaran dan administrasi, serta bisnis digital seperti e-commerce dan penyedia layanan cloud, akan dapat beroperasi dengan ketenangan pikiran, knowing that their digital assets are protected from disruptive attacks.
Kemitraan antara Linknet dan Nexusguard ini bukan hanya tentang menambah kapasitas mitigasi DDoS; ini adalah investasi strategis dalam membangun fondasi digital yang kuat dan aman untuk masa depan Indonesia. Dengan ancaman siber yang terus berkembang, inisiatif semacam ini menjadi krusial untuk memastikan bahwa transformasi digital dapat berjalan lancar, inovasi dapat berkembang tanpa hambatan, dan kepercayaan publik terhadap ekosistem digital tetap terjaga. Linknet Enterprise kini semakin siap untuk mendukung pertumbuhan bisnis di Indonesia dengan jaminan keamanan siber kelas dunia.

