BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Arsenal mengakhiri periode tanpa kemenangan yang membuat para penggemar cemas dengan penampilan gemilang di kandang Leeds United. Dalam pertandingan lanjutan Liga Inggris yang berlangsung di Elland Road pada Sabtu, 31 Januari 2026 malam WIB, The Gunners berhasil membantai tuan rumah dengan skor telak 4-0. Kemenangan ini tidak hanya mengembalikan kepercayaan diri tim, tetapi juga memperkokoh posisi mereka di puncak klasemen sementara.
Pertandingan dimulai dengan intensitas tinggi dari kedua tim, namun Arsenal yang memegang kendali permainan sejak awal. Meskipun sempat menemui sedikit kesulitan di menit-menit awal, gol pembuka dari Martin Zubimendi pada menit ke-27 menjadi titik balik yang krusial. Gol ini lahir dari skema sepak pojok yang dieksekusi dengan baik, menunjukkan kejelian tim dalam memanfaatkan peluang. Keunggulan Arsenal semakin diperlebar pada menit ke-38 melalui gol bunuh diri yang tidak disengaja dari kiper Leeds, Karl Darlow. Insiden ini terjadi ketika Darlow berusaha menahan tendangan langsung Noni Madueke dari sudut yang sempit, namun bola justru memantul masuk ke gawangnya sendiri. Skor 2-0 bertahan hingga babak pertama usai, memberikan kelegaan bagi skuad asuhan Mikel Arteta.
Memasuki babak kedua, Arsenal tidak mengendurkan serangan dan terus menekan pertahanan Leeds. Tekanan tersebut membuahkan hasil pada menit ke-69, ketika Viktor Gyokeres berhasil mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan umpan silang akurat dari Gabriel Martinelli. Gol ketiga ini semakin membuyarkan harapan Leeds untuk bangkit. Pesta gol Arsenal ditutup oleh Gabriel Jesus pada menit ke-86. Menerima umpan terukur dari Martin Odegaard, Jesus menunjukkan ketenangan dan akurasi dalam penyelesaian akhir, menceploskan bola ke sudut kanan gawang yang tak mampu dijangkau kiper. Kemenangan telak 4-0 ini mengakhiri rentetan hasil imbang dan kekalahan yang sempat dialami Arsenal dalam beberapa pertandingan terakhir, termasuk dua hasil imbang dan satu kekalahan.
Dengan tambahan tiga poin ini, Arsenal semakin kokoh di puncak klasemen Liga Inggris dengan total 53 poin. Mereka kini unggul tujuh poin dari pesaing terdekatnya, Manchester City dan Aston Villa, yang berada di posisi kedua dan ketiga. Posisi ini memberikan keuntungan psikologis yang signifikan bagi Arsenal dalam perburuan gelar juara musim ini. Sementara itu, bagi Leeds United, kekalahan ini menambah catatan negatif mereka dan membuat mereka tertahan di posisi ke-16 klasemen dengan 26 poin, mendekati zona degradasi. Pertandingan ini menjadi bukti ketajaman lini serang Arsenal dan soliditas pertahanan mereka, yang semakin menunjukkan kapasitas mereka sebagai penantang serius gelar juara.
Jalannya Pertandingan yang Lebih Mendalam
Sejak peluit dibunyikan, Leeds United menampilkan permainan agresif yang cukup merepotkan barisan pertahanan Arsenal. Ambisi untuk meraih poin penuh di kandang sendiri terlihat jelas dari setiap pergerakan pemain The Peacocks. Ethan Ampadu menjadi salah satu pemain yang paling menonjol di awal pertandingan, dengan sebuah sepakan kerasnya pada menit ke-11 yang hanya meluncur tipis di atas mistar gawang Arsenal. Ancaman dari Leeds ini memaksa Arsenal untuk meningkatkan fokus dan tempo permainan mereka.
Arsenal merespons tekanan dari Leeds dengan menciptakan peluang mereka sendiri. Martin Zubimendi, yang menjadi sorotan berkat gol pembukanya, sempat mengancam gawang Leeds dengan sebuah sepakan yang mengarah tepat ke pelukan kiper. Meskipun belum membuahkan hasil, peluang ini menunjukkan bahwa Arsenal mulai menemukan ritme permainan mereka dan siap untuk memberikan perlawanan sengit.
Puncak dari dominasi Arsenal di babak pertama terjadi pada menit ke-27. Berawal dari situasi sepak pojok, bola berhasil diamankan oleh pemain Arsenal dan kembali diarahkan ke sisi kanan pertahanan Leeds. Noni Madueke yang berada di posisi tersebut melepaskan umpan lambung yang matang ke dalam kotak penalti. Martin Zubimendi, yang berhasil lolos dari penjagaan ketat pemain bertahan Leeds, menyundul bola dengan sempurna ke dalam gawang, membuka keunggulan bagi tim tamu. Gol ini menjadi momentum penting yang membangkitkan semangat juang para pemain Arsenal.
Tak lama berselang, pada menit ke-39, Arsenal berhasil menggandakan keunggulan mereka melalui gol bunuh diri yang unik. Dari tendangan sudut lainnya, Noni Madueke mencoba peruntungannya dengan melepaskan tendangan langsung ke arah gawang. Kiper Leeds, Karl Darlow, berusaha untuk menepis bola, namun dalam prosesnya, ia justru bertubrukan dengan salah satu rekan setimnya sendiri. Akibatnya, bola yang ditinju Darlow justru memantul masuk ke gawangnya sendiri. Gol ini menambah frustrasi bagi kubu Leeds dan memberikan keunggulan 2-0 bagi Arsenal saat turun minum.
Memasuki babak kedua, Leeds United mencoba untuk bangkit dan memberikan respons positif. Mereka berusaha untuk menekan Arsenal kembali, dan hampir saja mencetak gol pada menit ke-49 melalui sundulan Pascal Struijk. Namun, bola hasil sundulannya masih dapat diamankan dengan baik oleh kiper Arsenal, David Raya.
Arsenal juga tidak tinggal diam dan nyaris menambah pundi-pundi gol pada menit ke-51. Viktor Gyokeres berhasil lolos dari kawalan pertahanan Leeds dan tinggal berhadapan satu lawan satu dengan kiper. Namun, ketangguhan Joe Rodon yang berhasil mengejar dari belakang melakukan tekel krusial tepat waktu untuk menggagalkan peluang emas tersebut.
Meskipun sempat terancam, Arsenal kembali menunjukkan ketajamannya pada menit ke-69. Gabriel Martinelli melakukan penetrasi berbahaya dari sisi kanan pertahanan Leeds dan melepaskan umpan silang yang memanjakan. Viktor Gyokeres, yang berada di posisi yang tepat di depan gawang, menyambut umpan tersebut dengan sundulan terarah yang berhasil merobek jala gawang Leeds. Gol ini semakin mempertegas dominasi Arsenal di pertandingan tersebut.
Peluang emas lainnya datang pada menit ke-79 ketika Gabriel Jesus memiliki kesempatan untuk mencetak gol. Menerima umpan silang dari Jurrien Timber dalam posisi yang bebas, tandukannya masih mampu ditepis oleh kiper Leeds. Namun, Jesus tidak menyerah dan akhirnya berhasil mencetak gol pada menit ke-86. Berawal dari sodoran bola dari kapten tim, Martin Odegaard, Gabriel Jesus dengan cerdik memutar badan dan membuka ruang untuk melepaskan tendangan yang tak terhentikan ke pojok kanan gawang. Gol ini menjadi penutup pesta gol Arsenal di Elland Road.
Hingga peluit akhir dibunyikan, tidak ada gol tambahan yang tercipta. Arsenal menutup pertandingan dengan kemenangan meyakinkan 4-0, sebuah hasil yang tidak hanya penting untuk klasemen tetapi juga untuk moral tim menjelang paruh kedua musim ini.
Susunan Pemain yang Diturunkan
Pertandingan krusial ini mempertemukan kedua tim dengan formasi yang telah dipersiapkan secara matang oleh para manajer. Leeds United menurunkan skuad terbaik mereka untuk mencoba mengamankan poin di kandang, dengan susunan pemain sebagai berikut: Karl Darlow di bawah mistar gawang, dilindungi oleh kuartet pertahanan yang terdiri dari Justin (digantikan oleh Longstaff pada menit ke-46), Rodon, Struijk, dan Bogle. Di lini tengah, Ampadu, Gruev (digantikan oleh Okafor pada menit ke-46), dan Gudmundsson menjadi motor serangan, didukung oleh Stach (digantikan oleh Gnonto pada menit ke-81) dan Aaronson (digantikan oleh Buonanotte pada menit ke-71) di sektor sayap. Sementara itu, duet striker diisi oleh Calvert-Lewin.
Di sisi lain, Arsenal yang memimpin klasemen tampil dengan formasi yang solid dan berkarakter. David Raya menjaga gawang, didukung oleh barisan pertahanan yang tangguh dari Timber, Saliba, Magalhaes, dan Hincapie (digantikan oleh Calafiori pada menit ke-75). Lini tengah Arsenal diperkuat oleh Havertz (digantikan oleh Odegaard pada menit ke-61), Rice, dan Zubimendi, yang menjadi kunci dalam mengatur tempo permainan dan mendistribusikan bola. Di lini serang, Madueke (digantikan oleh Martinelli pada menit ke-61), Trossard (digantikan oleh Eze pada menit ke-81), dan Gyokeres (digantikan oleh Jesus pada menit ke-76) menjadi ancaman serius bagi pertahanan lawan. Pergantian pemain yang dilakukan oleh Mikel Arteta menunjukkan kedalaman skuad Arsenal dan kemampuannya untuk beradaptasi selama pertandingan.

