0

Leeds United vs Arsenal: The Gunners Kokoh di Puncak Klasemen dengan Keunggulan 2-0 Berkat Taktik Set-Piece Mematikan

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Arsenal menunjukkan dominasinya di kandang Leeds United pada Sabtu, 31 Januari 2026 malam WIB, dengan meraih keunggulan 2-0 yang solid. Kemenangan sementara ini semakin memperkokoh posisi The Gunners di puncak klasemen, berkat dua gol yang tercipta dari situasi bola mati yang dieksekusi dengan brilian. Pertandingan yang berlangsung di Elland Road ini memperlihatkan determinasi tinggi dari kedua tim, namun konsistensi dan efektivitas Arsenal di momen-momen krusial menjadi pembeda.

Sejak peluit babak pertama dibunyikan, Leeds United langsung menunjukkan agresivitasnya, berusaha menekan Arsenal dan tidak memberikan ruang gerak bagi para pemain tamu. Tekanan ini membuahkan hasil pada menit ke-11, ketika sepakan keras Ethan Ampadu dari luar kotak penalti nyaris merobek jala gawang Arsenal, namun bola hanya meluncur tipis di atas mistar. Keberanian Leeds dalam menyerang ini sempat membuat lini pertahanan Arsenal bekerja keras, namun para pemain bertahan The Gunners mampu meredam ancaman demi ancaman. Arsenal tidak tinggal diam, mereka merespons serangan balik cepat yang dipimpin oleh Martin Zubimendi. Gelandang muda tersebut berhasil menciptakan peluang emas, namun sepakannya masih bisa diamankan oleh kiper Leeds.

Peluang yang diciptakan Arsenal akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-27. Berawal dari sebuah sepak pojok, bola sempat dihalau oleh pemain belakang Leeds, namun penguasaan bola berhasil kembali direbut oleh Arsenal. Noni Madueke yang berada di sisi kanan pertahanan Leeds menerima bola, dan dengan sigap mengirimkan umpan lambung akurat ke dalam kotak penalti. Di sana, Martin Zubimendi yang berdiri tanpa kawalan dengan tenang menyundul bola masuk ke gawang Leeds. Gol ini menjadi bukti kejelian Arsenal dalam memanfaatkan set-piece, sebuah aspek yang selalu menjadi kekuatan mereka di bawah asuhan Mikel Arteta.

Keunggulan Arsenal tidak berhenti sampai di situ. Pada menit ke-39, The Gunners kembali mendapatkan kesempatan dari tendangan sudut. Kali ini, eksekutornya adalah Noni Madueke sendiri. Dengan tendangan melengkung yang cukup keras, Madueke langsung mengarahkan bola ke gawang. Kiper Leeds, Karl Darlow, berusaha menepis bola, namun ia justru memantulkan bola ke gawangnya sendiri dalam situasi yang canggung, ditambah lagi ia bertabrakan dengan salah satu rekan setimnya. Gol bunuh diri ini menambah keunggulan Arsenal menjadi 2-0. Momentum gol kedua ini semakin memukul mental para pemain Leeds, dan Arsenal berhasil mempertahankan keunggulan tersebut hingga peluit babak pertama dibunyikan.

Di paruh kedua, Leeds United berusaha keras untuk bangkit dan memperkecil ketertinggalan. Mereka meningkatkan intensitas serangan, namun pertahanan Arsenal yang digalang oleh William Saliba dan Gabriel Magalhaes tampil solid. Para pemain bertahan Arsenal menunjukkan kedisiplinan taktis yang tinggi, menutup ruang gerak para penyerang Leeds dan meminimalkan peluang berbahaya. Meskipun Leeds menguasai bola lebih banyak di beberapa fase, mereka kesulitan untuk menembus pertahanan kokoh Arsenal.

Arsenal, di sisi lain, bermain lebih pragmatis. Mereka tidak terburu-buru dalam membangun serangan, melainkan lebih fokus pada menjaga kedisiplinan pertahanan dan mencari celah untuk melakukan serangan balik cepat. Pengalaman dan ketenangan para pemain seperti Declan Rice di lini tengah sangat krusial dalam mengontrol tempo permainan dan mendistribusikan bola. Kai Havertz yang ditempatkan di lini tengah juga memberikan kontribusi penting dalam transisi dari bertahan ke menyerang.

Meskipun tidak banyak peluang tercipta di babak kedua seperti di babak pertama, Arsenal tetap mampu menciptakan beberapa ancaman. Pergerakan lincah dari Bukayo Saka dan Gabriel Martinelli di lini serang, yang masuk sebagai pemain pengganti, memberikan energi baru bagi Arsenal dan merepotkan lini pertahanan Leeds.

Di kubu Leeds United, meskipun bermain penuh semangat dan menunjukkan determinasi, mereka kurang beruntung dalam penyelesaian akhir. Beberapa peluang yang didapatkan tidak mampu dikonversi menjadi gol. Kurangnya ketajaman di lini depan menjadi salah satu pekerjaan rumah bagi tim asuhan Jesse Marsch. Ethan Ampadu dan Tyler Adams mencoba untuk memberikan perlawanan di lini tengah, namun dominasi Rice dan Zubimendi di area tersebut membuat Leeds kesulitan untuk mengalirkan bola dengan baik ke lini serang.

Secara keseluruhan, kemenangan Arsenal di Elland Road ini tidak hanya menunjukkan kualitas individu pemain mereka, tetapi juga keunggulan taktis yang diterapkan oleh Mikel Arteta. Kemampuan tim untuk mengeksekusi bola mati dengan sempurna dan menjaga kedisiplinan pertahanan menjadi kunci keberhasilan mereka. Dengan hasil ini, Arsenal semakin memantapkan posisinya di puncak klasemen, memberikan tekanan kepada para pesaingnya untuk terus meraih kemenangan.

Susunan Pemain:

Leeds United: Karl Darlow, Luke Justin, Ben Rodon, Pascal Struijk, Cody Bogle, Ethan Ampadu, Ilia Gruev, Jesper Gudmundsson, Daniel Stach, Brenden Aaronson, Dominic Calvert-Lewin.

Arsenal: Aaron Ramsdale, Jurrien Timber, William Saliba, Gabriel Magalhaes, Pervis Hincapie, Kai Havertz, Declan Rice, Martin Zubimendi, Noni Madueke, Leandro Trossard, Viktor Gyokeres.

Pertandingan ini menjadi bukti bahwa Arsenal musim ini memiliki kedalaman skuad dan kemampuan untuk meraih kemenangan dalam berbagai situasi, termasuk di kandang lawan yang terkenal sulit. Taktik set-piece yang mematikan, ditambah dengan pertahanan yang kokoh dan lini tengah yang solid, menjadikan The Gunners sebagai kandidat kuat juara musim ini. Perjalanan masih panjang, namun kemenangan ini memberikan modal berharga bagi Arsenal untuk terus bersaing di papan atas. Leeds United sendiri harus segera berbenah untuk menemukan performa terbaik mereka dan memperbaiki catatan hasil mereka di sisa musim.