BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Tren positif Manchester United yang mulai menemukan momentumnya di bawah asuhan manajer interim Michael Carrick akan segera diuji kembali dalam laga krusial menjamu Tottenham Hotspur di Old Trafford pada Sabtu, 6 Februari 2026, malam WIB. Setan Merah, yang baru saja merayakan hat-trick kemenangan, menghadapi pertandingan ini dengan optimisme tinggi. Kemenangan impresif atas Manchester City (2-0), sang pemimpin klasemen Arsenal (3-2), dan yang terbaru atas Fulham (2-0) telah membangkitkan kembali kepercayaan diri para pemain dan penggemar. Namun, di balik rentetan hasil positif tersebut, terbentang sebuah catatan kelam yang membayangi MU, yakni rekor buruk mereka dalam menghadapi Tottenham Hotspur.
Manchester United tercatat gagal meraih kemenangan dalam delapan pertemuan terakhir melawan Spurs di seluruh kompetisi. Lebih spesifik lagi, dalam enam bentrokan terakhir di Premier League, MU selalu terpuruk. Pukulan telak dirasakan ketika mereka dipermalukan 0-3 oleh Tottenham di kandang sendiri pada Februari tahun lalu, sebuah pertandingan yang jelas masih membekas dalam ingatan para pendukung. Kemenangan terakhir Manchester United atas Tottenham Hotspur di liga sendiri sudah terlampau lama, tepatnya pada Oktober 2022, dengan skor 2-0, juga dihelat di Old Trafford. Fakta ini menunjukkan bahwa Setan Merah belum mampu menaklukkan rival mereka ini selama hampir empat tahun lamanya, sebuah rentang waktu yang cukup signifikan dalam dunia sepak bola yang serba cepat.
Meskipun demikian, situasi Tottenham Hotspur saat ini juga tidak bisa dibilang dalam kondisi terbaiknya. Tim asal London Utara ini tertahan di peringkat ke-14 klasemen sementara Liga Inggris, terpaut cukup jauh dengan 12 poin dari Manchester United yang kini menghuni empat besar. Performa Spurs dalam sembilan pertandingan liga terakhir mereka terbilang inkonsisten, hanya mampu meraih satu kemenangan, empat kali menelan kekalahan, dan sisanya berakhir imbang. Catatan ini menunjukkan adanya kerentanan dalam skuad asuhan Ange Postecoglou. Namun, patut dicatat bahwa Tottenham memiliki kapasitas untuk memberikan kejutan, sebagaimana yang mereka tunjukkan pada akhir pekan lalu dengan berhasil menahan imbang Manchester City 2-2 melalui sebuah comeback yang dramatis.
Pertandingan ini bukan hanya sekadar adu gengsi antara dua klub besar Inggris, tetapi juga sebuah ujian krusial bagi Manchester United untuk membuktikan bahwa mereka mampu mematahkan kutukan rekor buruk dan melanjutkan tren positif mereka. Michael Carrick, sebagai manajer interim, telah berhasil membawa angin segar ke Old Trafford, menanamkan kembali semangat juang dan kedisiplinan taktis. Kemenangan atas tim-tim kuat seperti City dan Arsenal menunjukkan bahwa MU memiliki potensi untuk bersaing di papan atas, namun konsistensi menjadi kunci utama.
Secara historis, pertandingan antara Manchester United dan Tottenham Hotspur selalu menyajikan drama dan intensitas tinggi. Kedua tim memiliki rivalitas yang panjang dan kaya akan cerita. Pertemuan mereka seringkali diwarnai gol-gol indah, penyelamatan gemilang, dan keputusan kontroversial. Bagi Manchester United, kemenangan atas Spurs tidak hanya penting untuk menjaga momentum di liga, tetapi juga untuk mengembalikan kepercayaan diri yang sempat terkikis akibat beberapa musim terakhir yang kurang memuaskan.
Perbandingan performa kedua tim saat ini memang sedikit timpang jika dilihat dari posisi klasemen. MU berada di atas angin, sementara Spurs berjuang untuk memperbaiki posisi mereka. Namun, dalam sepak bola, apapun bisa terjadi. Performa di lapangan pada hari pertandingan adalah yang paling menentukan. Tottenham, meskipun sedang dalam performa yang kurang stabil, memiliki kualitas pemain yang tidak bisa diremehkan. Kehadiran beberapa pemain kunci yang mampu memberikan ancaman dari lini depan, serta kedisiplinan pertahanan yang terkadang merepotkan lawan, membuat Spurs tetap menjadi ancaman serius.
Faktor kelelahan pemain juga bisa menjadi pertimbangan. Jadwal padat kompetisi Liga Inggris seringkali menguras fisik para pemain. Bagaimana Michael Carrick mengelola rotasi pemain dan menjaga kebugaran skuadnya akan menjadi kunci. Kemenangan atas Fulham di tengah pekan lalu mungkin sedikit melelahkan, namun juga memberikan suntikan moral yang dibutuhkan.
Strategi yang akan diterapkan oleh kedua manajer juga akan sangat menarik untuk disaksikan. Michael Carrick kemungkinan akan tetap mengusung gaya permainan menyerang yang telah ia terapkan, dengan mengandalkan kecepatan dan kreativitas para pemain lini depannya. Bruno Fernandes, sebagai motor serangan MU, akan kembali ditugaskan untuk memberikan kontribusi gol dan assist. Sementara itu, Ange Postecoglou di kubu Tottenham, mungkin akan mencoba pendekatan yang lebih hati-hati, mencoba meredam serangan MU dan mencari celah melalui serangan balik cepat. Keberadaan Son Heung-min dan Harry Kane (jika masih bermain untuk Spurs pada saat itu) selalu menjadi ancaman serius bagi pertahanan lawan.
Rekor buruk Manchester United melawan Tottenham Hotspur menjadi sebuah momok yang harus diatasi. Ini bukan hanya sekadar statistik, tetapi juga sebuah faktor psikologis yang bisa mempengaruhi mentalitas pemain. Setiap pertandingan melawan Spurs, MU selalu merasa harus membuktikan diri bahwa mereka mampu mengalahkan tim ini. Jika MU berhasil mematahkan rentetan hasil buruk ini, dampaknya akan sangat besar bagi kepercayaan diri tim secara keseluruhan dan menjadi sinyal kuat bahwa Manchester United benar-benar telah bangkit.
Di sisi lain, Tottenham Hotspur tentu akan datang ke Old Trafford dengan motivasi untuk melanjutkan dominasi mereka atas Manchester United. Kemenangan di Old Trafford akan menjadi dorongan moral yang sangat besar bagi mereka untuk memperbaiki posisi di klasemen dan membuktikan bahwa mereka masih memiliki taring. Perjuangan mereka untuk bangkit dari keterpurukan di klasemen akan semakin kuat jika mereka mampu mencuri poin di kandang Setan Merah.
Pertandingan ini diprediksi akan berlangsung ketat dan penuh tensi. Old Trafford, sebagai "Theatre of Dreams", akan menjadi saksi bisu perjuangan kedua tim. Apakah Manchester United akan mampu melanjutkan tren positif mereka dan akhirnya mematahkan rekor buruk melawan Tottenham, ataukah Spurs akan kembali membuktikan superioritas mereka atas Setan Merah? Jawabannya akan tersaji di lapangan hijau pada Sabtu malam.
Perlu juga dicatat bahwa pada Februari 2026, lanskap sepak bola mungkin telah mengalami beberapa perubahan, baik dari segi regulasi, taktik, maupun komposisi pemain. Informasi yang disajikan dalam berita ini didasarkan pada data yang tersedia hingga saat ini, dan perkembangan di masa depan dapat mengubah dinamika pertandingan. Namun, sejarah dan tren performa selalu memberikan gambaran menarik untuk dianalisis.
Dalam konteks sejarah, Manchester United memiliki tradisi kuat di kandang sendiri. Old Trafford seringkali menjadi benteng yang sulit ditaklukkan oleh tim tamu. Namun, Tottenham Hotspur juga memiliki catatan yang cukup baik saat bertandang ke markas MU dalam beberapa tahun terakhir. Perubahan manajerial di kedua tim juga bisa menjadi faktor penentu. Kedatangan manajer baru atau perubahan pendekatan taktis seringkali membawa dampak positif bagi performa tim.
Sebagai penutup, duel antara Manchester United dan Tottenham Hotspur selalu menjadi salah satu yang paling dinanti di Premier League. Pertandingan ini menawarkan lebih dari sekadar tiga poin; ia menawarkan kesempatan untuk menulis ulang sejarah, mematahkan kutukan, dan mengukuhkan status sebagai tim yang patut diperhitungkan. Laju bagus MU saat ini memang patut diapresiasi, namun bayangan rekor buruk melawan Tottenham adalah tantangan nyata yang harus mereka hadapi dengan penuh determinasi.

