BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Sebuah insiden yang mengejutkan terjadi di jalan tol, di mana sebuah ban belakang Isuzu Panther mendadak terlepas saat mobil tersebut sedang melaju. Kejadian viral ini terekam dalam sebuah video yang diunggah di media sosial, menimbulkan pertanyaan besar di kalangan masyarakat mengenai penyebabnya. Dalam rekaman tersebut, terlihat ban belakang Isuzu Panther yang tengah melintas di Tol Sidoarjo-Surabaya, tiba-tiba menggelinding sendiri di permukaan jalan tol, mengarah ke sisi kiri. Tak lama kemudian, ban tersebut akhirnya menabrak pembatas jalan dan berhenti bergulir. Untungnya, pengemudi Isuzu Panther tersebut menunjukkan respons yang sigap dengan segera meminggirkan kendaraannya ke bahu jalan, menghindari potensi kecelakaan yang lebih parah.
Hingga saat ini, penyebab pasti dari terlepasnya ban tersebut belum dapat dipastikan secara resmi. Namun, berdasarkan analisis dari seorang praktisi keselamatan berkendara sekaligus Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, terlepasnya roda mobil saat berjalan dapat disebabkan oleh berbagai faktor yang saling berkaitan, terutama terkait dengan kondisi komponen pendukung ban. Sony Susmana menjelaskan bahwa jika roda belakang yang terlepas, kemungkinan besar disebabkan oleh masalah pada baut roda. Baut roda yang kendor, aus, berkarat, atau bahkan akibat modifikasi yang kurang tepat, bisa menjadi biang keladinya. Selain itu, kerusakan pada as roda atau komponen kaki-kaki mobil yang tidak mendapatkan perawatan yang memadai juga dapat berkontribusi pada insiden ini.
Sony Susmana juga menambahkan bahwa terlepasnya roda tidak hanya bisa terjadi pada roda belakang. Jika insiden serupa menimpa roda depan, kemungkinan besar penyebabnya adalah baut atau mur roda yang kendor akibat proses pemasangan yang kurang baik. Faktor seperti kotoran atau karat pada area pemasangan, serta keausan pada komponen lain seperti bearing, ball joint, atau arm akibat benturan keras atau minimnya perawatan, juga patut diwaspadai. Penting untuk dipahami bahwa kejadian roda terlepas bukanlah sesuatu yang terjadi secara tiba-tiba tanpa peringatan. Sony Susmana menekankan bahwa pasti ada pemicu atau tanda-tanda awal yang bisa dikenali oleh pemilik kendaraan.
Tanda-tanda peringatan dini yang perlu diperhatikan antara lain adalah munculnya suara berdengung yang tidak biasa dari area roda, adanya kebocoran oli pada shockbreaker yang menandakan ada masalah pada suspensi, atau terdengarnya bunyi-bunyian berulang saat mobil sedang berbelok. Suara-suara aneh saat mobil melintasi jalan yang tidak rata atau berlubang juga bisa menjadi indikasi awal adanya masalah pada komponen kaki-kaki mobil. "Bahwa roda itu tidak ujug-ujug lepas, pasti ada tanda-tanda abnormal sebelumnya," ujar Sony Susmana, menegaskan bahwa kelalaian dalam perawatan bisa berakibat fatal.
Untuk mencegah insiden serupa terjadi, Sony Susmana memberikan beberapa rekomendasi penting. Pertama, penting untuk melakukan pengecekan dan penggantian sparepart secara berkala sesuai dengan masa pakai yang direkomendasikan oleh pabrikan. Jangan pernah mencoba untuk mengakali atau menunda penggantian komponen yang sudah aus atau rusak. Selain itu, penting untuk tidak membebani kendaraan melebihi kapasitas maksimal yang telah ditetapkan. Membawa beban yang berlebihan akan memberikan tekanan ekstra pada sistem kaki-kaki mobil, membuatnya bekerja lebih keras dan berpotensi mempercepat keausan komponen.
Cara berkendara yang aman juga sangat krusial. Hindari mengemudi secara agresif, yang meliputi manuver kasar, pengereman dan akselerasi mendadak (stop and go kasar), serta menikung dengan kecepatan tinggi. Perilaku mengemudi yang agresif dapat memberikan beban kejut yang signifikan pada komponen kaki-kaki, meningkatkan risiko kerusakan. Terakhir, pastikan bahwa medan atau kondisi jalan yang dilalui sesuai dengan kemampuan kendaraan. Jangan memaksakan kendaraan untuk melewati medan yang terlalu berat atau berbahaya.
Dalam kasus insiden yang terjadi pada Isuzu Panther tersebut, langkah yang diambil oleh pengemudi untuk segera meminggirkan mobil ke bahu jalan adalah tindakan yang tepat dan sangat dianjurkan. Sony Susmana menambahkan bahwa dalam kondisi kecepatan tinggi, terlepasnya roda bisa menyebabkan mobil terbalik atau terlibat dalam kecelakaan beruntun yang lebih serius. Oleh karena itu, kecepatan respons dan tindakan yang benar dalam menghadapi situasi darurat seperti ini sangat menentukan keselamatan.
Lebih lanjut, Sony Susmana memberikan pandangan mendalam mengenai kompleksitas sistem kaki-kaki kendaraan. Kaki-kaki mobil, yang meliputi suspensi, roda, rem, dan kemudi, merupakan satu kesatuan sistem yang saling bekerja sama untuk memastikan stabilitas, kenyamanan, dan keamanan saat berkendara. Setiap komponen dalam sistem ini memiliki fungsi vitalnya masing-masing. Misalnya, ban tidak hanya berfungsi sebagai kontak langsung kendaraan dengan jalan, tetapi juga berperan dalam menyerap guncangan, memberikan traksi, dan mendukung stabilitas kendaraan.
Keausan pada ban itu sendiri, seperti tapak ban yang sudah tipis atau tidak merata, bisa menjadi indikasi awal adanya masalah pada sistem suspensi atau balancing roda. Ban yang tidak seimbang dapat menyebabkan getaran yang dirasakan pengemudi, terutama pada kecepatan tinggi, dan jika dibiarkan, dapat mempercepat keausan komponen kaki-kaki lainnya. Selain itu, tekanan angin ban yang tidak sesuai juga dapat mempengaruhi kinerja ban dan stabilitas kendaraan. Ban yang terlalu kempes akan meningkatkan hambatan gulir dan membuat handling mobil terasa berat, sementara ban yang terlalu kempis dapat menyebabkan overheating dan risiko pecah ban.
Komponen suspensi, seperti shock absorber dan per, berfungsi untuk meredam getaran dan menjaga agar roda tetap menapak pada permukaan jalan, terutama saat melewati medan yang tidak rata. Shock absorber yang bocor atau sudah tidak berfungsi optimal akan membuat mobil terasa memantul-mantul secara berlebihan, mengurangi kenyamanan, dan menurunkan tingkat keamanan karena kontak ban dengan jalan menjadi tidak stabil. Ball joint, yang merupakan sambungan bola pada sistem suspensi, memungkinkan pergerakan relatif antara lengan suspensi dan hub roda. Keausan pada ball joint dapat menyebabkan suara gemuruh saat berbelok atau bahkan kemudi terasa lebih longgar.
As roda, yang menghubungkan diferensial dengan roda, mentransmisikan tenaga dari mesin ke roda. Kerusakan pada as roda, seperti retak atau bengkok, tentu akan berakibat fatal pada kemampuan roda untuk berputar. Bearing roda, yang memungkinkan roda berputar dengan lancar, juga merupakan komponen krusial. Bearing yang aus dapat menimbulkan suara berdecit atau berdengung yang semakin keras seiring dengan peningkatan kecepatan. Jika bearing roda sampai rusak parah, roda bisa saja macet atau bahkan terlepas.
Pentingnya perawatan rutin tidak bisa dilebih-lebihkan. Perawatan berkala meliputi pemeriksaan visual terhadap kondisi ban, sistem rem, suspensi, dan kemudi. Pemilik kendaraan disarankan untuk membawa kendaraannya ke bengkel terpercaya untuk servis rutin, di mana mekanik dapat melakukan pemeriksaan mendalam terhadap seluruh komponen kaki-kaki. Penggantian oli mesin dan transmisi secara teratur juga berkontribusi pada kesehatan sistem penggerak yang pada akhirnya terhubung dengan roda.
Modifikasi pada kendaraan, terutama yang berkaitan dengan sektor kaki-kaki, harus dilakukan dengan sangat hati-hati dan oleh profesional yang kompeten. Pemasangan velg atau ban yang ukurannya tidak sesuai dengan spesifikasi pabrikan, atau penggunaan peredam kejut yang tidak standar, dapat mengubah dinamika kendaraan dan berpotensi menimbulkan masalah di kemudian hari. Kualitas baut roda juga menjadi faktor penting. Penggunaan baut roda yang berkualitas rendah atau pemasangan yang tidak kencang sempurna dapat menjadi penyebab utama terlepasnya roda.
Kesadaran akan pentingnya keselamatan berkendara harus selalu tertanam pada setiap pengemudi. Insiden terlepasnya ban ini menjadi pengingat yang sangat berharga bahwa kendaraan yang kita gunakan adalah mesin yang kompleks, dan setiap komponennya memiliki peran yang vital. Dengan perawatan yang tepat, pengemudian yang aman, dan kewaspadaan terhadap tanda-tanda awal masalah, kita dapat meminimalkan risiko terjadinya kecelakaan yang tidak diinginkan, serta memastikan perjalanan yang aman bagi diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.
Selain faktor-faktor teknis yang telah disebutkan, faktor lingkungan juga bisa turut berperan. Jalan yang berlubang dalam, genangan air yang dalam, atau bahkan tabrakan kecil dengan objek di jalan dapat memberikan beban kejut yang signifikan pada sistem kaki-kaki. Jika komponen tersebut sudah dalam kondisi lemah atau aus, kejadian-kejadian ini bisa menjadi pemicu terlepasnya roda. Oleh karena itu, selalu berhati-hati saat melintasi area yang kondisinya kurang baik dan usahakan untuk menghindarinya sebisa mungkin.
Sebagai kesimpulan, insiden terlepasnya ban pada Isuzu Panther ini bukanlah kejadian yang berdiri sendiri tanpa sebab. Ada serangkaian faktor, mulai dari perawatan yang kurang, komponen yang aus, pemasangan yang tidak benar, hingga cara berkendara yang agresif, yang semuanya dapat berkontribusi pada kejadian tersebut. Video viral ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perawatan kendaraan yang optimal dan gaya berkendara yang aman demi keselamatan bersama di jalan raya.
