0

Klarifikasi Iwa K Soal Isu Jadi Ayah Biologis Anak Denada

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Nama besar rapper senior Iwa K belakangan ini tengah menjadi sorotan publik lantaran terseret dalam sebuah isu yang cukup mengejutkan. Isu tersebut secara spesifik mengaitkannya dengan penyanyi kenamaan, Denada, dan menyebutkan bahwa Iwa K diduga sebagai ayah biologis dari anak Denada yang bernama Ressa Rossano. Menanggapi kabar yang beredar liar di masyarakat, Iwa K akhirnya angkat bicara untuk memberikan klarifikasi yang tegas dan lugas mengenai duduk perkara sebenarnya. Pernyataan resmi ini disampaikan oleh Iwa K ketika ditemui awak media di Studio Rumpi No Secret, Trans TV, pada hari Selasa, 10 Februari 2026. Tanpa berbelit-belit, Iwa K secara tegas membantah seluruh tudingan tersebut. Ia menyatakan dengan jelas bahwa isu yang beredar sama sekali tidak memiliki dasar kebenaran. "Dari gue sih pokoknya intinya ya bukanlah, bukan anak gue, itu saja," ujar Iwa K sembari tertawa, menunjukkan sikap santai dalam menghadapi kabar miring tersebut.

Ketika ditelisik lebih lanjut mengenai alasan di balik namanya yang bisa saja terseret dalam isu sensitif semacam ini, Iwa K mengaku dirinya sendiri tidak mengetahui secara pasti bagaimana asal-usulnya. Ia justru menyarankan agar pertanyaan lebih mendalam mengenai hal ini diarahkan kepada pihak-pihak yang pertama kali menggiring atau menyebarkan isu tersebut. "Kalau tanya, ya tanya sama yang orang yang menggiring itu ke gue, jangan ke gue, gue nggak tahu. Gue cuma kena cipratan oli samping saja nih," ungkapnya dengan gaya ceplas-ceplos yang menjadi ciri khasnya. Meski demikian, Iwa K menegaskan bahwa ia memilih untuk tetap bersikap santai dalam menghadapi isu yang berkembang. Menurut pandangannya, rumor yang beredar, meskipun tidak benar, justru memberikan dampak positif tersendiri, yakni membuka kembali jalur silaturahmi dengan banyak orang yang mungkin sempat terputus. "Tapi ya sudah nggak apa-apa. Akhirnya kan jadi silaturahmi sama orang-orang," katanya, menyiratkan pandangan optimisnya.

Lebih lanjut, Iwa K juga memberikan penegasan mengenai potensi dampak isu tersebut terhadap kelangsungan pekerjaan dan relasi bisnisnya. Ia meyakinkan bahwa isu ini tidak memberikan pengaruh yang signifikan. Ia berargumen bahwa orang-orang terdekatnya, termasuk rekan-rekan bisnisnya, sangat mengenal karakternya yang terbuka, jujur, dan apa adanya. "Relasi bisnis semua segala macam, they don’t buy it, nggak ngaruh sama sekali. Orang yang suka ngopi darat sama gue, entah teman, entah bisnis, atau keluarga," jelasnya, menekankan kepercayaan dirinya terhadap integritasnya di mata orang-orang penting dalam hidup dan kariernya.

Iwa K tidak menampik bahwa ia memang memiliki hubungan perkenalan yang sudah terjalin cukup lama dengan Denada, terutama dalam konteks skena musik Indonesia. Ia mengakui bahwa keduanya pernah terlibat dalam beberapa kerja sama di dunia musik, khususnya pada masa-masa awal karier Denada, ketika sang penyanyi tersebut masih duduk di bangku SMA. "Masa SMA-nya Denada pertama kali manggung sama gue. Dulu tuh dia masih pakai baju SMA datang latihan, dan kita latihan," ungkap Iwa K, mengenang kembali momen-momen kolaborasi tersebut. Namun, ia secara tegas membedakan hubungan tersebut sebagai hubungan yang murni bersifat profesional dan lebih banyak berkaitan dengan proyek manggung bersama, bukan merupakan sebuah proyek musik jangka panjang yang mendalam atau hubungan pribadi yang lebih intim.

Menyinggung mengenai respons dari pihak keluarga, terutama sang istri, Iwa K menyatakan bahwa tidak ada masalah berarti yang timbul. Ia mengaku selalu mengedepankan keterbukaan dalam berkomunikasi dengan istrinya dan langsung memberikan penjelasan ketika isu tersebut pertama kali mencuat. "Nggak sih, kalau istri karena memang tahu gue ngomong ya, gue cerita apa pun ke istri kan. Jadi ketika memang hari itu juga, gue tuh baru tahu tanggal berapa waktu itu gue preskon ya? Tanggal 7 ya? Tanggal 6. Tanggal 6 waktu itu ada preskon, di mobil tahu-tahu. Ada link dari istri karena ada wartawan juga beberapa nanya ke istri dan ke manajer saya. ‘Nah, apaan nih?’ gitu kan. Tahunya baru di situ saja kok. Dan pas pulang juga istri cuma nanya gini, ‘Kamu yakin nggak ada yang ke-skip ceritanya? Nggak, nggak ada, nggak ada’. Ya sudah," pungkasnya, mengakhiri penjelasannya dengan nada lega dan meyakinkan bahwa rumah tangganya tetap harmonis dan tidak terpengaruh oleh isu yang beredar.

Dalam konteks yang lebih luas, isu yang mengaitkan Iwa K dengan Denada sebagai ayah biologis anak Denada ini menarik untuk dicermati dari berbagai sudut pandang. Pertama, fenomena penyebaran rumor di era digital saat ini menjadi semakin cepat dan sulit dikontrol. Media sosial dan platform online lainnya seringkali menjadi sarana penyebaran informasi, baik yang benar maupun yang salah, tanpa verifikasi yang memadai. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya literasi digital bagi masyarakat agar mampu memilah informasi yang diterima. Kedua, berita semacam ini juga menyoroti bagaimana kehidupan pribadi figur publik kerap menjadi konsumsi publik dan objek spekulasi. Meskipun Iwa K telah memberikan klarifikasi, potensi pertanyaan dan rasa penasaran dari masyarakat mungkin masih akan terus ada.

Penting untuk dicatat bahwa Denada sendiri, sebagai ibu dari Ressa Rossano, memiliki hak penuh untuk menjaga privasi anaknya dan memberikan informasi yang relevan mengenai ayah biologis Ressa sesuai dengan waktu dan cara yang dianggapnya tepat. Publik perlu menghargai keputusan Denada dalam hal ini. Kehadiran Ressa Rossano dalam kehidupan Denada tentu membawa kebahagiaan tersendiri bagi sang penyanyi, dan fokus utama publik seharusnya adalah memberikan dukungan positif bagi Denada dalam membesarkan buah hatinya, terlepas dari siapa ayah biologisnya.

Kasus ini juga menggarisbawahi pentingnya menjaga batasan antara kehidupan profesional dan pribadi seorang artis. Meskipun Iwa K dan Denada memiliki sejarah kolaborasi dalam dunia musik, hal tersebut tidak serta-merta berarti mereka memiliki hubungan pribadi yang lebih dalam atau hubungan romantis yang menghasilkan keturunan. Klarifikasi Iwa K menjadi bukti nyata bahwa hubungan profesional dalam industri hiburan seringkali disalahartikan oleh publik.

Lebih jauh, respons Iwa K yang santai namun tegas menunjukkan kedewasaan dalam menghadapi tekanan publik. Ia tidak terpancing emosi atau memberikan pernyataan yang justru memperkeruh suasana. Kemampuannya untuk tetap tenang dan fokus pada fakta, serta keyakinannya pada integritas dirinya di mata orang-orang terdekat, patut diapresiasi. Pengakuannya mengenai keterbukaan dengan istri juga menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya komunikasi dalam sebuah hubungan pernikahan, terutama ketika menghadapi isu-isu sensitif yang dapat mengancam keharmonisan.

Iwa K, sebagai salah satu legenda musik rap di Indonesia, memiliki rekam jejak yang panjang di industri ini. Pengalamannya yang luas, baik dalam dunia musik maupun dalam menghadapi sorotan publik, tampaknya telah membentuknya menjadi pribadi yang tangguh. Pernyataannya yang tidak terpengaruh oleh isu tersebut, baik dalam relasi bisnis maupun personal, menegaskan bahwa reputasinya dibangun di atas dasar yang kuat dan tidak mudah digoyahkan oleh rumor semata.

Klarifikasi ini diharapkan dapat mengakhiri spekulasi yang beredar dan mengembalikan fokus publik pada karya-karya dan aktivitas positif dari Iwa K dan Denada. Industri hiburan Indonesia membutuhkan lebih banyak figur publik yang dapat menjadi contoh positif dalam hal profesionalisme, integritas, dan kemampuan menghadapi tantangan dengan bijak. Semoga isu ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak, baik artis, media, maupun publik, untuk lebih berhati-hati dalam menyebarkan informasi dan menghargai privasi setiap individu. (fbr/mau)