0

Khaul Kiai Hasan Marwi Teguhkan Spirit Dakwah Rifa’iyah Temanggung Pasca Ramadan

Share

Semangat keagamaan dan pengabdian umat di lingkungan Rifa’iyah Kabupaten Temanggung kembali menemukan momentumnya pasca berakhirnya bulan suci Ramadan 1447 H. Pada Sabtu (28/3), Pengurus Daerah (PD) Rifa’iyah Temanggung secara resmi membuka rangkaian kegiatan organisasi tahunan yang dipusatkan di halaman Masjid Jami’ At-Taqwa, Dusun Mbatok, Desa Kebonsari, Kecamatan Wonoboyo. Perhelatan ini terasa istimewa karena dirangkaikan dengan peringatan Khaul ke-97 Kiai Hasan Marwi, sosok ulama karismatik yang dikenal luas sebagai peletak dasar ajaran Islam dan nilai-nilai perjuangan Rifa’iyah di wilayah Mbatok dan sekitarnya.

Khaul Kiai Hasan Marwi Teguhkan Spirit Dakwah Rifa’iyah Temanggung Pasca Ramadan

Kehadiran ribuan jemaah yang memadati area masjid menjadi bukti nyata betapa kuatnya ikatan batin warga Rifa’iyah terhadap para pendahulu mereka. Suasana khidmat menyelimuti jalannya acara, terutama saat rangkaian doa dan tausiyah berlangsung. Sebagai pembicara utama, hadir Habib Mustofa Al Alydrus dari Bangilan, Tuban, Jawa Timur, yang memberikan siraman rohani mendalam mengenai pentingnya menjaga konsistensi dalam beribadah serta meneladani jejak langkah para ulama salaf.

Dalam sambutan pembukanya, K. Sobikun, yang mewakili Ketua PD Rifa’iyah Temanggung, menekankan bahwa integrasi antara kegiatan selapanan (rutin bulanan) dengan peringatan khaul memiliki signifikansi strategis. Menurutnya, acara ini bukan sekadar seremoni keagamaan, melainkan media efektif untuk merevitalisasi semangat juang jemaah. Dengan meneladani biografi dan dedikasi Kiai Hasan Marwi, diharapkan warga Rifa’iyah memiliki energi psikologis baru untuk menghadapi tantangan dakwah di masa depan. “Nilai-nilai kebaikan yang diwariskan oleh para ulama terdahulu adalah bahan bakar utama yang memberikan energi positif bagi kelangsungan umat. Mengingat sejarah adalah cara kita menghargai akar dan menjaga kesinambungan risalah dakwah,” tegas K. Sobikun yang juga menjabat sebagai Kepala MI Rifa’iyah Seneng, Desa Pateken.

Khaul Kiai Hasan Marwi Teguhkan Spirit Dakwah Rifa’iyah Temanggung Pasca Ramadan

Selain menyoroti aspek spiritual, K. Sobikun juga memaparkan agenda organisasi yang cukup padat di masa mendatang. Ia mengingatkan seluruh pengurus ranting bahwa masa khidmat kepengurusan PD Rifa’iyah Temanggung saat ini akan berakhir pada Juli 2026. Oleh karena itu, ia mendorong agar setiap ranting mulai melakukan pemetaan dan pengaderan secara serius untuk melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan yang memiliki loyalitas dan kompetensi tinggi. Mengingat Temanggung akan menjadi tuan rumah Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) Rifa’iyah tahun ini, koordinasi antar-ranting menjadi sangat krusial. “Kami memohon dukungan penuh dari seluruh pihak. Mengelola organisasi sebesar Rifa’iyah bukanlah perkara ringan; ini adalah amanah besar untuk mengurus jam’iyah sekaligus jemaah. Dakwah hari ini harus lebih dinamis, diiringi dengan inovasi, pergerakan yang terukur, dan sentuhan seni agar pesan-pesan agama dapat diterima oleh berbagai kalangan,” tambahnya.

Dalam sesi tausiyahnya, Habib Mustofa Al Alydrus memberikan penekanan khusus pada keberlangsungan rutinitas ibadah. Beliau menegaskan bahwa pengajian akbar atau perhelatan besar hanyalah pelengkap dalam struktur dakwah, namun kekuatan sesungguhnya justru terletak pada keteguhan jemaah dalam menjaga pengajian selapanan atau rutinitas mingguan yang berkelanjutan. Konsistensi dalam hal kecil, menurut beliau, adalah kunci keberkahan hidup.

Khaul Kiai Hasan Marwi Teguhkan Spirit Dakwah Rifa’iyah Temanggung Pasca Ramadan

Lebih lanjut, Habib Mustofa menyoroti pentingnya tanggung jawab pribadi dan sikap syukur. Beliau mengingatkan jemaah akan dua jenis dosa besar yang hukumannya sering kali dipercepat oleh Allah SWT di dunia, yaitu perilaku zalim kepada sesama dan kedurhakaan kepada orang tua. "Banyak orang yang hidupnya menderita di masa tua karena mereka abai terhadap rida orang tua. Ingatlah bahwa rida Allah sangat bergantung pada rida orang tua. Jangan sampai kita menjadi orang yang rajin beribadah ritual namun mengabaikan hak-hak kemanusiaan," ujar Habib Mustofa di hadapan sekitar 1.000 jemaah yang hadir.

Beliau juga memberikan peringatan keras mengenai konsep "orang bangkrut" di akhirat. Menurutnya, mereka yang rajin salat, puasa, dan berzikir namun gemar menggunjing, menyebar fitnah, atau menyakiti perasaan orang lain, adalah sosok yang merugi. Segala amal kebaikan mereka akan habis diberikan kepada pihak yang dizalimi, sehingga mereka akan menghadap Allah dengan tangan hampa. Pesan ini menjadi pengingat bagi seluruh warga Rifa’iyah untuk menyeimbangkan antara hubungan dengan Tuhan (hablum minallah) dan hubungan dengan sesama manusia (hablum minannas).

Khaul Kiai Hasan Marwi Teguhkan Spirit Dakwah Rifa’iyah Temanggung Pasca Ramadan

Antusiasme warga dalam acara ini terlihat dari keterlibatan berbagai lapisan usia, mulai dari tokoh senior hingga generasi muda. Kehadiran para ulama kharismatik lainnya, seperti KH Syihabudin dari PP Al-Hadist Wonorejo, K. Imbuh Jumali dari PP Riyadhotus Sholihin, K. Nur Yasin dari PIPP Mambaul Hikmah Bantengan, serta jajaran pengurus daerah dan ranting se-Kabupaten Temanggung, menambah bobot spiritualitas pertemuan tersebut. Keterlibatan tokoh-tokoh besar ini menunjukkan soliditas organisasi Rifa’iyah yang tetap terjaga dengan baik.

Acara yang berakhir hingga sore hari ini tidak hanya meninggalkan kesan mendalam secara emosional, tetapi juga memberikan cetak biru bagi langkah-langkah strategis organisasi. Pasca Ramadan, momentum ini menjadi titik tolak bagi PD Rifa’iyah Temanggung untuk lebih memperkuat konsolidasi internal. Dengan adanya agenda Muskerwil yang sudah di depan mata, seluruh pengurus dan jemaah berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dakwah, memperluas cakupan sosial, dan memastikan bahwa nilai-nilai ajaran Rifa’iyah tetap relevan dengan perkembangan zaman.

Khaul Kiai Hasan Marwi Teguhkan Spirit Dakwah Rifa’iyah Temanggung Pasca Ramadan

Kegiatan ini secara keseluruhan berhasil meneguhkan kembali identitas Rifa’iyah Temanggung sebagai organisasi yang tidak hanya fokus pada ritual ibadah, tetapi juga sangat peduli pada aspek pendidikan, pengaderan, dan pemberdayaan masyarakat. Dengan perpaduan antara khaul tokoh ulama dan agenda organisasi yang visioner, Rifa’iyah Temanggung optimistis dapat menghadapi tantangan masa depan dengan lebih solid dan inovatif. Semangat yang dipupuk melalui acara ini diharapkan tidak berhenti di halaman masjid, melainkan terus berdenyut dalam setiap aktivitas dakwah di ranting-ranting, demi mewujudkan umat yang berakhlakul karimah, cerdas, dan senantiasa dalam rida Allah SWT.