BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Sebuah insiden yang tak biasa terjadi di Sukmajaya, Depok, Jawa Barat, ketika sebuah mobil operasional pengangkut makanan bergizi gratis (MBG) mengalami kecelakaan. Kejanggalan utama dari peristiwa ini adalah terlepasnya boks kendaraan dari rangkanya, sebuah kejadian yang menimbulkan pertanyaan: bagaimana hal tersebut bisa terjadi? Kanit Gakkum Satlantas Polres Metro Depok, Iptu Pujiono, memberikan penjelasan mendalam mengenai kronologi dan penyebab unik di balik kecelakaan ini. Menurut Iptu Pujiono, boks mobil tersebut tersangkut pada sebuah pohon, dan ketika kendaraan terus bergerak maju, tarikan dari pohon menyebabkan bagian belakang boks terlepas dari dudukan rangkanya. "Boks mobil tersangkut sehingga terjatuh dan terpisah dari rangka mobil," ujar Pujiono saat dikonfirmasi, mengutip dari detikNews pada Selasa (16/12/2025).
Insiden ini bermula ketika mobil MBG tersebut sedang melaju dari arah selatan menuju utara di sebuah jalan raya di Depok. Titik kritis terjadi saat kendaraan mendekati Royal Montessori School. Di lokasi inilah, boks mobil secara tak terduga tersangkut pada sebuah pohon mahoni yang tumbuh di pinggir jalan. Kekuatan tarikan yang dihasilkan dari upaya kendaraan untuk terus bergerak maju, sementara boksnya tertahan oleh pohon, menciptakan gaya yang luar biasa pada sambungan antara boks dan rangka. Gaya ini, jika cukup kuat, dapat melebihi batas kekuatan material sambungan atau titik pengikat, yang pada akhirnya menyebabkan boks terlepas. Penting untuk dicatat bahwa, berdasarkan keterangan Iptu Pujiono, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kecelakaan ini. Selain itu, mobil tersebut sedang dalam kondisi kosong, tidak mengangkut muatan makanan bergizi pada saat kejadian. Hal ini tentu saja mengurangi potensi kerugian material yang lebih besar akibat tumpahan makanan.
Kejadian ini sontak menjadi viral di berbagai platform media sosial, menarik perhatian publik karena keanehan kronologinya. Video dan foto-foto insiden tersebut beredar luas, salah satunya diunggah oleh akun Instagram @depok24jam. Narasi yang beredar di akun tersebut menyebutkan bahwa mobil MBG itu terguling dan kemudian menyangkut di pohon, dengan boks yang terlihat ‘melorot’ setengah dari rangkanya. Akun tersebut melaporkan bahwa kecelakaan tunggal ini terjadi di Jalan M Yusuf, Depok 2, sekitar pukul 06.30 WIB, dan sempat menyebabkan kemacetan parah di area tersebut. Deskripsi ini memberikan gambaran visual yang kuat tentang dampak dari insiden tersebut, menyoroti betapa seriusnya kerusakan yang dialami kendaraan, terutama pada bagian boksnya.
Untuk memahami lebih dalam bagaimana sebuah boks kendaraan bisa terlepas dari rangkanya, kita perlu meninjau beberapa faktor teknis yang mungkin berperan. Struktur boks kargo pada kendaraan komersial umumnya terpasang pada sasis atau rangka utama kendaraan melalui berbagai metode pengikatan. Metode ini bisa berupa baut, pengelasan, atau sistem pengait khusus yang dirancang untuk menahan beban dan getaran selama operasional. Namun, kekuatan sambungan ini memiliki batasnya. Ketika boks tersangkut pada pohon, gaya yang bekerja pada sambungan tersebut bukan lagi sekadar beban vertikal atau lateral akibat manuver normal, melainkan gaya tarik atau dorong yang sangat kuat dan tiba-tiba. Pohon, dengan akarnya yang kuat tertanam di tanah dan batangnya yang kokoh, mampu memberikan resistensi yang signifikan terhadap gerakan kendaraan. Jika gaya yang ditimbulkan oleh pohon ini melebihi kekuatan sambungan boks ke rangka, maka kegagalan struktural tak terhindarkan.
Dalam kasus mobil MBG di Depok, pohon mahoni menjadi ‘aktor’ utama yang memicu terlepasnya boks. Pohon mahoni dikenal memiliki batang yang kuat dan percabangan yang cukup kokoh. Ukuran dan posisi percabangan pohon tersebut, serta kecepatan dan sudut dampak dari kendaraan, semuanya berkontribusi pada besarnya gaya yang bekerja. Kemungkinan besar, boks mobil tersangkut pada bagian bawah pohon atau pada cabang yang cukup rendah, sehingga ketika kendaraan terus bergerak, boks terseret dan tertarik ke belakang. Tarikan ini, jika berlangsung cukup lama atau dengan intensitas tinggi, akan memberikan tekanan berulang pada titik-titik sambungan. Logam, meskipun kuat, dapat mengalami kelelahan material jika terus-menerus dikenai beban yang melebihi batas elastisnya. Dalam kasus ekstrem, seperti yang diduga terjadi di Depok, kegagalan bisa bersifat mendadak dan dramatis.

Penting juga untuk mempertimbangkan desain dan integritas struktural dari boks mobil itu sendiri, serta bagaimana boks tersebut dipasang pada rangka. Kendaraan operasional, terutama yang sering digunakan untuk pengangkutan barang, mungkin mengalami keausan seiring waktu. Sambungan yang mulai rapuh, baut yang kendur, atau area las yang mulai retak dapat menjadi titik lemah yang lebih rentan terhadap kegagalan. Meskipun tidak ada informasi spesifik mengenai kondisi kendaraan sebelum kecelakaan, kemungkinan adanya faktor keausan tidak dapat diabaikan sepenuhnya. Sistem pemasangan boks yang dirancang untuk menahan beban statis dan dinamis normal mungkin tidak cukup kuat untuk menghadapi gaya eksternal yang tidak terduga dan ekstrem seperti tersangkut pada pohon.
Lebih lanjut, mari kita telaah aspek kecepatan kendaraan dan jenis pohon yang terlibat. Kecepatan yang lebih tinggi saat kendaraan menabrak atau tersangkut pada pohon akan menghasilkan energi kinetik yang lebih besar. Energi ini kemudian harus diserap oleh struktur kendaraan. Jika boks mobil yang terpasang di bagian belakang, dan pohon tersebut berada di sisi jalan, maka gaya tarik yang dialami boks akan sangat signifikan. Pohon mahoni, dengan ukurannya yang umum, dapat memberikan hambatan yang cukup besar. Bayangkan sebuah kendaraan yang terus bergerak maju sementara bagian belakangnya tertahan oleh objek yang sangat kuat. Tekanan yang dialami oleh sambungan antara boks dan rangka akan sangat besar, mirip dengan prinsip tuas yang diperpanjang.
Analisis dari sudut pandang fisika dapat memberikan gambaran yang lebih jelas. Gaya yang bekerja pada boks adalah hasil dari perkalian massa boks dan percepatan yang diakibatkannya, dikurangi gaya gesek dan gaya lain yang menahan. Namun, dalam kasus ini, gaya utamanya adalah gaya tarik yang diberikan oleh pohon. Jika gaya tarik ini melebihi kekuatan geser atau tarik dari sambungan, maka boks akan terlepas. Peristiwa ini juga bisa diperparah jika boks memiliki pusat gravitasi yang tinggi, yang dapat menambah momen puntir pada sambungan saat tersangkut.
Pihak kepolisian, melalui Kanit Gakkum Satlantas Polres Metro Depok, Iptu Pujiono, telah memberikan klarifikasi resmi yang mengkonfirmasi bahwa boks tersangkut di pohon. Penjelasan ini, meskipun singkat, sudah cukup untuk memberikan gambaran umum tentang apa yang terjadi. Namun, pertanyaan mengenai mengapa boks tersebut bisa terlepas begitu saja dari rangkanya, mengindikasikan adanya potensi kerentanan pada sistem pemasangan boks. Ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi produsen kendaraan operasional dan perusahaan yang menggunakan armada untuk meningkatkan standar keamanan dan integritas struktural pada pemasangan boks kargo. Inspeksi rutin dan pemeliharaan yang cermat pada titik-titik sambungan boks ke rangka kendaraan menjadi sangat krusial untuk mencegah insiden serupa di masa mendatang.
Pihak kepolisian juga telah memastikan bahwa mobil tersebut tidak mengangkut muatan makanan pada saat kejadian, yang berarti boks yang terlepas dalam kondisi kosong. Hal ini meminimalkan potensi kerugian lebih lanjut dan fokus kecelakaan menjadi pada kerusakan kendaraan dan kelalaian dalam operasional. Walaupun tidak ada korban, kejadian ini tetap menjadi perhatian karena anomali dari terlepasnya boks dari rangka. Ini menunjukkan bahwa meskipun kendaraan dirancang untuk menahan beban dan kondisi operasional normal, kejadian tak terduga seperti tersangkut pada objek yang kuat dapat menimbulkan konsekuensi yang tidak terduga pula.
Secara keseluruhan, kecelakaan mobil MBG di Depok ini merupakan contoh nyata bagaimana interaksi antara kendaraan, lingkungan, dan kekuatan alam dapat menghasilkan kejadian yang luar biasa. Keterangan dari pihak kepolisian memberikan dasar pemahaman mengenai kronologi, namun implikasi dari terlepasnya boks dari rangka membuka diskusi lebih luas mengenai pentingnya integritas struktural pada kendaraan operasional dan langkah-langkah pencegahan yang perlu diambil. Fenomena ini juga menyoroti peran media sosial dalam menyebarkan informasi dan menarik perhatian publik terhadap peristiwa-peristiwa unik yang terjadi di sekitar kita.

