BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Loyalitas dan kebaikan hati seorang pesepakbola seringkali melampaui batas lapangan hijau. Kisah N’Golo Kante, gelandang kelas dunia yang kini membela Fenerbahce, menjadi bukti nyata. Seorang jurnalis asal Arab Saudi, Alaa Saaed, rela menempuh perjalanan jauh ke Turki demi menyaksikan langsung debut Kante bersama klub barunya, Fenerbahce. Keputusan ini bukanlah sekadar euforia seorang penggemar sepak bola, melainkan sebuah bentuk apresiasi mendalam atas kebaikan Kante yang tak terlupakan.
Kante, yang sebelumnya bermain untuk klub Arab Saudi, Al Ittihad, memutuskan untuk hijrah ke Fenerbahce pada bursa transfer Januari 2026. Ia menandatangani kontrak berdurasi dua tahun dengan klub berjuluk The Yellow Canaries. Debutnya bersama Fenerbahce terbilang manis. Pada Selasa dini hari WIB (10/2), gelandang berusia 34 tahun ini tampil sebagai starter dan turut berkontribusi dalam kemenangan timnya atas Genclerbirligi dengan skor 3-1 di kandang.
Namun, yang menarik perhatian lebih dari sekadar performa Kante di lapangan adalah kehadiran Alaa Saaed di tribun penonton. Saaed, yang berprofesi sebagai jurnalis, terbang dari negaranya, Arab Saudi, ke Turki semata-mata untuk menyaksikan debut Kante. Alasan di balik pengorbanan ini sungguh mengharukan dan mengungkap sisi lain dari pribadi Kante yang jarang terekspos.
Dalam sebuah unggahan di media sosial, Saaed menjelaskan alasan di balik keputusannya yang luar biasa tersebut. "Saya mendapat banyak pertanyaan soal alasan saya terbang ke Turki dan menonton laga pertama N’Golo Kante bersama klub Turki Fenerbahce. Kalau boleh jujur, ini bukan sekadar sepakbola," ujar Saaed dengan nada tulus. Ia mengungkapkan bahwa Kante telah melakukan sesuatu yang akan selalu ia kenang seumur hidup.
Ketika ayahanda Saaed meninggal dunia, Kante menjadi satu-satunya pemain sepak bola yang hadir untuk memberikan penghormatan terakhir. "Ketika ayah saya wafat, semoga Allah mengampuni dosa-dosanya, Kante satu-satunya pemain yang menghadiri salat jenazah," ungkap Saaed. Ia menambahkan bahwa meskipun rumah Kante di Jeddah Utara berjarak cukup jauh dari lokasi pemakaman di Jeddah Selatan, Kante tetap meluangkan waktunya untuk hadir dalam salat Subuh.
Tidak hanya berhenti pada kehadiran saat salat jenazah, Kante juga mendampingi Saaed di area pemakaman. "Kante juga bersama saya di pemakaman, dan sejujurnya, saya tidak akan melupakan apa yang telah dilakukannya selama saya hidup," tutur Saaed, matanya berkaca-kaca membayangkan momen tersebut. Pengalaman yang sangat personal dan menyentuh ini meninggalkan kesan mendalam bagi Saaed.
Oleh karena itu, kehadiran Saaed di Turki saat itu adalah sebuah bentuk ungkapan penghargaan kecil yang ia berikan untuk Kante. "Jadi, kehadiran saya di Turki hari ini hanyalah sebuah ungkapan penghargaan kecil untuknya," tegas Saaed. Ia menambahkan bahwa tidak ada satupun penggemar Al-Ittihad yang akan melupakan kebaikan Kante. "Semoga Allah memberinya kesehatan dan kesuksesan dalam karier bersama timnya Fenerbahce," doanya tulus untuk sang gelandang.
Kisah ini semakin menguatkan reputasi N’Golo Kante sebagai salah satu pesepakbola paling rendah hati di dunia. Kante memang dikenal luas dengan sikapnya yang sederhana dan jauh dari kesan bintang. Senyumnya yang khas seringkali menghiasi wajahnya, baik di dalam maupun di luar lapangan. Sifatnya yang rendah hati ini tidak hanya tercermin dalam momen-momen besar seperti yang dialami Saaed, tetapi juga dalam interaksi sehari-harinya.
Beberapa kali, Kante diberitakan pernah datang menghadiri undangan makan malam dari para penggemar. Tindakan-tindakan kecil namun penuh makna ini menunjukkan bahwa Kante sangat menghargai dukungan yang ia terima dan tidak ragu untuk membalasnya dengan kebaikan. Ia tidak memandang status atau perbedaan, melainkan melihat sesama manusia dengan hati yang tulus.
Fenomena Kante ini menjadi sebuah pelajaran berharga bagi banyak orang, terutama para figur publik. Di era di mana citra seringkali menjadi segalanya, Kante membuktikan bahwa integritas dan kebaikan hati adalah fondasi yang tak tergantikan. Ia tidak hanya unggul dalam mengolah si kulit bundar, tetapi juga dalam mengolah hati dan menjalin hubungan kemanusiaan.
Perjalanannya dari Leicester City ke Chelsea, lalu ke Al Ittihad, dan kini ke Fenerbahce, selalu diwarnai dengan kekaguman terhadap performanya sekaligus kepribadiannya yang luar biasa. Di setiap klub yang ia bela, Kante selalu meninggalkan jejak positif, tidak hanya di ruang ganti, tetapi juga di hati para penggemar dan orang-orang di sekitarnya.
Kebaikan Kante dalam momen duka Saaed adalah contoh nyata bagaimana seorang individu dapat memberikan dampak besar melalui tindakan sederhana namun penuh empati. Dalam dunia yang terkadang terasa keras dan individualistis, gestur seperti yang dilakukan Kante menjadi oase yang menyegarkan. Ia menunjukkan bahwa sepak bola lebih dari sekadar pertandingan; ia adalah tentang persahabatan, rasa hormat, dan kemanusiaan.
Bagi Alaa Saaed, menyaksikan debut Kante di Fenerbahce bukan hanya tentang menyaksikan pertandingan, tetapi juga tentang memberikan penghormatan kepada seseorang yang telah menunjukkan kepadanya arti persahabatan sejati di saat ia paling membutuhkan. Ini adalah kisah tentang bagaimana kebaikan yang tulus dapat membalas diri sendiri, melintasi batas negara dan budaya, dan meninggalkan jejak yang tak terhapuskan.
Kisah ini juga mengingatkan kita bahwa di balik sorotan media dan gemerlap dunia sepak bola, terdapat individu-individu yang memiliki hati emas. N’Golo Kante adalah salah satunya. Ia adalah bukti hidup bahwa kesuksesan sejati tidak hanya diukur dari trofi yang diraih, tetapi juga dari kebaikan yang ditabur dan dampak positif yang ditinggalkan pada kehidupan orang lain.
Semoga kisah ini menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk meniru kebaikan hati N’Golo Kante, baik dalam skala besar maupun kecil. Karena pada akhirnya, apa yang akan selalu dikenang dari seorang individu adalah bukan hanya apa yang ia capai, tetapi bagaimana ia membuat orang lain merasa. Dan dalam kasus N’Golo Kante, ia telah membuat banyak orang merasa dihargai, dihormati, dan dicintai.

