Delapan bulan menjelang pengumuman resmi, gaung bocoran seputar seri iPhone 18, khususnya model Pro, sudah mulai menggema di jagat maya. Rumor terbaru yang beredar bukan sekadar spekulasi biasa, melainkan menyentuh jantung desain dan fungsionalitas lini ponsel flagship Apple, terutama mengenai konfigurasi layar dan nasib fitur ikonik Dynamic Island. Perombakan besar pada kamera depan dan sensor Face ID diperkirakan akan mengubah secara drastis tampilan muka iPhone 18 Pro, membawa era baru bagi desain smartphone Apple.
Informasi terkini datang dari tipster terkemuka Digital Chat Station melalui platform media sosial Weibo. Dalam unggahannya, ia membeberkan bahwa iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max akan mempertahankan ukuran layar yang sama dengan generasi sebelumnya, masing-masing 6,3 inci dan 6,9 inci. Konsistensi dalam ukuran layar ini menunjukkan bahwa Apple mungkin berfokus pada inovasi internal dan estetika daripada perubahan dimensi fisik yang signifikan.
Layar kedua model Pro ini diprediksi masih akan mengadopsi teknologi display LTPO dengan refresh rate adaptif 120Hz. Teknologi LTPO (Low-Temperature Polycrystalline Oxide) memungkinkan layar untuk secara dinamis menyesuaikan refresh rate-nya, mulai dari serendah 1Hz hingga setinggi 120Hz. Kemampuan ini tidak hanya menjamin pengalaman visual yang sangat mulus saat scrolling, bermain game, atau menonton video, tetapi juga berkontribusi pada efisiensi daya yang superior, mengingat layar adalah salah satu komponen yang paling boros energi pada smartphone.
Namun, titik fokus utama dari bocoran Digital Chat Station adalah klaim terobosan baru yang akan dibawa oleh iPhone 18 Pro: integrasi sensor Face ID di bawah layar. Jika rumor ini benar-benar terwujud, ini akan menjadi lompatan teknologi yang monumental bagi Apple. Face ID, sistem otentikasi biometrik berbasis pengenalan wajah yang sangat aman dan kompleks, memerlukan serangkaian sensor inframerah dan dot projector. Menempatkan semua komponen canggih ini di bawah layar, tanpa mengorbankan akurasi atau kecepatan, adalah tantangan rekayasa yang luar biasa.
Integrasi Face ID di bawah layar secara langsung menimbulkan pertanyaan besar mengenai nasib Dynamic Island pada iPhone 18 Pro. Dynamic Island, yang diperkenalkan pada iPhone 14 Pro, adalah solusi cerdas Apple untuk mengubah "notch" yang dulunya dianggap mengganggu menjadi fitur interaktif dan informatif. Bentuk pil yang berisi kamera depan dan sensor Face ID ini mampu menampilkan notifikasi, aktivitas latar belakang, dan berbagai interaksi secara dinamis, menciptakan pengalaman pengguna yang unik dan inovatif.
Bulan lalu, laporan dari The Information, sumber yang dikenal memiliki rekam jejak yang cukup akurat terkait bocoran Apple, juga menguatkan spekulasi ini. Laporan tersebut secara spesifik menyatakan bahwa seri iPhone 18 Pro akan dilengkapi dengan teknologi Face ID bawah layar. Lebih lanjut, laporan tersebut menyebutkan bahwa kamera depan akan dipindahkan ke sudut kiri atas layar, kemungkinan dalam bentuk lubang punch-hole yang lebih kecil dan tidak terlalu mencolok.
Jika kedua laporan ini benar, maka konsekuensinya adalah hilangnya potongan berbentuk pil di bagian tengah layar yang selama ini menjadi ciri khas tampilan Dynamic Island pada model Pro. Ini berarti Apple akan beralih dari solusi desain yang interaktif ke tampilan layar penuh yang lebih imersif, dengan hanya menyisakan lubang kecil untuk kamera depan. Perubahan ini akan membawa iPhone 18 Pro lebih dekat ke estetika layar penuh yang telah lama diimpikan banyak pengguna, sekaligus menyelaraskan diri dengan tren desain yang banyak ditemukan pada smartphone Android premium.
Namun, tidak semua rumor senada. Laporan lain justru mengklaim bahwa Dynamic Island dengan bentuk pil masih akan tetap hadir di iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max, namun dengan ukuran yang diperkecil secara signifikan. Mengutip dari 9to5Mac pada Kamis (15/1/2026), skenario ini menyiratkan bahwa Apple mungkin masih ingin mempertahankan elemen interaktif Dynamic Island, meskipun sensor Face ID telah dipindahkan ke bawah layar. Bentuk pil yang lebih kecil bisa jadi hanya akan menampung kamera depan, sementara ruang yang tersisa akan tetap dimanfaatkan untuk fungsi-fungsi Dynamic Island yang telah dikenal.
Perdebatan antara "Dynamic Island hilang sepenuhnya" atau "Dynamic Island menyusut" menunjukkan betapa krusialnya keputusan desain ini bagi Apple. Hilangnya Dynamic Island secara total akan menjadi langkah berani yang mengutamakan estetika layar penuh, sementara penyusutannya bisa menjadi kompromi untuk mempertahankan elemen perangkat lunak yang telah dibangun di sekitarnya.
Selain fokus pada seri Pro, Digital Chat Station juga memberikan bocoran mengenai model lainnya. iPhone 18 standar dan model baru yang disebut iPhone Air 2 masing-masing akan mengusung layar berukuran 6,3 inci dan 6,5 inci. Kedua model ini juga akan menggunakan teknologi layar LTPO dengan refresh rate 120Hz, sebuah peningkatan signifikan jika dibandingkan dengan model standar iPhone generasi sebelumnya yang masih terbatas pada 60Hz.
Yang menarik, bocoran ini mengindikasikan bahwa iPhone 18 dan iPhone Air 2 masih akan memiliki Dynamic Island. Hal ini secara tidak langsung menegaskan bahwa posisi kamera depan dan sensor Face ID pada kedua model ini masih akan sama seperti generasi sebelumnya, yaitu berada di dalam potongan berbentuk pil tersebut. Strategi ini jelas akan menciptakan diferensiasi yang lebih tajam antara model Pro dan model standar, di mana inovasi paling radikal akan eksklusif untuk lini premium.
Penamaan "iPhone Air 2" juga menimbulkan spekulasi. Apakah ini akan menjadi penerus spiritual dari iPhone SE, atau mungkin varian yang lebih ringan dan ramping dari iPhone standar, atau bahkan model yang menyasar segmen pasar baru? Hanya waktu yang akan menjawab. Namun, adanya "iPhone Air 2" menunjukkan bahwa Apple mungkin sedang merombak portofolio produknya untuk memenuhi kebutuhan pasar yang lebih luas atau memperkenalkan kategori baru.
Mengenai jadwal peluncuran, Apple diprediksi akan mengumumkan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max pada bulan September tahun ini, sesuai dengan siklus peluncuran tahunan mereka yang konsisten. Yang tak kalah mengejutkan, kabarnya iPhone Fold generasi pertama juga akan diperkenalkan secara bersamaan dengan model Pro. Ini akan menjadi momen bersejarah bagi Apple, menandai debut mereka di pasar smartphone lipat yang semakin kompetitif.
Namun, untuk iPhone 18 standar dan iPhone Air 2, bocoran mengindikasikan bahwa peluncurannya akan dilakukan secara terpisah, yaitu pada Maret 2027. Jika ini benar, strategi peluncuran yang terpisah ini akan menjadi perubahan signifikan dari kebiasaan Apple yang biasanya meluncurkan sebagian besar lini iPhone dalam satu acara. Penundaan ini bisa jadi disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari kendala produksi komponen, strategi pemasaran yang ingin memberi ruang bagi model Pro dan Fold, atau bahkan upaya untuk menyasar musim belanja yang berbeda.
Secara keseluruhan, jika semua bocoran ini terbukti akurat, iPhone 18 Pro akan menandai babak baru dalam evolusi desain iPhone. Hilangnya Dynamic Island dan integrasi Face ID di bawah layar tidak hanya akan memberikan tampilan yang lebih bersih dan modern, tetapi juga menegaskan kembali posisi Apple sebagai pemimpin inovasi di industri smartphone. Tentu saja, hingga pengumuman resmi Apple, semua ini masih berada dalam ranah spekulasi. Namun, kegembiraan dan antisipasi seputar apa yang akan dibawa oleh iPhone 18 series sudah mulai terasa. Dunia menanti, apakah Apple akan sekali lagi mendefinisikan ulang standar estetika dan fungsionalitas di pasar ponsel pintar.

