0

Inul Daratista Gak Buru-buru Mikir Punya Cucu, Anak Harus Cari Duit Sendiri Dulu

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Pedangdut ternama Inul Daratista dan suaminya, Adam Suseno, mengungkapkan bahwa mereka tidak terburu-buru untuk segera memiliki cucu. Fokus utama mereka saat ini adalah memastikan putra semata wayang mereka, Ivan, tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan matang sebagai seorang laki-laki. Meskipun sesekali terlihat membagikan momen mengasuh anak kecil di media sosial, Inul menegaskan bahwa keinginan untuk menimang cucu dari Ivan belum menjadi prioritas utama. "Nimang cucu? Anaknya saja baru SMA belum lulus. Insyaallah, insyaallah, yang penting diajarin dulu, diajarin kerja dulu. Kalau aku bilang kalau sudah kerja, bisa cari duit sendiri boleh pilih pasangan gitu, boleh dikenalin ke rumah. Sudah bilang begitu sih, sudah warning ya Yang (Mas Adam)," ujar Inul Daratista saat ditemui di studio FYP Trans 7, Mampang, pada Selasa (7/4/2026).

Keputusan Inul dan Adam untuk menunda rencana memiliki cucu dilatarbelakangi oleh keinginan mereka agar Ivan memiliki bekal yang kuat dalam hidup. Mereka percaya bahwa kemandirian finansial adalah salah satu kunci penting bagi seorang pria untuk bisa membangun rumah tangga yang stabil dan bertanggung jawab. Inul secara tegas telah menyampaikan prinsip ini kepada putranya, menekankan bahwa ia akan merestui Ivan memilih pasangan dan membawanya ke keluarga ketika Ivan sudah mampu mencari penghasilan sendiri. Pesan ini bukan sekadar ucapan, melainkan sebuah pengarahan yang telah diulang-ulang kepada Ivan dan juga diingatkan kepada sang suami, Adam Suseno, sebagai bentuk kesepakatan dalam mendidik anak.

Saat ini, Ivan masih menempuh pendidikan di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) dan belum menyelesaikan studinya. Inul dan Adam memahami bahwa usia muda adalah masa transisi yang krusial bagi perkembangan karakter dan kemandirian. Oleh karena itu, mereka lebih memilih untuk membekali Ivan dengan berbagai pelajaran hidup, terutama mengenai etos kerja dan pentingnya mencari nafkah. Inul berpendapat bahwa ketika Ivan sudah memiliki kemampuan untuk menghasilkan uang sendiri, barulah ia dianggap cukup matang untuk mulai memikirkan urusan percintaan dan membangun keluarga. Hal ini mencerminkan pandangan Inul sebagai orang tua yang ingin memberikan fondasi yang kokoh bagi masa depan putranya.

Menariknya, Ivan sendiri menunjukkan sikap yang cukup tertutup terkait urusan asmara. Inul mengaku lega dengan sikap putranya tersebut. "Ivan mah diam saja, aku tanya, ‘Entar dulu deh Ma,’ gitu. Alhamdulillah ya, anaknya begitu," ungkap Inul dengan nada bersyukur. Sikap Ivan yang tidak terburu-buru dalam urusan percintaan ini justru menjadi nilai tambah di mata Inul. Ia melihat Ivan sebagai anak yang fokus pada pendidikannya dan belum terpengaruh oleh hiruk pikuk pergaulan di luar sana. Keterbukaan Inul mengenai hal ini juga menunjukkan betapa harmonisnya hubungan antara dirinya, Adam, dan Ivan, di mana komunikasi berjalan lancar dan saling memahami.

Meskipun Inul sempat terlihat mengasuh anak kecil di beberapa unggahan media sosialnya, ia mengakui bahwa hal tersebut bukanlah indikasi kesiapannya untuk memiliki cucu. Pengalaman menjadi ‘babysitter’ dadakan itu justru membuatnya sadar bahwa mengurus anak kecil membutuhkan energi dan kesabaran yang luar biasa. "Kalau momen mengasuh anak kecil yang sempat ia bagikan. Inul mengaku gak kuat kalau harus lama-lama," jelasnya. Hal ini semakin memperkuat pandangannya bahwa Ivan masih memiliki banyak waktu untuk menyelesaikan pendidikannya dan mempersiapkan diri sebelum ia memiliki tanggungan.

Sementara itu, Adam Suseno memberikan gambaran lebih rinci mengenai arah masa depan yang diinginkan untuk Ivan. Menurut Adam, Ivan tidak terlalu tertarik untuk terjun ke dunia hiburan yang selama ini membesarkan nama keluarganya. "Kalau anak kami sih milihnya bisnis. Mungkin kurang tertarik pada hiburan," ujar Adam. Keputusan ini diambil berdasarkan pengamatan Adam terhadap minat dan bakat Ivan. Ia melihat bahwa Ivan memiliki kecenderungan yang lebih besar ke arah dunia bisnis, sebuah bidang yang membutuhkan ketekunan, strategi, dan pemahaman pasar. Hal ini sejalan dengan harapan Inul dan Adam agar Ivan menjadi pribadi yang mandiri dan memiliki keahlian di bidang yang ia pilih sendiri.

Namun, Adam tidak menampik bahwa bakat seni tetap mengalir dalam diri Ivan. Inul menambahkan bahwa meskipun Ivan memilih jalur bisnis, ia tetap memiliki potensi besar di bidang musik. "Kalau musiknya kelihatan ya. Dari kecil dia kalau nyanyi juga gak fals. Terus main musik juga pintar, pianonya sudah mahir karena papanya juga ngelesin dia dari basic banget. Jadi untuk main piano, main musik itu sudah canggih banget," tutup Inul Daratista. Bakat musik Ivan ini terlihat sejak usia dini. Ia memiliki suara yang merdu dan tidak pernah fals saat bernyanyi. Kemampuannya memainkan alat musik, khususnya piano, juga sangat mengagumkan. Adam Suseno sendiri berperan aktif dalam mengajari Ivan bermain piano sejak ia masih kecil, memberikan dasar-dasar musik yang kuat. Pengajaran yang intensif ini membuat Ivan mahir dalam memainkan piano dan memiliki pemahaman yang mendalam tentang musik.

Kombinasi antara minat di bidang bisnis dan bakat seni yang dimiliki Ivan memberikan Inul dan Adam keyakinan bahwa putra mereka memiliki potensi untuk meraih kesuksesan di masa depan, baik dalam karir maupun kehidupan pribadinya. Mereka tidak memaksakan kehendak untuk Ivan mengikuti jejak mereka di dunia hiburan, melainkan memberikan kebebasan bagi Ivan untuk memilih jalannya sendiri, asalkan itu adalah pilihan yang terbaik untuknya. Fokus utama mereka tetap pada pembentukan karakter, kemandirian, dan pendidikan yang berkualitas.

Dalam pandangan Inul Daratista, menjadi orang tua bukan hanya tentang memberikan materi, tetapi juga tentang membimbing dan mengarahkan anak agar menjadi pribadi yang utuh dan bertanggung jawab. Keputusan untuk tidak terburu-buru memiliki cucu adalah salah satu bentuk kebijaksanaan Inul dalam mendidik Ivan. Ia ingin memastikan bahwa Ivan benar-benar siap secara mental, emosional, dan finansial sebelum ia mengambil langkah besar dalam hidupnya. Hal ini mencerminkan pendekatan parenting yang modern dan berorientasi pada kemandirian anak.

Lebih lanjut, Inul menjelaskan bahwa proses pendewasaan Ivan juga melibatkan pembelajaran tentang pentingnya menghargai pasangan hidup. Dengan mandiri secara finansial, Ivan diharapkan dapat membangun hubungan yang setara dan penuh rasa hormat dengan pasangannya kelak. Ini adalah pelajaran berharga yang ingin ditanamkan Inul kepada putranya agar kelak ia menjadi suami dan kepala keluarga yang baik.

Keberhasilan Inul Daratista dalam membangun karir yang cemerlang di dunia hiburan serta Adam Suseno yang selalu setia mendampingi, menjadi contoh teladan yang baik bagi Ivan. Namun, Inul dan Adam tidak ingin Ivan hanya sekadar meniru, melainkan menemukan jati dirinya sendiri dan membangun kesuksesan versinya sendiri. Dengan bekal pendidikan, bakat, dan arahan yang tepat dari orang tuanya, Ivan diharapkan dapat tumbuh menjadi pribadi yang sukses dan membanggakan, baik bagi dirinya sendiri maupun bagi keluarga.

Keputusan Inul Daratista dan Adam Suseno untuk fokus pada kemandirian Ivan sebelum memikirkan cucu menunjukkan pola pikir orang tua yang progresif. Mereka tidak terpengaruh oleh ekspektasi sosial atau tren yang ada, melainkan mengutamakan prinsip-prinsip pendidikan yang mereka yakini benar. Dengan demikian, Ivan akan memiliki fondasi yang kuat untuk menghadapi berbagai tantangan hidup dan membangun masa depan yang gemilang. Ke depannya, Inul dan Adam akan terus mendukung Ivan dalam meraih impiannya, baik di bidang bisnis maupun dalam mengembangkan bakat seninya.