BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Inter Milan, yang berjuluk "Si Ular", dengan tegas menyatakan telah mengubur dalam-dalam luka kekalahan telak di kandang Bodo/Glimt pada leg pertama babak play-off Liga Champions. Tekad membara untuk membalikkan defisit gol dan meraih tiket ke babak 16 besar kini menjadi satu-satunya fokus tim asuhan Cristian Chivu. Pertandingan krusial leg kedua akan digelar di markas kebesaran Inter, Giuseppe Meazza, pada Rabu, 24 Februari 2026. Misi yang diemban Inter Milan sungguh berat, mereka tidak hanya dituntut menang, tetapi harus meraih kemenangan dengan selisih lebih dari dua gol untuk bisa melaju.
Kekalahan 1-3 di kandang Bodo/Glimt pada leg pertama menjadi pukulan telak bagi Inter Milan. Pertandingan tersebut diawali dengan keunggulan tim tuan rumah melalui gol cepat Sonder Fet. Inter sempat memberikan respons positif dengan menyamakan kedudukan melalui Pio Esposito, namun momentum tersebut tak bertahan lama. Bodo/Glimt, yang tampil mengejutkan, berhasil mencetak dua gol tambahan dalam rentang waktu tiga menit yang krusial, masing-masing melalui aksi gemilang Jens Petter Hauge dan Kasper Hogh. Dua gol kilat ini menjadi penentu kemenangan yang sangat berharga bagi tim asal Norwegia tersebut dan memberikan tugas berat bagi Inter Milan di leg kedua.
Meskipun kekecewaan jelas terpancar dari wajah pelatih Cristian Chivu pasca-laga leg pertama, semangat juang Inter Milan sama sekali tidak padam. Chivu menegaskan bahwa seluruh elemen tim telah sepakat untuk melupakan hasil minor tersebut dan sepenuhnya mengalihkan perhatian pada pertandingan krusial di kandang. Fokus kini tertuju pada penyiapan strategi yang matang dan membangun kembali kepercayaan diri para pemain. Chivu yakin bahwa Inter Milan memiliki kapasitas untuk membalikkan keadaan, bahkan jika harus melewati drama perpanjangan waktu.
"Seharusnya kami bisa bermain lebih baik, dan ada banyak kekecewaan yang kami rasakan. Namun, kami telah memutuskan untuk melupakan hasil tersebut dan sekarang saya sepenuhnya fokus pada pendekatan dan kepercayaan diri kami," ujar Chivu, sebagaimana dikutip dari situs resmi UEFA. "Kami harus menjadi versi terbaik dari diri kami sendiri dan meyakini bahwa kami mampu membalikkan keadaan. Kami akan mencoba untuk bangkit kembali dengan semangat yang baru. Pertandingan ini akan menjadi sebuah duel menyerang, pendekatan kami akan sangat agresif. Kami harus siap untuk berjuang keras, bahkan jika pertandingan harus berlanjut hingga 120 menit."
Inter Milan, yang memiliki sejarah panjang dan gemilang di kancah sepak bola Eropa, menyadari betul arti penting pertandingan ini. Lolos ke babak 16 besar Liga Champions bukan hanya sekadar target olahraga, tetapi juga merupakan upaya untuk mengembalikan marwah dan gengsi klub di panggung internasional. Kekalahan di leg pertama menjadi cambuk bagi para pemain untuk menunjukkan kualitas sesungguhnya dan membuktikan bahwa mereka adalah tim yang patut diperhitungkan. Semangat La Beneamata yang dikenal pantang menyerah akan diuji habis-habisan di Giuseppe Meazza.
Sejarah mencatat bahwa Inter Milan memiliki kemampuan untuk bangkit dari situasi sulit. Rekor pertemuan kedua tim sejauh ini masih sangat minim, mengingat Bodo/Glimt merupakan tim yang relatif baru di kancah Eropa. Namun, kemenangan mereka di leg pertama menunjukkan bahwa tim asuhan Kjetil Knutsen ini memiliki kualitas yang tidak bisa diremehkan. Mereka datang ke Italia dengan kepercayaan diri yang tinggi, setelah berhasil memberikan kejutan di kandang sendiri. Hal ini yang menjadi perhatian serius Chivu dalam mempersiapkan pasukannya.
Chivu kemungkinan besar akan menginstruksikan para pemainnya untuk tampil menekan sejak menit awal pertandingan. Penguasaan bola yang lebih dominan dan permainan agresif di lini tengah menjadi kunci untuk membongkar pertahanan Bodo/Glimt. Kecepatan para pemain sayap dan ketajaman lini depan akan dioptimalkan untuk menciptakan peluang gol sebanyak mungkin. Chivu juga telah mempersiapkan beberapa opsi taktik alternatif, termasuk kemungkinan penggunaan bola-bola panjang dan serangan balik cepat, jika skenario awal tidak berjalan sesuai rencana.
Pertandingan ini juga akan menjadi ujian mental yang berat bagi para pemain Inter Milan. Mereka harus mampu mengatasi tekanan dari para pendukung yang akan memadati Giuseppe Meazza, sekaligus menjaga fokus untuk tidak melakukan kesalahan fatal seperti yang terjadi di leg pertama. Disiplin dalam menjaga lini pertahanan dan efektivitas dalam memanfaatkan setiap peluang yang ada akan menjadi faktor penentu. Chivu sendiri akan berusaha memberikan instruksi yang tepat dari pinggir lapangan, sambil terus memantau perkembangan jalannya pertandingan.
Bagi Bodo/Glimt, pertandingan ini adalah kesempatan emas untuk mencatatkan sejarah baru. Kemenangan atas tim sebesar Inter Milan di babak play-off Liga Champions akan menjadi pencapaian luar biasa bagi klub asal Norwegia ini. Mereka akan datang ke Milan dengan mentalitas tim kuda hitam yang tidak memiliki beban, namun dengan ambisi untuk kembali membuat kejutan. Pengalaman mereka di kompetisi Eropa musim sebelumnya, di mana mereka sempat tampil mengejutkan di Liga Europa, bisa menjadi modal berharga.
Secara taktik, Bodo/Glimt kemungkinan akan tetap bermain dengan gaya yang sama seperti di leg pertama, yaitu mengandalkan transisi cepat dan memanfaatkan celah di pertahanan lawan. Mereka akan berusaha untuk tidak memberikan banyak ruang bagi para pemain Inter Milan untuk mengembangkan permainan. Soliditas lini pertahanan akan menjadi prioritas utama, sambil menunggu momen yang tepat untuk melancarkan serangan balik mematikan. Dua gol tandang yang mereka cetak di leg pertama memberikan keuntungan psikologis yang signifikan.
Namun, bermain di kandang sendiri dengan dukungan penuh dari para penggemar akan menjadi kekuatan tambahan bagi Inter Milan. Giuseppe Meazza, yang memiliki atmosfer legendaris, diharapkan dapat memberikan energi positif bagi para pemain. Chivu telah berulang kali menekankan pentingnya dukungan suporter dalam pertandingan krusial seperti ini. Para pendukung Nerazzurri diharapkan dapat menjadi "pemain kedua belas" yang mampu membakar semangat juang tim.
Secara keseluruhan, leg kedua antara Inter Milan dan Bodo/Glimt menjanjikan pertandingan yang sangat menarik dan penuh drama. Inter Milan harus menunjukkan kedewasaan dalam bermain, ketenangan dalam mengambil keputusan, dan ketajaman dalam penyelesaian akhir. Mereka harus membuktikan bahwa kekalahan di leg pertama hanyalah sebuah kesalahan sesaat dan bahwa mereka layak untuk bersaing di level tertinggi sepak bola Eropa. Dengan tekad yang kuat dan dukungan penuh dari para penggemar, Si Ular siap untuk membalikkan keadaan dan mengukir kemenangan dramatis di Giuseppe Meazza.

