BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Lionel Messi, sosok legendaris yang telah mengukir sejarah panjang di dunia sepak bola, kini mulai membuka tabir mengenai rencana masa depannya setelah gantung sepatu. Di usianya yang telah menginjak 38 tahun, Messi masih menunjukkan performa gemilang sebagai andalan di Inter Miami dan Tim Nasional Argentina. Meskipun kontraknya di klub Amerika Serikat tersebut masih akan berakhir hingga akhir tahun 2028, dan semangat kompetitifnya belum padam, benak sang megabintang telah memikirkan babak baru kehidupannya di luar lapangan hijau. Yang mengejutkan, Messi tidak memiliki ketertarikan untuk menapaki jalur kepelatihan, melainkan memiliki ambisi yang lebih besar untuk menjadi pemilik sebuah klub sepak bola.
"Saya tidak terpikir untuk menjadi pelatih," ungkap Messi dengan tegas, seperti dilansir dari media Tribuna. Pernyataannya ini mematahkan spekulasi yang mungkin mengira ia akan melanjutkan kariernya di dunia sepak bola dengan peran di pinggir lapangan. Sebaliknya, Messi mengungkapkan preferensi yang lebih luas dan strategis. "Saya lebih tertarik menjadi direktur olahraga sebuah klub, atau jika bisa memilih, saya maunya menjadi pemilik klub," lanjutnya, menggarisbawahi keinginannya untuk memiliki kontrol dan pengaruh yang lebih besar dalam pengelolaan sebuah institusi sepak bola.
Ambisi Messi untuk memiliki klub sendiri bukan sekadar keinginan sesaat. Ia memiliki visi yang jelas mengenai apa yang ingin dicapainya melalui kepemilikan klub tersebut. "Saya ingin punya klub sendiri, mengembangkannya, dan membuka kesempatan bagi setiap anak-anak untuk menjadi pemain bola," sambung Messi, menunjukkan komitmennya terhadap pengembangan talenta muda. Ini adalah pernyataan yang sangat penting, karena mencerminkan hasratnya untuk memberikan kembali kepada olahraga yang telah membesarkannya, terutama kepada generasi penerus. Ia ingin menciptakan sebuah ekosistem di mana bakat-bakat muda, terlepas dari latar belakang mereka, memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan meraih impian mereka di dunia sepak bola.
Spekulasi mengenai kemungkinan Messi terlibat dalam kepemilikan klub sudah berhembus kencang sejak lama. Ia sempat dikabarkan akan memiliki kepemilikan saham di klub tempatnya bermain saat ini, Inter Miami. Kabar ini bukan tanpa dasar, mengingat keterlibatan dan pengaruhnya yang besar di klub tersebut. Namun, media-media Argentina baru-baru ini melaporkan bahwa Messi mungkin memiliki rencana yang lebih ambisius lagi, yaitu membeli klub masa kecilnya, Newell’s Old Boys. Klub yang berlokasi di Rosario ini memiliki tempat istimewa di hati Messi, di mana ia memulai perjalanan sepak bolanya sebelum bergabung dengan akademi Barcelona. Jika impian ini terwujud, ini akan menjadi sebuah kepulangan yang emosional bagi Messi dan sebuah momen bersejarah bagi Newell’s Old Boys.
Selain Newell’s Old Boys, Barcelona, klub yang paling identik dengan kejayaan Messi, juga disebut-sebut sebagai salah satu destinasi potensial baginya untuk kembali berkiprah di masa pensiunnya. Ada kemungkinan ia akan kembali ke Camp Nou dalam kapasitas sebagai petinggi klub, mungkin sebagai direktur olahraga atau bahkan dalam peran eksekutif lainnya. Mengingat sejarah panjang dan ikatan emosional yang kuat antara Messi dan Barcelona, gagasan ini tentu saja sangat menarik bagi para penggemar kedua belah pihak. Ia telah memberikan begitu banyak kontribusi bagi klub tersebut selama bertahun-tahun, dan kembalinya dalam peran manajemen bisa menjadi sebuah babak baru yang penuh makna.
Terlepas dari klub mana yang akan ia pilih, satu hal yang pasti adalah bahwa Lionel Messi tidak akan bisa jauh-jauh dari dunia sepak bola setelah masa aktifnya sebagai pemain berakhir. Kecintaannya yang mendalam terhadap olahraga ini, ditambah dengan kecerdasan taktis dan pemahaman mendalamnya tentang permainan, menjadikannya aset yang sangat berharga di luar lapangan. Peran sebagai pemilik klub atau direktur olahraga akan memungkinkannya untuk terus berkontribusi dalam cara yang berbeda, fokus pada strategi jangka panjang, pengembangan pemain, dan keberlanjutan institusi sepak bola.
Visi Messi untuk "membuka kesempatan bagi setiap anak-anak untuk menjadi pemain bola" sangatlah menyentuh dan mencerminkan kepribadiannya yang rendah hati dan berorientasi pada komunitas. Ini bukan hanya tentang membangun tim yang sukses di atas lapangan, tetapi juga tentang menciptakan dampak sosial yang positif melalui sepak bola. Ia mungkin membayangkan akademi sepak bola yang modern, program pengembangan bakat yang komprehensif, dan lingkungan yang suportif bagi para pemain muda untuk tumbuh dan berkembang, baik sebagai atlet maupun sebagai individu.
Keputusan Messi untuk tidak menjadi pelatih juga bisa dipahami. Peran pelatih seringkali membutuhkan tingkat stres dan tekanan yang sangat tinggi, serta tuntutan waktu yang intens. Messi, yang telah menghabiskan sebagian besar hidupnya di bawah sorotan publik dan tekanan kompetisi, mungkin mencari keseimbangan yang berbeda di masa pensiunnya. Menjadi pemilik klub atau direktur olahraga memungkinkan dia untuk terlibat dalam permainan dengan cara yang lebih strategis dan manajemen, tanpa harus secara langsung bertanggung jawab atas taktik pertandingan harian atau hubungan dengan para pemain di ruang ganti.
Lebih jauh lagi, keinginan Messi untuk menjadi pemilik klub mencerminkan ambisinya untuk membangun warisan yang lebih besar lagi. Ia tidak hanya ingin dikenal sebagai pemain terhebat sepanjang masa, tetapi juga sebagai sosok yang memiliki dampak transformatif pada dunia sepak bola. Dengan memiliki klubnya sendiri, ia memiliki kebebasan untuk mewujudkan visinya tanpa batasan birokrasi atau pengaruh eksternal yang mungkin membatasi. Ia bisa menciptakan budaya klub yang sesuai dengan nilai-nilainya, memprioritaskan pengembangan pemain muda, dan membangun hubungan yang kuat dengan komunitas lokal.
Kemungkinan keterlibatan Messi dengan Newell’s Old Boys sangat menarik karena aspek nostalgia dan kesempatan untuk mengembalikan kejayaan bagi klub yang telah lama ia cintai. Membayangkan Messi, yang pernah bermain untuk tim junior mereka, kini kembali sebagai pemilik untuk membawa klub tersebut ke level yang lebih tinggi adalah sebuah cerita yang luar biasa. Ini akan menjadi bukti nyata dari kesetiaan dan rasa terima kasihnya kepada tempat di mana semuanya dimulai.
Sementara itu, jika ia memilih untuk kembali ke Barcelona dalam peran manajemen, ini akan menjadi sebuah simbol rekonsiliasi dan kelanjutan warisan. Ia telah menjadi ikon terbesar dalam sejarah Barcelona, dan kehadirannya di jajaran manajemen bisa memberikan stabilitas, visi, dan inspirasi yang sangat dibutuhkan oleh klub Catalan tersebut di masa depan.
Apapun pilihannya, rencana Messi setelah pensiun menunjukkan kedalaman pemikirannya dan komitmennya yang tak tergoyahkan terhadap sepak bola. Ia ingin terus berkontribusi, bukan hanya sebagai ikon di lapangan, tetapi sebagai seorang arsitek masa depan sepak bola. Dengan visi yang jelas untuk pengembangan talenta muda dan ambisi untuk memiliki klubnya sendiri, Lionel Messi siap untuk memulai babak baru yang menarik dalam hidupnya, yang pasti akan terus mewarnai dunia sepak bola dengan cara yang unik dan inspiratif.

