Fenomena aplikasi Notion telah meresap jauh ke dalam kehidupan digital pengguna media sosial, khususnya di kalangan kreator pendidikan dan produktivitas. Dikenal sebagai kanvas digital serbaguna, Notion memungkinkan penggunanya untuk mengatur segala aspek kehidupan, dari catatan kuliah, proyek kerja, hingga perencanaan harian dengan visual yang super rapi dan fungsional. Popularitasnya yang meroket ini tidak lepas dari ekosistem template yang berkembang pesat, mengubah cara individu dan tim mengelola informasi serta mencapai target mereka.
Dari sekadar alat produktivitas, Notion kini telah melahirkan sebuah ekosistem bisnis baru yang dinamis dan menjanjikan: Notion Marketplace. Platform ini, yang kini menawarkan lebih dari 30.000 template dalam berbagai genre, menjadi bukti nyata bagaimana kreativitas dapat dikonversi menjadi peluang ekonomi. Mulai dari study planner yang membantu mahasiswa mengatur jadwal belajar, habit tracker untuk membangun kebiasaan positif, hingga template perencanaan perjalanan yang detail, setiap kebutuhan pengguna seolah bisa ditemukan solusinya di sini. Ribuan template tersebut tidak hanya tersedia secara gratis, namun banyak pula yang ditawarkan dengan harga berbayar, membuka pintu bagi para kreator untuk menghasilkan pendapatan.
Di tengah geliat Notion Marketplace, nama Ghalizha Zahra Izzaty, seorang Ambassador dan Consulting Partner Notion di Indonesia, menjadi rujukan penting. Ia mengungkapkan bahwa minat dan potensi kreator Indonesia dalam menawarkan template buatannya di Notion Marketplace sangat tinggi. "Saat ini sudah ada banyak orang Indonesia yang menawarkan template buatannya di Notion Marketplace," kata Ghalizha. Observasinya menunjukkan bahwa banyak dari mereka tidak sekadar menjual template, melainkan telah mengembangkan model bisnis yang lebih inovatif dan bernilai tambah.
Beberapa pengguna di Indonesia, bahkan, telah berhasil menjadikan penjualan template berbayar di Notion Marketplace sebagai salah satu sumber penghasilan utama mereka. Namun, kunci kesuksesan mereka bukan terletak pada template itu sendiri, melainkan pada pendekatan holistik yang mereka tawarkan. "Jadi template dibarengi dengan jasa coaching gitu, itu jadi packaging yang dijual," jelas Ghalizha saat ditemui seusai workshop iPad di Jakarta, Kamis (15/1/2026). Model bisnis ini menjadi bukti bahwa inovasi dan kreativitas para kreator Indonesia kini telah melampaui batas penjualan produk digital semata. Mereka tidak hanya menawarkan alat, tetapi juga solusi dan panduan.
Ghalizha menambahkan, "Jadi udah pada kreatif sekarang di Indonesia tuh, udah mulai jiwa berbisnisnya ada banget. Jadi mereka nggak cuma jualan template, tapi yang dijual adalah produk template dan jasa. Kalau dikombinasikan jadi sesuatu yang membantu orang juga." Pernyataannya menyoroti pergeseran paradigma dalam dunia bisnis digital, di mana nilai tambah melalui layanan personal menjadi pembeda utama di tengah persaingan yang ketat. Model "template plus coaching" ini memungkinkan kreator untuk membangun hubungan yang lebih dalam dengan pelanggan, memahami kebutuhan spesifik mereka, dan memberikan panduan yang lebih personal untuk mencapai tujuan.
Misalnya, seorang kreator mungkin menjual template financial planner yang komprehensif. Namun, alih-alih hanya berhenti di penjualan template, mereka juga menawarkan sesi coaching singkat tentang cara mengoptimalkan template tersebut untuk tujuan keuangan pribadi, atau bahkan sesi konsultasi tentang dasar-dasar pengelolaan keuangan. Demikian pula, template project management bisa dilengkapi dengan sesi coaching tentang metodologi manajemen proyek atau cara mengintegrasikan template tersebut ke dalam alur kerja tim. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan nilai produk di mata pelanggan, tetapi juga memungkinkan penetapan harga yang lebih tinggi dan menciptakan aliran pendapatan yang lebih stabil.
Lantas, bagaimana cara membuat template Notion yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mencuri perhatian dan layak untuk dijual dengan model bisnis seperti ini? Ghalizha menegaskan bahwa visual yang menarik saja tidak cukup. Di tengah lautan template yang indah, pengguna Notion lebih mencari template yang menawarkan proses dan langkah-langkah jelas untuk mencapai goal atau tujuannya. Sebuah template yang sekadar cantik namun tidak memberikan panduan eksplisit tentang bagaimana menggunakannya untuk memecahkan masalah tertentu, kemungkinan besar akan tenggelam dalam persaingan.
Seorang kreator yang sukses harus mampu merancang template yang intuitif, mudah digunakan, dan secara eksplisit menunjukkan alur kerja yang logis. Setiap bagian dari template harus memiliki tujuan yang jelas, dan pengguna harus dapat memahami bagaimana setiap elemen berkontribusi pada pencapaian tujuan akhir mereka. Ini bisa diwujudkan melalui instruksi singkat di dalam template, halaman panduan yang terpisah, atau bahkan video tutorial yang menyertai penjualan template. Fokusnya adalah pada transformasi yang akan dialami pengguna setelah mengadopsi template tersebut, bukan hanya pada fitur-fiturnya.
Perempuan yang sudah menjadi Ambassador Notion sejak tahun 2021 ini juga memberikan saran krusial lainnya: gali pengalaman pribadi. Ia menyarankan pengguna untuk memanfaatkan pengalaman hidup mereka sendiri, baik itu tantangan yang berhasil diatasi maupun sistem yang telah terbukti efektif, untuk menciptakan template yang personal dan niche. "Semakin niche atau semakin spesifik penggunaannya, jadi nggak cuma marketing tapi mungkin lebih ke arah audience research. Nah itu kan jauh lebih spesifik dan lebih ada goal-nya," pungkas Ghalizha.
Menciptakan template yang niche berarti menargetkan segmen pengguna yang sangat spesifik dengan kebutuhan yang sangat unik. Alih-alih membuat general to-do list, seorang kreator bisa fokus pada "Template Perencanaan Konten untuk Influencer Kecantikan," atau "Sistem Manajemen Penelitian untuk Mahasiswa Pascasarjana," atau bahkan "Notion Dashboard untuk Freelancer Desainer Grafis." Pendekatan ini memungkinkan kreator untuk memahami secara mendalam masalah yang dihadapi oleh audiens target mereka dan merancang solusi yang benar-benar relevan dan efektif.
Melalui riset audiens yang cermat, kreator dapat mengidentifikasi pain points yang belum terpecahkan atau kurang terlayani oleh template yang ada di pasar. Ini bisa dilakukan melalui survei, wawancara, atau bahkan sekadar mengamati diskusi di forum online atau media sosial. Dengan menciptakan solusi yang sangat spesifik, kreator tidak hanya menghindari persaingan dengan template yang lebih umum, tetapi juga membangun reputasi sebagai ahli dalam ceruk pasar tersebut. Ini akan menarik pelanggan yang benar-benar mencari solusi khusus tersebut, yang pada gilirannya akan lebih bersedia membayar untuk nilai tambah yang ditawarkan.
Selain itu, membangun brand personal sebagai seorang ahli Notion di ceruk pasar tertentu juga merupakan strategi pemasaran yang ampuh. Melalui konten edukasi di media sosial, blog, atau YouTube yang menunjukkan bagaimana template tersebut bekerja dan menyelesaikan masalah, kreator dapat menarik perhatian calon pembeli. Demonstrasi langsung, testimoni pengguna, dan penawaran bundling dengan sesi coaching akan semakin memperkuat posisi produk di Notion Marketplace.
Kesuksesan di Notion Marketplace, seperti yang dicontohkan oleh para kreator Indonesia, adalah tentang memahami bahwa penjualan template bukan hanya transaksi produk, melainkan penawaran nilai. Ini tentang memberdayakan pengguna untuk mencapai tujuan mereka dengan lebih efisien, lebih terorganisir, dan lebih terarah. Dengan menggabungkan kreativitas dalam desain template, pemahaman mendalam akan kebutuhan audiens, dan penawaran jasa pendampingan, siapa pun bisa mengukir kesuksesan di ekosistem Notion yang terus berkembang ini. Para kreator Indonesia telah membuktikan bahwa dengan jiwa berbisnis dan inovasi, peluang di Notion Marketplace sangat terbuka lebar bagi mereka yang berani melangkah lebih jauh dari sekadar menjual produk digital.

