0

Icel Gak Ngemis Dinikahi, Mantap Polisikan Anrez Adelio Demi Keadilan Sang Buah Hati: Perjuangan Seorang Ibu di Tengah Jerat Hukum

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Kasus dugaan Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) yang menyeret nama aktor sekaligus presenter Anrez Adelio kini memasuki babak baru yang menegangkan. Friceilda Prillea, atau yang akrab disapa Icel, sebagai pelapor, kembali menunjukkan keteguhan hatinya dengan menyambangi Polda Metro Jaya untuk memberikan keterangan tambahan kepada tim penyidik. Kehadirannya yang didampingi kuasa hukumnya, Santo Nababan, memancarkan aura tegar meskipun kondisi fisiknya sedang hamil besar, menambah bobot emosional pada setiap langkahnya dalam proses hukum yang krusial ini. Pemeriksaan yang berlangsung cukup lama tersebut merupakan bagian integral dari upaya memperkuat bukti-bukti yang telah dikumpulkan, memastikan bahwa setiap detail kecil tidak terlewatkan demi tercapainya keadilan.

Santo Nababan, kuasa hukum Icel, memaparkan bahwa kliennya dicecar puluhan pertanyaan oleh tim penyidik. Pertanyaan-pertanyaan tersebut dirancang secara cermat untuk menggali lebih dalam kronologi kejadian yang sebenarnya, serta untuk mengaitkannya secara komprehensif dengan bukti-bukti yang telah diserahkan sebelumnya. "Oh iya, cukup lama memang, ya sekitar ya kurang lebih 20 pertanyaanlah. Ya macam-macam, semuanya ini kan prosesnya, tentunya kan sama bukti-buktinya, semua ditanyakan," ujar Santo Nababan saat ditemui di Polda Metro Jaya pada Rabu, 7 Januari 2026. Pernyataan ini menggarisbawahi intensitas dan kedalaman investigasi yang sedang berlangsung, menunjukkan keseriusan pihak kepolisian dalam menangani perkara ini.

Di tengah pusaran proses hukum yang kompleks ini, pertanyaan mengenai kemungkinan perdamaian, khususnya terkait tawaran pernikahan dari Anrez Adelio sebagai bentuk pertanggungjawaban, mulai mengemuka. Spekulasi ini semakin menguat mengingat usia kandungan Icel yang kini telah memasuki minggu-minggu terakhir menjelang persalinan. Namun, alih-alih tergiur dengan janji-janji pernikahan yang mungkin ditawarkan, Icel dengan tegas menyatakan bahwa fokusnya saat ini bukanlah hal tersebut. Ia justru mengaku sudah tidak lagi mempedulikan janji-janji manis yang mungkin pernah terucap. "Kalau buat saat ini sih aku masih menghargai proses hukum yang lagi berjalan ya. Kalau untuk perdamaian atau untuk pertanggungjawaban untuk menikahi itu bukan prioritas aku buat sekarang," tegas Icel dengan sorot mata yang penuh keyakinan.

Pernyataan Icel ini menggarisbawahi prioritasnya yang jelas dan tidak tergoyahkan. Ia menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini adalah mendapatkan keadilan secara hukum, bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk calon buah hatinya yang akan segera lahir. Baginya, efek jera bagi pelaku kejahatan jauh lebih penting daripada sekadar bualan tentang tanggung jawab di masa lalu yang hingga kini tak kunjung terealisasi. "Untuk mendapatkan keadilanlah pastinya. Aku berjuang di sini sekarang buat anak yang aku kandung ini," tegasnya lagi, menunjukkan betapa besar pengorbanannya demi masa depan anaknya. Perjuangan Icel ini bukan hanya tentang dirinya, tetapi juga tentang melindungi generasi penerus dari dampak negatif kekerasan seksual.

Perjalanan Icel dalam menghadapi situasi ini memang tidak mudah. Ia menceritakan bahwa sejak usia kandungannya memasuki bulan ketiga, komunikasi dengan Anrez Adelio telah terputus total. Ketiadaan dukungan dan kehadiran dari pria yang seharusnya menjadi pendamping dalam masa kehamilannya ini telah menciptakan beban emosional dan fisik yang luar biasa. "Putus komunikasi kan sudah dari aku hamil tiga bulan sampai sekarang. Berat banget pastinya. Enam bulan ini berjuang sendiri, apa-apa sendiri tanpa ada yang bersangkutan di sebelah," tuturnya dengan suara lirih namun penuh kekuatan. Pengakuan ini membuka tabir tentang kesendirian dan perjuangan yang ia hadapi selama enam bulan terakhir, sebuah periode krusial dalam kehidupannya yang seharusnya diisi dengan dukungan dan kehangatan.

Kini, Icel hanya bisa berserah pada proses hukum yang sedang berjalan di kepolisian. Ia telah menyiapkan dirinya untuk segala kemungkinan, bahkan ia mengaku telah menyiapkan koper persalinan di dalam mobilnya. Persiapan ini menunjukkan kesiapannya yang luar biasa, bahkan di tengah ketidakpastian dan tekanan yang dihadapinya. Ia siap melahirkan kapan saja, bahkan di tengah proses hukum yang sedang berjalan, sebuah gambaran nyata tentang betapa mendesaknya situasi yang ia hadapi. "Minta doanya saja dari teman-teman semua mudah-mudahan dilancarin persalinannya juga lancar semuanya lancar, amin, proses hukumnya juga lancar ya," pungkasnya, memohon dukungan doa dari masyarakat luas. Permohonannya ini mencerminkan harapan akan kelancaran baik dalam urusan persalinan maupun dalam perjuangan hukumnya.

Kasus ini menyoroti kompleksitas isu kekerasan seksual, dampaknya terhadap korban, dan pentingnya penegakan hukum yang adil. Icel, dengan segala keterbatasan dan tantangan yang dihadapinya, menjadi simbol ketegaran seorang wanita yang berjuang demi keadilan bagi dirinya dan anaknya. Kisahnya bukan hanya sekadar berita, tetapi sebuah pengingat akan realitas pahit yang dihadapi banyak korban kekerasan seksual di luar sana, serta pentingnya dukungan masyarakat dan penegakan hukum yang tegas. Perjuangannya patut diapresiasi, dan harapannya adalah agar keadilan dapat segera terwujud, memberikan ketenangan dan kepastian bagi Icel dan calon buah hatinya. Proses hukum yang sedang berjalan diharapkan dapat memberikan titik terang dan solusi yang adil, serta menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak terkait pentingnya menjaga kehormatan dan keselamatan individu. Di tengah situasi yang penuh tantangan ini, ketegaran Icel menjadi inspirasi dan pengingat bahwa perjuangan demi keadilan, meskipun berat, selalu memiliki makna yang mendalam, terutama ketika melibatkan masa depan generasi penerus.

Perjuangan Icel ini juga menjadi sorotan publik, memicu diskusi tentang perlindungan korban kekerasan seksual dan peran sistem hukum dalam memberikan keadilan. Banyak pihak yang bersimpati dan memberikan dukungan moral, berharap agar proses hukum dapat berjalan lancar dan menghasilkan keputusan yang adil. Kesaksiannya di Polda Metro Jaya, di tengah kondisi kehamilannya yang sudah besar, menunjukkan dedikasi dan keberanian yang luar biasa. Ia tidak gentar menghadapi tekanan, bahkan ia siap untuk menghadapi konsekuensi apapun demi mendapatkan keadilan yang hakiki. Keputusannya untuk tidak menerima tawaran perdamaian yang berfokus pada pernikahan menunjukkan kematangan dan prioritasnya yang jelas, yaitu keadilan dan keamanan bagi dirinya dan anaknya.

Lebih lanjut, kasus ini juga mengangkat isu penting mengenai tanggung jawab pelaku kekerasan seksual. Icel dengan tegas menolak upaya untuk menutupi kasus ini dengan janji-janji kosong atau pernikahan yang tidak dilandasi niat tulus untuk bertanggung jawab. Ia menginginkan pertanggungjawaban yang sesungguhnya, yaitu pengakuan atas perbuatan yang dilakukan dan sanksi hukum yang setimpal. Ini adalah pesan kuat bagi para pelaku kekerasan seksual bahwa tindakan mereka tidak akan dibiarkan berlalu begitu saja. Keadilan hukum adalah hak setiap korban, dan Icel bertekad untuk memperjuangkan hak tersebut hingga tuntas.

Kisah Icel juga menggarisbawahi pentingnya peran kuasa hukum dalam mendampingi korban. Santo Nababan, sebagai kuasa hukum Icel, telah menunjukkan profesionalisme dan dedikasi yang tinggi dalam menangani kasus ini. Dukungan hukum yang kuat sangat krusial bagi korban agar mereka tidak merasa sendirian dalam menghadapi proses hukum yang seringkali kompleks dan melelahkan. Kehadiran kuasa hukum memberikan rasa aman dan kepastian bahwa hak-hak mereka akan terlindungi.

Sebagai penutup, kisah Icel Prillea ini adalah pengingat yang kuat tentang dampak buruk kekerasan seksual dan pentingnya penegakan hukum yang tegas dan adil. Perjuangan Icel demi keadilan bagi dirinya dan anaknya patut mendapatkan apresiasi dan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat. Semoga proses hukum yang sedang berjalan dapat segera memberikan keadilan yang hakiki, serta menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak, demi menciptakan masyarakat yang lebih aman dan terlindungi dari segala bentuk kekerasan. Dengan doa dan dukungan yang mengalir, Icel terus melangkah maju, memperjuangkan haknya dan masa depan calon buah hatinya.