0

Heboh Fenomena Pohon Meledak di Musim Dingin, Ini Kata Ahli

Share

Gelombang musim dingin ekstrem yang diperkirakan melanda Amerika Serikat dengan intensitas yang mengkhawatirkan telah memicu perbincangan panas, tidak hanya mengenai ancaman terhadap kehidupan manusia tetapi juga potensi fenomena alam yang jarang terjadi: pohon meledak. Klaim yang beredar viral di media sosial, terutama di platform X, mengemukakan bahwa suhu yang sangat rendah dapat menyebabkan pohon-pohon di wilayah tertentu mengeluarkan suara seperti tembakan atau bahkan retak dengan dahsyat. Namun, seberapa benarkah klaim "pohon meledak" ini, dan apa penjelasan ilmiah di baliknya menurut para ahli?

Max Velocity, seorang kreator konten cuaca yang aktif di X, menjadi salah satu yang mempopulerkan narasi ini. Dalam unggahannya, ia menulis, "POHON MELEDAK mungkin terjadi di Midwest dan Northern Plains pada hari Jumat dan Sabtu, karena suhu diperkirakan turun hingga 20 derajat DI BAWAH nol!" Peringatan ini sontak menarik perhatian ribuan warganet dan memicu diskusi tentang fenomena alam yang tidak biasa ini. Suhu yang disebutkan, 20 derajat Fahrenheit di bawah nol, setara dengan sekitar minus 29 derajat Celsius, angka yang memang ekstrem bagi sebagian besar wilayah.

Penyebab utama di balik potensi suhu dingin yang mengancam jiwa ini adalah gelombang udara Arktik yang masif, bergerak dari kutub utara ke selatan Amerika Serikat. National Weather Service (NWS) telah mengeluarkan peringatan keras, memprediksi suhu dingin yang berpotensi mematikan dan sensasi dingin angin (wind chill) yang bisa mencapai serendah minus 46 derajat Celsius di seluruh wilayah Northern Plains. Kondisi ini bukan hanya tidak nyaman, tetapi juga sangat berbahaya bagi siapa pun yang terpapar tanpa perlindungan yang memadai.

Namun, pertanyaan krusialnya adalah, bisakah suhu dingin ekstrem benar-benar membuat pohon "meledak"? Jawabannya, seperti yang dijelaskan para ahli, sangat bergantung pada definisi kata ‘meledak’ itu sendiri. Secara harfiah, pohon tidak akan hancur berkeping-keping seperti ledakan bom. Namun, fenomena retakan yang sangat keras dan tiba-tiba memang sangat mungkin terjadi dalam kondisi sangat dingin karena getah pohon.

Getah, atau sap, adalah cairan vital yang mengalir di dalam pohon, mengangkut air dan nutrisi dari akar ke seluruh bagian tumbuhan. Normalnya, getah ini tetap dalam kondisi cair bahkan dalam suhu beku ringan. Namun, ketika suhu anjlok ke titik ekstrem, seperti minus 29 derajat Celsius atau lebih rendah, getah di dalam sel-sel pohon mulai membeku. Uniknya, air memiliki sifat anomali di mana ia akan memuai saat membeku, tidak seperti kebanyakan zat lain yang menyusut. Pemuaian getah yang cepat dan drastis ini menciptakan tekanan fisik yang luar biasa besar di dalam struktur kayu pohon.

Bill McNee dari Departemen Sumber Daya Alam Wisconsin, dalam penjelasannya yang dikutip oleh detikINET dari Live Science, menguraikan proses ini dengan gamblang. "Hal itu menciptakan banyak tekanan fisik yang dapat menyebabkan retakan beku muncul tiba-tiba, dahan bisa patah, dan orang-orang mendengar suara retakan sangat keras dari pohon, hampir seperti suara tembakan," ujar McNee. Suara "tembakan" inilah yang sering disalahartikan sebagai ledakan. Retakan ini biasanya hanya memengaruhi sebagian kecil dari pohon, seperti kulit kayu atau cabang tertentu, bukan seluruh batang pohon secara simultan.

Meskipun demikian, McNee mengakui bahwa kasus "ledakan" yang benar-benar dahsyat, di mana tekanan yang sangat besar dilepaskan secara tiba-tiba hingga membuat pohon terlihat seperti meledak, adalah kejadian yang sangat jarang. "Saya belum pernah melihat kerusakannya secara langsung, tapi dari apa yang saya lihat dan baca, kejadian di mana tekanan yang begitu besar tiba-tiba terlepas di dalam pohon hingga membuatnya hampir meledak adalah hal yang jarang terjadi," tambahnya. Ini menunjukkan bahwa meskipun fenomena ini nyata, tingkat keparahannya cenderung dilebih-lebihkan dalam klaim viral.

Meteorolog Cody Matz juga menanggapi klaim ledakan tersebut dengan pandangan serupa, menyatakan bahwa meskipun secara teknis hal itu bisa terjadi, namun "sangat jarang." Pernyataan ini memperkuat konsensus para ahli bahwa narasi tentang pohon yang benar-benar meledak adalah misleading jika diartikan secara harfiah. South Dakota News Watch bahkan menyimpulkan bahwa klaim pohon bisa meledak saat cuaca dingin ekstrem adalah menyesatkan, meskipun tidak menampik fakta bahwa patahan dan retakan akibat suhu bisa menghasilkan suara yang terdengar seperti ledakan.

Terlepas dari perdebatan apakah pohon bisa "meledak" atau sekadar retak dengan suara keras, beberapa daerah di Amerika Serikat memang berpeluang mengalami fenomena retakan langka tersebut. NWS memperkirakan suhu di bawah minus 28 derajat Celsius di beberapa bagian North Dakota, Minnesota, dan Wisconsin. Kondisi ini, ditambah dengan angin kencang, menciptakan sensasi dingin angin yang sangat berbahaya dan dapat memicu retakan pada pohon-pohon yang rentan.

Fenomena ini juga memberikan wawasan tentang ketahanan dan kerentanan ekosistem terhadap perubahan suhu ekstrem. Pohon-pohon, terutama yang sudah tua atau memiliki kelembaban tinggi, mungkin lebih rentan terhadap retakan beku. Kulit kayu yang tebal pada beberapa spesies dapat memberikan lapisan isolasi, tetapi pada saat yang sama, tekanan internal yang ekstrem masih bisa menembusnya. Ilmu dendrologi menjelaskan bahwa struktur internal pohon, termasuk xilem dan floem yang bertanggung jawab untuk transportasi cairan, bisa menjadi titik kritis di mana tekanan pembekuan paling terasa.

Lebih dari sekadar retakan pada pohon, gelombang Arktik yang datang juga diperkirakan akan memicu badai musim dingin yang masif dan bertahan lama. AccuWeather melaporkan bahwa badai musim dingin ini diperkirakan akan membawa salju lebat dan es kepada lebih dari 150 juta orang di 24 negara bagian, dimulai dari hari Jumat hingga akhir pekan. Ini berarti, selain potensi "ledakan" pohon, masyarakat juga harus bersiap menghadapi gangguan serius pada infrastruktur, pemadaman listrik, dan kondisi perjalanan yang sangat berbahaya.

Dampak dari cuaca ekstrem ini melampaui sekadar fenomena alam yang unik. Suhu dingin yang mengancam jiwa dapat menyebabkan hipotermia dan radang dingin dalam waktu singkat. Otoritas setempat telah mengeluarkan peringatan agar warga tetap berada di dalam ruangan, memeriksa kondisi tetangga, dan memastikan sistem pemanas berfungsi dengan baik. Pemanasan global, meskipun tidak secara langsung menyebabkan setiap gelombang dingin, seringkali dikaitkan dengan peningkatan frekuensi dan intensitas peristiwa cuaca ekstrem, termasuk gelombang panas dan gelombang dingin yang tidak biasa.

Pada akhirnya, fenomena "pohon meledak" adalah pengingat dramatis akan kekuatan alam yang luar biasa dan bagaimana bahkan organisme yang paling tangguh pun dapat terpengaruh oleh kondisi ekstrem. Meskipun pohon-pohon tidak akan hancur berkeping-keping seperti dalam film aksi, suara retakan yang terdengar seperti tembakan di tengah keheningan musim dingin bisa menjadi pengalaman yang menakutkan dan tak terlupakan bagi mereka yang berada di dekatnya. Lebih penting lagi, peringatan ini menggarisbawahi urgensi bagi jutaan warga Amerika untuk mempersiapkan diri menghadapi suhu dingin yang benar-benar mematikan, menjauhkan diri dari bahaya, dan memprioritaskan keselamatan di atas segalanya. Kisah tentang "pohon meledak" mungkin sedikit dilebih-lebihkan, tetapi ancaman nyata dari gelombang dingin yang dahsyat itu sama sekali tidak.