0

Hasil Liga Italia: Napoli Tertahan Imbang 0-0 Melawan Parma di Kandang Sendiri

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Napoli harus puas dengan satu poin setelah ditahan imbang tanpa gol oleh Parma dalam pertandingan lanjutan Serie A 2025/2026 yang digelar di Stadion Diego Armando Maradona, Naples, pada Kamis (15/1/2026) dini hari WIB. Hasil ini memperpanjang rentetan performa inkonsisten Napoli di musim ini, sementara Parma berhasil mencuri poin penting di kandang lawan.

Sejak peluit babak pertama dibunyikan, Napoli yang berstatus tuan rumah langsung mengambil inisiatif serangan. Tim asuhan pelatih baru mereka, yang diyakini berupaya menerapkan gaya bermain atraktif, mendominasi penguasaan bola hampir 70 persen. Napoli berhasil menciptakan total 16 percobaan tembakan ke gawang Parma, namun hanya empat di antaranya yang berhasil mengarah tepat sasaran, sebuah catatan yang menunjukkan kurangnya ketajaman di lini depan. Di sisi lain, Parma menunjukkan pertahanan yang solid dan permainan agresif, berhasil meredam berbagai upaya serangan yang dilancarkan oleh para pemain Napoli. Taktik disiplin yang diterapkan oleh tim tamu terbukti efektif dalam memutus alur serangan Napoli dan membuat frustrasi lini serang tuan rumah.

Salah satu momen yang sempat membuat publik Naples bergemuruh adalah ketika Scott McTominay berhasil menjebol gawang Parma pada menit ke-11. Namun, kegembiraan tersebut harus pupus seketika setelah wasit menganulir gol tersebut setelah berkonsultasi dengan Video Assistant Referee (VAR). Keputusan VAR menyatakan bahwa McTominay berada dalam posisi offside saat menerima umpan, sehingga gol tersebut tidak sah. Kejadian ini menjadi gambaran dari sedikitnya keberuntungan yang menyertai Napoli dalam pertandingan ini.

Setelah gol yang dianulir tersebut, Napoli terus berusaha menekan pertahanan Parma. Beberapa ancaman kembali diciptakan oleh para pemain Napoli, termasuk melalui pergerakan cepat Alessandro Buongiorno dan upaya tembakan dari Rasmus Hojlund. Namun, lini pertahanan Parma yang digalang oleh pemain-pemain seperti Lautaro Valenti dan Alessandro Circati tampil kokoh dan berhasil memblokir setiap upaya yang mengarah ke gawang mereka. Di sisi Parma, meskipun lebih banyak bertahan, mereka sesekali melancarkan serangan balik cepat yang cukup merepotkan barisan pertahanan Napoli. Salah satu pemain yang menonjol dalam upaya serangan Parma adalah Jacob Ondrejka, yang dengan kelincahannya mampu menciptakan beberapa peluang dan merepotkan lini belakang Napoli. Namun, sama seperti Napoli, Parma juga gagal memanfaatkan peluang yang ada, sehingga babak pertama berakhir tanpa ada gol yang tercipta, skor imbang kacamata 0-0.

Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan sedikit menurun, namun tensi tetap tinggi. Napoli masih mengendalikan jalannya permainan, namun mereka terlihat sedikit kesulitan dalam menciptakan peluang-peluang berbahaya. Parma, yang semakin percaya diri dengan pertahanan mereka yang kokoh, mulai lebih berani dalam membangun serangan, meskipun tetap mengedepankan kedisiplinan taktis. Upaya Napoli untuk memecah kebuntuan sebagian besar datang dari tendangan jarak jauh atau situasi bola mati. Hanya beberapa ancaman sporadis yang berhasil diciptakan, seperti dari Scott McTominay yang kembali mencoba peruntungannya, dan Stanislav Lobotka yang mencoba memberikan kontribusi dari lini tengah. Namun, kedua upaya tersebut tidak membuahkan hasil yang berarti.

Hingga peluit panjang dibunyikan oleh wasit, skor 0-0 tetap bertahan di papan skor. Hasil imbang ini tentu menjadi kekecewaan bagi para pendukung Napoli yang berharap tim kesayangan mereka bisa meraih poin penuh di kandang. Dengan hasil ini, Napoli masih tertahan di peringkat ketiga klasemen sementara Serie A 2025/2026 dengan mengoleksi 40 poin dari 20 pertandingan yang telah dimainkan. Posisi mereka masih berada di bawah Inter Milan yang kokoh di puncak klasemen dengan 43 poin, dan AC Milan yang juga mengoleksi 40 poin namun memiliki keunggulan satu pertandingan yang belum dimainkan. Sementara itu, Parma berhasil mengamankan satu poin penting dalam lawatannya ke Naples, yang membuat mereka tertahan di peringkat ke-14 klasemen dengan raihan 22 poin dari 20 pertandingan. Hasil ini merupakan sebuah kemajuan kecil bagi Parma dalam upaya mereka untuk menjauh dari zona degradasi di paruh kedua musim ini.

Perlu dicatat bahwa statistik pertandingan menunjukkan dominasi Napoli dalam penguasaan bola dan jumlah tembakan, namun efektivitas penyelesaian akhir menjadi masalah utama yang perlu segera diatasi oleh tim asuhan Gennaro Gattuso ini. Di sisi lain, Parma patut diapresiasi atas pertahanan mereka yang solid dan kemampuan mereka untuk bermain disiplin melawan tim yang lebih diunggulkan. Pertandingan ini juga menyoroti pentingnya VAR dalam memastikan keadilan dalam pertandingan sepak bola modern, meskipun terkadang dapat menimbulkan kontroversi.

Susunan Pemain:

Napoli: Vanja Milinkovic-Savic (Penjaga Gawang), Giovanni Di Lorenzo (Bek), Amir Rrahmani (Bek), Alessandro Buongiorno (Bek), Pasquale Mazzocchi (Bek, digantikan Leonardo Spinazzola pada menit ke-58), Stanislav Lobotka (Gelandang), Scott McTominay (Gelandang), Mathias Olivera (Bek, digantikan Eljif Elmas pada menit ke-58), Matteo Politano (Penyerang, digantikan Antonio Vergara pada menit ke-78), Noa Lang (Penyerang, digantikan David Neres pada menit ke-58, kemudian digantikan Lorenzo Lucca pada menit ke-90), Rasmus Hojlund (Penyerang).

Parma: Filippo Rinaldi (Penjaga Gawang), Mariano Trollo (Bek, digantikan Enrico Del Prato pada menit ke-70), Lautaro Valenti (Bek), Alessandro Circati (Bek), Sascha Britschgi (Bek), Oliver Sorensen (Gelandang, digantikan Emanuele Valeri pada menit ke-45), Mandela Keita (Gelandang), Nahuel Estevez (Gelandang), Jacob Ondrejka (Penyerang, digantikan Adrian Bernabe pada menit ke-59), Patrick Cutrone (Penyerang, digantikan Mateo Pellegrino pada menit ke-59), Christian Nahuel Ordonez (Penyerang, digantikan Adrian Benedyczak pada menit ke-90).

Pertandingan antara Napoli dan Parma ini menjadi bukti bahwa dalam sepak bola, tidak ada hasil yang pasti. Tim yang bermain dengan lebih terorganisir dan disiplin, meskipun secara teori lebih lemah, tetap memiliki peluang untuk meraih hasil positif. Napoli kini harus segera melakukan evaluasi dan mencari solusi untuk meningkatkan ketajaman lini serang mereka agar dapat kembali bersaing di papan atas klasemen Serie A.