BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Wuling Air ev, kendaraan listrik mungil yang sempat menjadi primadona dengan harga terjangkau, kini mengalami penyesuaian harga signifikan per Januari 2026. Kenaikan ini membuat banderol terendah Wuling Air ev melampaui angka Rp 200 juta, sebuah perubahan drastis dibandingkan periode sebelumnya. Menurut informasi yang dihimpun dari laman resmi Wuling Indonesia, harga Wuling Air ev per 1 Januari 2026 dimulai dari kisaran Rp 214 jutaan. Perbandingan dengan data pada November 2025 menunjukkan bahwa harga Wuling Air ev termurah saat itu masih berada di angka Rp 184 jutaan, sementara varian termahal menyentuh Rp 252 jutaan. Namun, pada awal tahun 2026 ini, varian termahal bahkan telah menembus angka Rp 300 juta, menandakan adanya peningkatan harga yang cukup substansial di seluruh lini produk.
Menariknya, dalam daftar harga terbaru yang tersedia, tidak ada keterangan mengenai insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang sebelumnya menjadi daya tarik bagi konsumen mobil listrik. Wuling, sebagai salah satu produsen yang berhak menerima insentif PPN, sebelumnya memberikan keringanan kepada konsumen dengan hanya menanggung PPN sebesar 2% dari tarif normal 12%. Namun, hingga saat ini, pemerintah belum mengumumkan secara resmi mengenai kebijakan insentif otomotif yang akan berlaku pada tahun 2026. Hal ini berpotensi menjadi salah satu faktor yang mendorong kenaikan harga Wuling Air ev. Bagi calon konsumen, perlu dicatat bahwa harga yang tercantum berlaku untuk wilayah OTR (On The Road) Jakarta. Harga di wilayah lain mungkin akan berbeda, tergantung pada kebijakan dan faktor-faktor yang berlaku di masing-masing daerah. Untuk memberikan gambaran yang lebih lengkap, berikut adalah rincian daftar harga Wuling Air ev terbaru per Januari 2026.
Daftar Harga Wuling Air ev Terbaru Januari 2026 (OTR Jakarta):
- Wuling Air ev Lite 200 km: Mulai dari Rp 214 jutaan
- Wuling Air ev Lite 300 km: (Harga tidak disebutkan secara spesifik, namun diperkirakan mengalami kenaikan)
- Wuling Air ev Pro 300 km: Hingga Rp 300 jutaan
Perlu ditekankan kembali bahwa angka-angka ini merupakan estimasi berdasarkan informasi yang tersedia dan dapat berubah sewaktu-waktu. Ketiadaan informasi spesifik mengenai harga varian Lite 300 km mungkin mengindikasikan penyesuaian harga yang cukup merata atau adanya strategi peluncuran harga yang belum sepenuhnya diumumkan.
Analisis Pasar dan Faktor Kenaikan Harga
Kenaikan harga Wuling Air ev ini dapat ditelusuri dari berbagai faktor yang memengaruhi industri otomotif global dan lokal. Pertama, inflasi dan kenaikan biaya bahan baku menjadi penyebab utama. Produksi baterai, komponen krusial dalam kendaraan listrik, sangat bergantung pada pasokan mineral langka seperti litium, kobalt, dan nikel. Fluktuasi harga komoditas ini di pasar global secara langsung berdampak pada biaya produksi kendaraan listrik. Selain itu, biaya logistik dan rantai pasok yang semakin kompleks pasca-pandemi juga turut menyumbang pada peningkatan harga.
Kedua, perubahan kebijakan insentif pemerintah. Seperti yang telah disebutkan, insentif PPN yang sebelumnya dinikmati oleh konsumen Wuling Air ev kini belum jelas kelanjutannya untuk tahun 2026. Kebijakan ini sangat memengaruhi daya beli konsumen, terutama untuk produk-produk yang masih relatif baru dan mahal seperti kendaraan listrik. Jika insentif tersebut tidak diperpanjang atau dikurangi, maka harga yang harus ditanggung konsumen akan menjadi lebih tinggi.
Ketiga, peningkatan nilai tukar mata uang asing. Sebagian besar komponen kendaraan listrik, termasuk baterai dan chip semikonduktor, masih diimpor. Jika nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat melemah, maka biaya impor akan meningkat, yang pada akhirnya akan diteruskan kepada konsumen dalam bentuk kenaikan harga jual.
Keempat, strategi perusahaan untuk meningkatkan margin keuntungan. Seiring dengan meningkatnya permintaan terhadap kendaraan listrik dan stabilnya pasar, produsen mungkin melihat peluang untuk menyesuaikan harga agar dapat mengoptimalkan keuntungan. Hal ini merupakan praktik bisnis yang umum terjadi di industri yang kompetitif.
Kelima, permintaan pasar yang terus meningkat. Meskipun harga naik, permintaan terhadap kendaraan listrik secara global terus menunjukkan tren positif. Hal ini didorong oleh kesadaran lingkungan yang meningkat, dukungan pemerintah melalui berbagai kebijakan, serta perkembangan teknologi yang membuat kendaraan listrik semakin efisien dan menarik. Kenaikan permintaan ini bisa menjadi faktor pendorong bagi produsen untuk menaikkan harga.
Spesifikasi Wuling Air ev: Tetap Menarik Meski Harga Naik
Terlepas dari kenaikan harga, Wuling Air ev tetap menawarkan paket menarik bagi konsumen yang mencari kendaraan listrik perkotaan yang ringkas dan efisien. Dimensinya yang mungil menjadikannya ideal untuk mobilitas di perkotaan yang padat. Panjangnya hanya 2.974 mm, lebar 1.505 mm, dan tinggi 1.631 mm, dengan jarak sumbu roda 2.010 mm. Kendaraan ini dirancang untuk kapasitas empat tempat duduk, menjadikannya pilihan praktis untuk keluarga kecil atau penggunaan sehari-hari. Penggunaan ban berukuran 12 inci dan setir dengan electric power steering menambah kenyamanan dan kemudahan dalam bermanuver.
Wuling Air ev hadir dalam beberapa varian yang menawarkan perbedaan pada kapasitas baterai dan jarak tempuh. Varian Lite 200 km dibekali dengan baterai tipe LFP (Lithium Ferro Phosphate) berkapasitas 17.3 kWh. Baterai ini mampu memberikan jarak tempuh hingga 200 km dalam sekali pengisian daya, menjadikannya cukup untuk kebutuhan mobilitas harian. Motor listrik yang menggerakkan varian ini memiliki tenaga 30 kW dan torsi 110 Nm. Meskipun tergolong entry-level, varian ini sudah dilengkapi dengan fitur keselamatan yang memadai, seperti airbag di sisi pengendara, sistem pengereman ABS (Anti-lock Braking System) dan ABD (Electronic Brakeforce Distribution), Isofix untuk pemasangan kursi anak, tire pressure monitoring system (TPMS) untuk memantau tekanan ban, serta immobilizer untuk keamanan kendaraan.
Selanjutnya, varian Lite 300 km menawarkan peningkatan signifikan pada kapasitas baterai, yaitu sebesar 26.7 kWh. Dengan baterai yang lebih besar ini, jarak tempuh yang dapat dicapai meningkat hingga 300 km. Motor listrik yang digunakan pada varian ini sama dengan varian Lite 200 km, yaitu bertenaga 30 kW dan torsi 110 Nm. Fitur-fitur keselamatan yang disematkan pada varian ini juga tidak jauh berbeda dengan varian Lite 200 km, memberikan jaminan keamanan yang setara.
Varian tertinggi, Wuling Air ev Pro 300 km, hadir dengan fitur yang lebih lengkap dan canggih, menjadikannya pilihan premium di jajaran Air ev. Selain jarak tempuh yang sama dengan varian Lite 300 km, varian Pro ini menawarkan peningkatan pada sistem keselamatan. Airbag kini tersedia di dua titik, yaitu untuk pengemudi dan penumpang depan. Sistem pengereman ABS dan EBD juga hadir, dilengkapi dengan Electronic Stability Control (ESC) untuk menjaga stabilitas kendaraan saat bermanuver. Fitur lain yang menonjol pada varian ini adalah electric parking brake with automatic vehicle holding, yang memudahkan pengemudi saat berhenti di tanjakan. Hill Hold Control juga disertakan untuk mencegah kendaraan mundur saat berhenti di tanjakan. Sama seperti varian lainnya, Isofix, TPMS, dan immobilizer tetap menjadi bagian dari kelengkapan fitur keselamatan.
Dampak Kenaikan Harga terhadap Penjualan dan Pasar Mobil Listrik Indonesia
Kenaikan harga Wuling Air ev yang cukup signifikan ini berpotensi memberikan dampak pada volume penjualannya. Varian termahal yang kini menyentuh Rp 300 juta, mungkin akan bersaing lebih ketat dengan kendaraan listrik dari segmen yang sedikit lebih tinggi atau bahkan kendaraan konvensional dengan harga serupa. Bagi konsumen yang sebelumnya menargetkan Wuling Air ev sebagai pilihan mobil listrik pertama dengan anggaran terbatas, kenaikan ini bisa menjadi pertimbangan ulang. Mereka mungkin akan mencari alternatif lain yang menawarkan harga lebih terjangkau atau menunda pembelian hingga ada penyesuaian harga atau kebijakan insentif baru.
Namun, perlu diingat bahwa Wuling Air ev memiliki keunggulan tersendiri dalam hal dimensi yang sangat ringkas dan kemudahan parkir, yang masih menjadi nilai jual utama bagi sebagian besar konsumen perkotaan. Jika Wuling Indonesia memiliki strategi promosi atau penawaran khusus, hal tersebut bisa membantu meredam dampak kenaikan harga. Selain itu, keberadaan varian Lite 200 km yang masih ditawarkan di bawah Rp 250 jutaan mungkin masih dapat menjangkau segmen pasar yang lebih luas.
Secara keseluruhan, tren kenaikan harga kendaraan listrik, termasuk Wuling Air ev, mencerminkan dinamika pasar global dan tantangan yang dihadapi industri otomotif dalam bertransisi ke elektrifikasi. Meskipun ada tantangan, pertumbuhan pasar mobil listrik di Indonesia diprediksi akan terus berlanjut, didorong oleh kesadaran lingkungan yang semakin tinggi, dukungan pemerintah yang terus diupayakan, serta inovasi teknologi yang berkelanjutan. Konsumen pun akan semakin cerdas dalam memilih kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran mereka di tengah berbagai pilihan yang semakin beragam. Penting bagi konsumen untuk terus memantau perkembangan harga, insentif, dan teknologi terbaru agar dapat membuat keputusan pembelian yang optimal.

