BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Pasar mobil bekas di Indonesia kembali diramaikan oleh kehadiran kendaraan listrik yang semakin menarik perhatian konsumen. Salah satu model yang mulai menunjukkan eksistensinya di pasar mobil bekas adalah BYD M6. Kendaraan listrik yang baru berusia lebih dari satu tahun di Indonesia ini kini sudah mulai bisa ditemukan dalam kondisi bekas, dan menariknya, harganya dilaporkan mengalami penurunan yang cukup signifikan dari harga barunya, menjadikannya opsi yang lebih terjangkau bagi sebagian masyarakat. Penurunan harga ini menjadi daya tarik tersendiri bagi calon pembeli yang ingin beralih ke kendaraan listrik namun terkendala oleh budget awal yang tinggi. Analisis mendalam terhadap pasar mobil bekas BYD M6 mengungkapkan bahwa banderolnya kini berkisar di atas Rp 300 jutaan, sebuah angka yang cukup kompetitif jika dibandingkan dengan harga saat peluncurannya.
Kehadiran BYD M6 di pasar Indonesia sendiri memang telah memberikan gebrakan, terutama karena posisinya yang mengincar segmen pasar yang luas, yaitu keluarga, namun dengan tawaran yang berbeda dari mobil konvensional. Keputusan BYD untuk menghadirkan kendaraan listrik di segmen ini disambut baik oleh konsumen yang mulai sadar akan pentingnya mobilitas ramah lingkungan. Sejak pertama kali diperkenalkan pada Agustus 2024, lini masa peluncuran mobil baru ini rupanya berjalan seiring dengan munculnya unit-unit bekasnya di berbagai platform jual beli mobil bekas online. Laporan dari beberapa sumber menunjukkan bahwa rata-rata harga BYD M6 bekas saat ini masih berada di kisaran di atas Rp 300 jutaan. Angka ini menjadi indikator awal mengenai depresiasi harga yang dialami oleh kendaraan listrik ini dalam kurun waktu satu tahun lebih pasca-peluncuran.
Sebagai ilustrasi konkret, sebuah unit BYD M6 varian Superior Captain dengan jarak tempuh yang relatif rendah, yaitu sekitar 9.000 km, terpantau ditawarkan dengan harga Rp 330 juta. Angka ini menunjukkan bahwa meskipun mobil tersebut baru saja melewati usia satu tahun, depresiasinya sudah terlihat jelas. Tidak hanya itu, terdapat pula penawaran BYD M6 bekas lainnya dengan jarak tempuh yang lebih tinggi, yakni 32.000 km, yang dihargai Rp 320 juta. Bahkan, ada pula penjual yang membanderol BYD M6 bekas dengan jarak tempuh 26.000 km pada harga Rp 349 juta. Perbandingan antara harga bekas ini dengan harga unit barunya sungguh mencolok. Jika merujuk pada harga BYD M6 terbaru untuk varian Superior Captain Seat yang dibanderol senilai Rp 433 juta, maka dengan harga bekas Rp 330 juta, artinya terdapat penurunan harga sekitar Rp 103 juta dalam kurun waktu kurang dari satu setengah tahun. Penurunan harga sebesar ini tentu menjadi faktor pertimbangan utama bagi konsumen yang sedang mencari mobil keluarga yang efisien dan ramah lingkungan dengan budget yang lebih bersahabat.
Fenomena penurunan harga ini bukanlah hal yang asing dalam industri otomotif, namun pada kendaraan listrik, depresiasi harga seringkali menjadi topik yang hangat diperbincangkan karena adanya faktor teknologi baterai dan potensi biaya penggantian yang belum sepenuhnya terprediksi oleh pasar. Namun, bagi BYD M6, harga bekas yang ditawarkan saat ini justru membuka peluang bagi lebih banyak konsumen untuk merasakan teknologi kendaraan listrik tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam untuk unit baru. Hal ini juga bisa menjadi indikasi bahwa pasar mobil bekas kendaraan listrik mulai matang dan menawarkan pilihan yang lebih beragam. Para calon pembeli kini memiliki kesempatan untuk mendapatkan mobil dengan teknologi canggih, biaya operasional yang lebih rendah, dan emisi yang minim dengan harga yang lebih terjangkau.
Untuk memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai BYD M6, penting untuk meninjau kembali spesifikasi yang ditawarkan oleh kendaraan ini. BYD M6 dirancang secara spesifik dengan mempertimbangkan kebutuhan dan preferensi pasar Indonesia, khususnya keluarga. Oleh karena itu, BYD M6 menawarkan kombinasi yang apik antara ruang kabin yang luas, kenyamanan berkendara yang optimal, performa yang mumpuni, serta integrasi teknologi terkini. Desain ini menjadikannya sebagai pilihan yang sangat ideal bagi konsumen yang mendambakan kendaraan ramah lingkungan tanpa perlu mengorbankan aspek fungsionalitas dan kepraktisan dalam penggunaan sehari-hari. Dari segi dimensi, BYD M6 memiliki panjang 4.710 mm, lebar 1.810 mm, dan tinggi 1.690 mm, dengan jarak sumbu roda mencapai 2.800 mm. Dimensi ini memastikan ruang yang lega untuk penumpang dan barang bawaan. Selain itu, ketinggian ground clearance sebesar 170 mm juga cukup memadai untuk menghadapi berbagai kondisi jalan di Indonesia.
Dalam hal jantung pacu, BYD M6 mengandalkan teknologi Blade Battery yang merupakan salah satu keunggulan dari BYD. Teknologi baterai ini dikenal karena keamanan dan efisiensinya. Terdapat dua opsi kapasitas baterai yang ditawarkan untuk BYD M6. Untuk versi standar, mobil ini dibekali dengan baterai berkapasitas 55,4 kWh. Dengan kapasitas baterai ini, BYD M6 versi standar mampu menempuh jarak sejauh 420 km dalam sekali pengisian daya penuh. Jarak tempuh ini sudah sangat memadai untuk mobilitas harian maupun perjalanan jarak menengah. Versi standar ini memiliki konfigurasi tempat duduk untuk 7 penumpang, menjadikannya pilihan yang sangat praktis bagi keluarga besar. Untuk pengisian daya, baterai pada versi standar ini mendukung pengisian daya cepat DC dengan daya hingga 89 kW dan pengisian daya AC dengan daya 7 kW. Akselerasi dari 0 hingga 100 km/jam menggunakan baterai ini dapat ditempuh dalam waktu 10,1 detik, yang menunjukkan performa yang responsif untuk sebuah kendaraan listrik berkapasitas besar.
Selanjutnya, BYD M6 juga menawarkan opsi baterai dengan kapasitas yang lebih besar, yaitu 71,8 kWh. Baterai ini tersemat pada varian Superior Captain dan varian Superior. Varian Superior Captain memiliki konfigurasi tempat duduk yang lebih eksklusif dengan 6 kursi, yang menekankan kenyamanan dan ruang pribadi bagi penumpang. Sementara itu, varian Superior tetap mempertahankan konfigurasi 7 tempat duduk. Baterai berkapasitas 71,8 kWh pada kedua varian ini memberikan jangkauan yang lebih impresif, mampu menempuh jarak hingga 530 km dalam sekali pengisian daya. Jarak tempuh yang lebih jauh ini tentu memberikan keleluasaan lebih bagi pengguna, terutama untuk perjalanan jarak jauh tanpa perlu khawatir sering melakukan pengisian daya. Dari sisi performa, varian dengan baterai yang lebih besar ini juga menawarkan akselerasi yang lebih cepat. Akselerasi dari 0 hingga 100 km/jam dapat ditempuh dalam waktu yang lebih singkat, yaitu 8,6 detik. Perbedaan performa ini menunjukkan penyesuaian yang dilakukan BYD untuk memberikan pengalaman berkendara yang lebih dinamis pada varian premiumnya.
Ketersediaan BYD M6 di pasar mobil bekas dengan harga yang lebih terjangkau ini secara tidak langsung juga dapat mendorong adopsi kendaraan listrik di Indonesia. Dengan semakin banyaknya unit bekas yang beredar, calon pembeli memiliki lebih banyak pilihan dan informasi yang lebih lengkap mengenai performa jangka panjang serta biaya kepemilikan kendaraan listrik. Hal ini dapat memecah mitos bahwa mobil listrik itu mahal dan hanya bisa dijangkau oleh kalangan tertentu. Selain itu, penurunan harga ini juga bisa menjadi sinyal positif bagi produsen otomotif lain untuk mempertimbangkan strategi harga yang lebih kompetitif untuk model-model kendaraan listrik mereka di masa depan. Pasar mobil bekas yang sehat dan dinamis akan menjadi salah satu faktor kunci dalam percepatan transisi menuju mobilitas yang lebih berkelanjutan di Indonesia. Dengan penawaran yang semakin menarik, BYD M6 bekas berpotensi menjadi pilihan favorit bagi keluarga Indonesia yang mencari kendaraan modern, efisien, dan ramah lingkungan dengan investasi yang lebih masuk akal.
