0

Hansi Flick Sebut Barcelona Butuh Satu Bek Lagi untuk Memperkuat Lini Pertahanan

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Pelatih anyar Barcelona, Hansi Flick, secara blak-blakan mengungkapkan bahwa timnya saat ini memiliki stok pemain bertahan yang sangat terbatas. Dalam sebuah pernyataan yang cukup gamblang, Flick menyatakan harapannya agar klub dapat bergerak aktif di bursa transfer untuk mendatangkan setidaknya satu pemain baru di posisi bek. Kebutuhan mendesak ini muncul akibat situasi skuad yang dinilai kurang ideal untuk menghadapi jadwal padat dan potensi cedera yang selalu mengintai di dunia sepak bola profesional.

Flick menguraikan bahwa musim ini, Barcelona hanya memiliki tujuh pemain yang dapat mengisi pos lini pertahanan. Situasi ini menjadi semakin genting ketika ia menyoroti sektor bek kanan yang hanya dihuni oleh satu nama, yakni Jules Koundé. Ketergantungan pada satu pemain di posisi krusial seperti bek kanan tentu saja meningkatkan risiko, terlebih jika pemain tersebut mengalami masalah fisik. Memang, takdir seolah memperkeruh keadaan bagi raksasa Catalan tersebut. Menjelang akhir tahun 2025, kabar buruk datang menghampiri ketika Jules Koundé dilaporkan mengalami cedera hamstring. Cedera ini mengharuskannya menepi dari lapangan hijau untuk menjalani periode pemulihan yang tidak sebentar.

Menyikapi kondisi ini, Hansi Flick tidak menampik bahwa kebutuhan akan seorang bek baru menjadi semakin mendesak, terutama jika proses pemulihan Koundé memakan waktu lebih lama dari yang diharapkan. Apalagi, Barcelona dijadwalkan akan memulai tahun 2026 dengan agenda penting, yaitu berpartisipasi dalam ajang Piala Super Spanyol. Turnamen ini akan menjadi ujian awal bagi Flick untuk membuktikan kemampuannya dalam meracik strategi dan skuad yang mumpuni. Ketiadaan bek utama atau ketidakcukupan opsi di lini belakang tentu akan menjadi kendala serius dalam upaya meraih gelar.

"Itu pertanyaan yang sulit. Kami belum siap," ujar Flick dengan nada tegas, mengutip dari laporan AS Diario. Ia melanjutkan, "Jika Anda melihat lini belakang kami, dengan bek tengah dan bek sayap, kami membutuhkan pemain lain." Pernyataan ini menunjukkan bahwa Flick tidak hanya melihat kebutuhan pada satu posisi spesifik, tetapi secara keseluruhan lini pertahanan perlu diperkuat. Fleksibilitas pemain di lini belakang juga menjadi pertimbangan penting bagi Flick, mengingat ia kemungkinan akan membutuhkan pemain yang bisa beradaptasi di beberapa posisi bertahan.

Meskipun demikian, Flick juga menekankan bahwa setiap keputusan perekrutan harus dilakukan dengan perhitungan matang. "Namun kami harus membicarakannya, dan tidak sulit untuk mendatangkan pemain berkualitas di jendela transfer musim dingin. Saya yakin kami bisa melakukan sesuatu, tetapi itu harus masuk akal," tambahnya. Kalimat terakhir ini mengindikasikan bahwa Barcelona tidak akan terburu-buru melakukan pembelian tanpa pertimbangan finansial dan strategis yang matang. Prioritasnya adalah mendatangkan pemain yang benar-benar dibutuhkan dan dapat memberikan dampak positif bagi tim, tanpa mengganggu stabilitas keuangan klub.

Menanggapi potensi kebutuhan ini, beberapa nama pemain bek kabarnya telah masuk dalam daftar pantauan serius jajaran petinggi Barcelona. Salah satu pemain yang disebut-sebut dipantau dengan saksama oleh Los Cules adalah bek dari Borussia Dortmund, Julian Ryerson. Ryerson menjadi incaran karena ia memiliki kelebihan dalam hal fleksibilitas. Pemain asal Norwegia ini tidak hanya piawai bermain sebagai bek sayap, tetapi juga mampu beroperasi sebagai bek tengah. Kemampuan adaptasi semacam ini sangat dibutuhkan oleh Barcelona yang tengah mengalami krisis jumlah pemain bertahan.

Julian Ryerson, yang kini berusia 28 tahun, dianggap sebagai sosok yang pas untuk mengisi kekosongan opsi di lini belakang Barcelona. Dengan pengalaman bermain di level tinggi bersama Dortmund, Ryerson diharapkan dapat segera beradaptasi dengan gaya permainan dan tuntutan di Camp Nou. Namun, potensi kedatangan Ryerson ke Barcelona tidak datang dengan harga murah. Laporan menyebutkan bahwa Barcelona harus merogoh kocek sekitar 20 juta euro untuk memboyong pemain ini. Angka tersebut terbilang signifikan, terutama mengingat kondisi finansial Barcelona yang masih dalam pengawasan ketat.

Lebih lanjut, tantangan lain yang dihadapi Barcelona dalam upaya mendatangkan Ryerson adalah kontraknya yang masih berlaku dengan Borussia Dortmund hingga tahun 2028. Hal ini berarti Dortmund memiliki posisi tawar yang kuat dan tidak akan mudah melepas salah satu aset berharga mereka. Barcelona perlu meyakinkan Dortmund, baik melalui tawaran finansial yang menarik atau melalui negosiasi yang cerdik, untuk dapat merealisasikan transfer ini.

Situasi ini menjadi cerminan dari tantangan yang dihadapi oleh klub-klub besar di Eropa. Keseimbangan antara kebutuhan skuad, performa di lapangan, dan kondisi finansial klub selalu menjadi dilema yang harus dihadapi oleh para petinggi klub dan pelatih. Bagi Hansi Flick, tugasnya tidak hanya membangun taktik dan moral tim, tetapi juga memastikan bahwa skuad yang dimilikinya cukup kuat dan mendalam untuk bersaing di berbagai kompetisi. Dengan bursa transfer musim dingin yang semakin dekat, publik akan menanti langkah konkret Barcelona dalam merespons kebutuhan mendesak yang diutarakan oleh sang pelatih. Kemampuan Barcelona untuk mendatangkan pemain berkualitas di tengah keterbatasan finansial akan menjadi ujian pertama bagi era kepelatihan Hansi Flick. Apakah ia mampu meyakinkan manajemen untuk berinvestasi pada bek baru, ataukah ia harus memutar otak untuk memaksimalkan potensi pemain yang ada? Jawabannya akan segera terungkap seiring berjalannya waktu dan dibukanya jendela transfer.