0

Giliran Manajemen Bantah Riders Fajar Sadboy Mewah dan Ribet

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Kontroversi mengenai daftar permintaan (riders) yang konon dimiliki oleh Fajar Sadboy terus bergulir. Setelah Fajar sendiri membantah tudingan bahwa dirinya memiliki permintaan yang mewah dan rumit, kini giliran pihak manajemennya yang angkat bicara. CongQ, pimpinan manajemen Juara Kreatif, menegaskan bahwa Fajar bukanlah tipe artis yang banyak menuntut, apalagi meminta fasilitas yang berlebihan. Pernyataan ini disampaikan CongQ saat ditemui di kawasan Ancol, Jakarta Utara, pada Jumat, 27 Februari 2026.

CongQ secara tegas menyatakan bahwa Fajar tidak memiliki kebutuhan khusus yang tergolong mewah atau rumit. "Jadi kalau kayak kebutuhannya perlu ini, kebutuhannya perlu itu, kayaknya gak," ujar CongQ, menyanggah rumor yang beredar. Ia menambahkan bahwa tim manajemennya justru pernah menghadapi situasi di mana tawaran pekerjaan datang dengan kondisi dan fasilitas yang sangat terbatas. Bahkan, terkadang ada klien yang menawarkan bayaran dan tiket perjalanan untuk tim yang jauh dari ekspektasi. "Tiketnya cuma dua, tapi harganya cuma segini. Yang menurut saya, ya sudah," ungkap CongQ, menggambarkan fleksibilitas yang mereka miliki.

Berbeda dengan anggapan yang beredar, Fajar Sadboy justru digambarkan sebagai sosok artis yang mudah ditangani. "Ada makanan apa ya makan," tutur CongQ, menjelaskan karakter Fajar yang tidak pilih-pilih dalam hal makanan. Kesederhanaan ini mencerminkan bahwa Fajar tidak memiliki kebiasaan meminta hal-hal spesifik atau mewah terkait konsumsi.

Lebih lanjut, CongQ memaparkan bahwa Fajar Sadboy menunjukkan konsistensi dalam mengejar target kariernya. Di usianya yang baru menginjak 17 tahun, Fajar aktif melebarkan sayapnya dengan menjajaki dunia akting. "Ada film mencoba menawarkan tapi bayarannya biasa. Ya oke ayo kita jalan. ‘Gimana Jar?’ Ya sudah," kata CongQ, menirukan percakapannya dengan Fajar saat menerima tawaran proyek akting dengan bayaran yang tidak terlalu besar. Hal ini menunjukkan bahwa Fajar tidak menjadikan besaran bayaran sebagai satu-satunya pertimbangan, melainkan juga kesempatan untuk berkembang.

Proses belajar akting yang dijalani Fajar Sadboy juga menjadi sorotan. CongQ mengungkapkan bahwa Fajar kini dihadapkan pada tantangan baru, seperti membaca skrip yang tebal dan menghafalkan dialog. Hal ini merupakan sesuatu yang baru baginya, mengingat latar belakangnya yang mungkin belum pernah dihadapkan pada tuntutan akting seintensif itu. "Belajar akting, baca skrip yang tebal, dia harus menghafal. Sedangkan Fajar biasanya mungkin tidak dihadapkan dengan seperti itu akhirnya mencoba belajar ya saya jujur bersyukur juga," ungkap CongQ dengan nada bangga atas perkembangan Fajar.

Sebelumnya, beredar luas sebuah cuitan yang merinci riders Fajar Sadboy, yang jika benar, memang terkesan sangat spesifik dan mewah. Daftar tersebut mencakup permintaan minuman seperti anggur hijau Muscat tanpa biji dan air mineral merek Evian atau Fiji. Untuk hidangan pembuka sebelum makan siang, disebutkan harus tersedia gelato rasa lychee dengan pemanis Stevia.

Selain itu, riders tersebut juga menyebutkan nasi padang kotak dari restoran ternama seperti Pagi Sore, Sederhana, atau Sari Ratu. Sebagai camilan, tertera permintaan snack import Cheetos Puff kualitas Amerika Serikat. Tidak hanya itu, daftar tersebut juga menyertakan kudapan khas Gorontalo, daerah asal Fajar Sadboy, seperti duduli, tili aya, ilabulo, dan popolulu.

Dalam hal tata rias, riders tersebut secara spesifik meminta penggunaan produk dari merek Dior dan Clinique, serta menolak penggunaan produk dari brand Asia atau lokal. Untuk urusan transportasi, tercantum permintaan agar penyelenggara acara menyediakan kendaraan berupa Alphard untuk Fajar. Terakhir, riders tersebut juga menyertakan permintaan untuk adanya kursi pijat dan whiteboard, serta kehadiran security minimal empat orang di lokasi acara.

Penyebaran riders yang detail dan terkesan mewah ini tentu saja menimbulkan spekulasi dan kritik dari publik. Banyak yang mempertanyakan apakah seorang Fajar Sadboy, yang identik dengan citra sederhana dan "anak rumahan", benar-benar memiliki permintaan serumit itu. Bantahan dari Fajar sendiri dan kini dari manajemennya, CongQ, diharapkan dapat mengklarifikasi kesalahpahaman yang terjadi dan meluruskan citra Fajar Sadboy di mata publik. Manajemen Juara Kreatif secara tegas ingin menunjukkan bahwa Fajar adalah artis yang mudah diajak bekerja sama, tidak banyak menuntut, dan fokus pada pengembangan kariernya. Fleksibilitas dan kesederhanaan Fajar dalam menerima tawaran kerja, bahkan yang bayarannya tidak seberapa, menjadi bukti nyata dari sikap profesionalismenya. Upaya Fajar untuk belajar akting juga menjadi poin penting yang ingin disorot oleh manajemennya, menunjukkan bahwa ia adalah sosok yang terus berusaha untuk berkembang dan tidak terjebak dalam satu citra saja.