BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Pedangdut Ghea Youbi tidak hanya dikenal dengan paras cantiknya dan goyangannya yang khas, tetapi juga dengan kecintaannya pada dunia kuliner, terutama di bulan Ramadan. Berbeda dari kebanyakan orang yang mungkin hanya fokus pada menu tradisional, Ghea justru antusias menjelajahi dan menciptakan hidangan yang sedang viral untuk menemani waktu berbuka puasa. Pengakuannya ini terungkap saat ditemui di Studio Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, kemarin, di mana ia membagikan rutinitas dan tradisi Ramadan yang unik baginya.
Bagi Ghea, bulan Ramadan tidak hanya identik dengan ibadah, tetapi juga dengan kehangatan keluarga dan tentunya, hidangan lezat. Sebagai seorang yang berdarah Sunda, Ghea memiliki satu camilan khas yang selalu dinantikannya saat bulan puasa, yaitu "Ojay". Camilan ini digambarkan Ghea sebagai kerupuk berwarna-warni, dengan varian kuning dan pink, yang memiliki rasa pedas manis menggoda. "Itu kerupuk Ojay tuh ada kayak yang kerupuk kuning sama warna pink itu yang pedas-pedas," jelas Ghea dengan antusias. Keberadaan Ojay ini menjadi semacam ritual pembuka puasa baginya, memberikan sentuhan nostalgia dan cita rasa kampung halaman di tengah kesibukan ibukota.
Namun, di luar kebiasaan spesifik tersebut, Ghea mengaku tidak terlalu terikat pada tradisi makanan yang sangat kaku untuk setiap hari selama Ramadan. Seperti mayoritas umat Muslim lainnya, Ghea juga memiliki preferensi untuk mengawali berbuka puasa dengan sesuatu yang manis. "Yang manis-manis ya," ujarnya sambil tersenyum, mengindikasikan bahwa hidangan pembuka puasa yang ideal baginya adalah yang dapat segera mengembalikan energi setelah seharian berpuasa, dan tentunya, menyenangkan lidah.
Menariknya, Ghea mengungkapkan bahwa kegiatan memasak merupakan salah satu hobinya yang paling ia nikmati. Kecintaannya pada seni kuliner ini tidak hanya sebatas kegiatan pribadi, tetapi juga sering ia bagikan kepada para penggemarnya melalui konten-konten menarik di media sosialnya, terutama TikTok. "Kalau kamu suka lihat konten TikTok aku pasti aku senang masak. Aku senang banget masak," tegasnya. Ini menunjukkan bahwa Ghea memiliki sisi lain yang lebih rumahan dan kreatif, yang justru semakin menambah pesonanya di mata publik.
Tren kuliner yang terus berkembang menjadi sumber inspirasi utama bagi Ghea dalam memilih menu masakannya. Belakangan ini, ia sedang sangat tertarik untuk mencoba berbagai macam camilan manis yang sedang menjadi perbincangan hangat di dunia maya. Salah satu yang paling berhasil menarik perhatiannya dan ia coba buat adalah risol isi cokelat. Hidangan ini, dengan perpaduan tekstur renyah dari kulit risol dan lelehan cokelat manis di dalamnya, memang sedang menjadi favorit banyak orang, termasuk Ghea. "Kalau kemarin-kemarin tuh aku lagi senang masak yang manis-manis kayak risol isi cokelat itu loh. Yang kekinian banget," tuturnya, dengan nada bangga atas kreasi terbarunya.
Antusiasme Ghea dalam mengikuti tren kuliner tidak berhenti pada risol cokelat. Ia juga memiliki keinginan kuat untuk mencoba resep-resep dessert viral lainnya yang menjanjikan rasa dan pengalaman baru. Salah satunya adalah "Dubai Chewy", sebuah hidangan penutup yang konon menggunakan marshmallow sebagai salah satu bahan utamanya, memberikan sensasi kenyal dan manis yang unik. "Iya pokoknya kekinian terus juga mau mencoba Dubai Chewy juga yang pakai marshmallow," katanya, menunjukkan bahwa ia selalu haus akan tantangan kuliner baru dan tidak takut untuk bereksperimen di dapur.
Tidak hanya terpaku pada camilan manis, Ghea juga tidak ragu untuk bereksperimen dengan makanan berat yang berbeda dari menu sehari-hari. Ia mengaku sempat mencoba membuat Wonton, sebuah hidangan pangsit yang berasal dari Tiongkok. Eksperimen ini menunjukkan bahwa Ghea memiliki selera kuliner yang luas dan berani mencoba berbagai macam masakan dari berbagai belahan dunia, bahkan yang mungkin terdengar asing bagi sebagian orang. "Kalau makanan berat kemarin aku lagi coba Wonton," pungkasnya, menandakan bahwa petualangan kulinernya di bulan Ramadan ini sangat kaya dan penuh kejutan.
Aktivitas Ghea dalam memasak makanan viral untuk berbuka puasa ini tidak hanya menjadi sekadar tren semata, tetapi juga mencerminkan bagaimana budaya populer, terutama melalui platform media sosial, dapat memengaruhi kebiasaan sehari-hari, termasuk tradisi keagamaan. Kemampuannya untuk memadukan antara tradisi Sunda dengan tren kuliner kekinian menunjukkan adaptabilitas dan kreativitasnya sebagai seorang figur publik. Lebih jauh lagi, ini membuka pandangan bahwa Ramadan tidak harus selalu identik dengan menu yang monoton, melainkan dapat menjadi ajang untuk eksplorasi rasa yang lebih luas dan menyenangkan.
Ghea Youbi, dengan gaya santai dan penuh keceriaannya, berhasil menyajikan sebuah narasi yang menarik tentang bagaimana bulan Ramadan dapat diisi dengan kegiatan yang positif dan kreatif. Kecintaannya pada memasak, ditambah dengan keinginannya untuk mencoba hal-hal baru, menjadikannya inspirasi bagi banyak orang, terutama kaum milenial yang juga aktif di media sosial. Konten-konten memasaknya di TikTok tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan ide-ide segar bagi para pengikutnya yang mungkin juga sedang mencari referensi menu buka puasa yang berbeda dari biasanya.
Keberanian Ghea untuk berbagi momen-momen personalnya, termasuk kegiatan memasaknya, di ruang publik seperti media sosial, adalah sebuah langkah yang patut diapresiasi. Hal ini membangun kedekatan emosional antara dirinya dan para penggemarnya, menciptakan citra yang lebih otentik dan relatable. Ia tidak hanya tampil sebagai seorang entertainer di atas panggung, tetapi juga sebagai individu yang memiliki kehidupan sehari-hari yang normal, dengan segala kesenangan dan kesibukannya, termasuk berburu resep-resep viral untuk memanjakan lidah di saat berbuka.
Di samping itu, fakta bahwa Ghea memilih untuk memasak makanan viral menunjukkan bagaimana tren kuliner saat ini sangat dipengaruhi oleh internet dan media sosial. Platform seperti TikTok telah menjadi kekuatan besar dalam menyebarkan ide-ide kuliner, dan Ghea adalah salah satu contoh nyata bagaimana pengaruh tersebut merambah ke kehidupan pribadi para selebriti. Ia secara aktif mengikuti arus, namun dengan sentuhan personalnya sendiri, menjadikannya seorang trendsetter sekaligus trend follower dalam dunia kuliner.
Eksplorasi kuliner Ghea selama Ramadan ini juga bisa dilihat sebagai refleksi dari keragaman kuliner di Indonesia yang terus berkembang. Dari camilan tradisional seperti Ojay hingga hidangan internasional yang diadaptasi menjadi viral seperti Wonton dan Dubai Chewy, semuanya menunjukkan betapa dinamisnya lanskap kuliner di tanah air. Ghea, dengan caranya sendiri, turut merayakan keragaman ini dengan mencoba berbagai macam hidangan yang ada.
Pada akhirnya, kisah Ghea Youbi ini memberikan sudut pandang yang segar tentang bagaimana bulan Ramadan dapat diisi dengan berbagai kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat. Memasak makanan viral bukan hanya tentang mengikuti tren, tetapi juga tentang menciptakan momen kebersamaan, bereksperimen di dapur, dan menikmati setiap suapan hidangan yang disajikan. Dengan senyumnya yang khas dan semangatnya yang membara, Ghea Youbi membuktikan bahwa Ramadan bisa menjadi bulan yang penuh cita rasa, kreativitas, dan tentu saja, kelezatan.

