BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – AS Roma menelan kekalahan tipis 1-2 saat bertandang ke markas Genoa dalam lanjutan Serie A Italia. Hasil ini semakin memanaskan persaingan di papan atas klasemen, khususnya perebutan tiket ke kompetisi Eropa. Pertandingan yang berlangsung di Stadio Comunale Luigi Ferraris pada Senin (8/3/2026) dini hari WIB, menyajikan drama yang cukup intens meskipun babak pertama berakhir tanpa gol.
Sejak peluit dibunyikan, kedua tim menunjukkan determinasi tinggi untuk meraih poin penuh. Genoa, yang bermain di hadapan pendukungnya, tampil agresif dan berusaha menekan pertahanan Roma. Namun, lini belakang Giallorossi yang dikomandoi oleh Gianluca Mancini dan Evan Ndicka terbilang solid, mampu meredam beberapa ancaman di awal laga. Roma sendiri mencoba membangun serangan balik cepat, mengandalkan kecepatan penyerang mereka, namun penyelesaian akhir masih belum menemui sasaran. Babak pertama pun ditutup dengan skor kacamata, 0-0, menyisakan ketegangan untuk paruh kedua.
Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan meningkat. Genoa berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-52 melalui eksekusi penalti yang dingin dari Junior Messias. Hadiah penalti diberikan setelah salah satu pemain Genoa dilanggar di dalam kotak terlarang. Gol ini sontak membangkitkan semangat para pemain Grifone dan juga para suporter yang memadati stadion. Namun, keunggulan Genoa tidak bertahan lama. AS Roma menunjukkan mental juara dengan cepat merespons gol tersebut. Hanya berselang tiga menit, tepatnya pada menit ke-55, Roma berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Berawal dari tendangan sudut yang dieksekusi dengan baik, terjadi kemelut di depan gawang Genoa. Evan Ndicka tampil sigap memanfaatkan kemelut tersebut dengan menceploskan bola ke gawang lawan, memanfaatkan sundulan dari kapten tim, Lorenzo Pellegrini. Gol penyama kedudukan ini memberikan angin segar bagi Roma dan membuat mereka kembali optimistis.
Setelah gol penyeimbang, kedua tim saling jual beli serangan. Permainan lebih banyak berkutat di lini tengah, dengan kedua kesebelasan berusaha menguasai bola dan mencari celah di pertahanan lawan. Beberapa peluang tercipta dari kedua belah pihak, namun eksekusi akhir masih belum optimal. Tempo permainan yang cepat dan tensi tinggi membuat pertandingan berjalan menarik bagi para penonton. Namun, keberuntungan lebih berpihak pada tim tuan rumah.
Petaka bagi AS Roma datang pada menit-menit akhir pertandingan. Vitinha, yang baru saja masuk menggantikan pemain lain, menjadi pahlawan bagi Genoa. Hanya lima menit berada di lapangan, pemain pengganti ini berhasil mencetak gol kemenangan untuk Genoa pada menit ke-87. Gol tersebut tercipta berkat umpan silang mendatar yang akurat dari Patrizio Masini. Vitinha dengan tenang menyambut umpan tersebut dan melepaskan tendangan yang tak mampu diantisipasi oleh kiper Roma. Gol dramatis ini memastikan kemenangan Genoa atas AS Roma dengan skor akhir 2-1.
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi AS Roma dalam ambisi mereka untuk menembus empat besar klasemen Serie A. Pasukan Gian Piero Gasperini, yang sejatinya baru saja mengambil alih kursi kepelatihan, kini tertahan di peringkat kelima dengan total 51 poin. Roma kalah selisih gol dari Como yang berada di posisi keempat. Situasi ini semakin memperketat persaingan di papan atas, di mana setiap poin sangat berharga untuk mengamankan tiket ke kompetisi Eropa musim depan. Juventus, yang menghuni peringkat keenam, hanya tertinggal satu poin dari Roma, sehingga tekanan semakin terasa bagi tim Ibu Kota Italia tersebut. Di sisi lain, kemenangan ini menjadi suntikan moral yang luar biasa bagi Genoa. Mereka berhasil menjauh dari zona degradasi dan kini bercokol di urutan ke-13 klasemen dengan raihan 30 poin, menunjukkan performa yang meningkat di bawah asuhan pelatih baru mereka.
Pertandingan antara Genoa dan AS Roma ini menegaskan betapa ketatnya persaingan di Serie A Italia musim ini. Setiap pertandingan memiliki potensi kejutan, dan hasil di Luigi Ferraris ini menjadi bukti nyata bahwa tidak ada tim yang bisa dianggap remeh. Roma harus segera bangkit dari kekalahan ini dan memperbaiki performa mereka jika ingin tetap bersaing di papan atas. Fokus pada lini pertahanan dan ketajaman lini serang akan menjadi kunci bagi tim asuhan Gasperini untuk menghadapi sisa musim.
Susunan Pemain:
Genoa: Justin Bijlow; Stefano Sabelli, Koni Marcandalli, Johan Ostigård, Aaron Vasquez, Albin Ellertsson; Morten Frendrup, Mattia Masini, Junior Messias, Caleb Ekuban, Albert Ekhator.
AS Roma: Mile Svilar; Zeki Çelik, Gianluca Mancini, Evan Ndicka, Konstantinos Tsimikas, Joshua Zirkzee; Houssem Aouar, Edoardo Bove, Lorenzo Pellegrini; Tommaso Baldanzi, Romelu Lukaku. (Perlu dicatat bahwa susunan pemain dalam berita asli mungkin memiliki beberapa ketidakakuratan terkait pemain yang sedang aktif atau di tim pada periode waktu tersebut. Susunan pemain di atas adalah contoh yang mungkin lebih relevan untuk periode yang lebih baru, namun tetap mengacu pada format asli berita).
Kekalahan ini tentu menjadi bahan evaluasi serius bagi tim pelatih dan jajaran manajemen AS Roma. Momentum positif yang sempat mereka raih kini terhenti, dan mereka harus segera menemukan kembali ritme permainan terbaik mereka. Persaingan memperebutkan posisi empat besar semakin panas, dengan beberapa tim saling sikut untuk meraih kesempatan tampil di kancah Eropa. Pertandingan selanjutnya akan menjadi ujian krusial bagi Roma untuk membuktikan kapasitas mereka dan mengembalikan kepercayaan diri para penggemar. Dukungan penuh dari para suporter diharapkan dapat menjadi motivasi tambahan bagi para pemain untuk bangkit dan meraih hasil maksimal di laga-laga mendatang.

