Asus Republic of Gamers (ROG) kembali mengguncang pasar aksesori gaming dengan memperkenalkan ROG Kithara, sebuah inovasi revolusioner yang menjanjikan pengalaman audio gaming pada level yang belum pernah ada sebelumnya. Didefinisikan sebagai headset gaming planar magnetic high-fidelity pertama dari ROG, Kithara adalah buah dari kolaborasi strategis dengan Hifiman, nama yang tak asing lagi di kalangan para audiophile sebagai produsen headphone planar magnetic terkemuka di dunia. Kemitraan ini bertujuan untuk menjembatani kesenjangan antara kebutuhan audio kompetitif yang presisi dalam gaming dan standar kualitas suara kelas audiophile yang imersif.
Inti dari ROG Kithara adalah sepasang driver planar magnetic berukuran 100 mm yang secara khusus dikembangkan dan disesuaikan oleh Hifiman untuk ROG. Berbeda dengan driver dinamis konvensional yang mengandalkan kumparan suara dan diafragma berbentuk kerucut, driver planar magnetic bekerja dengan prinsip yang lebih canggih. Ia menggunakan diafragma tipis dan ringan yang dilapisi konduktor, ditempatkan di antara susunan magnet permanen. Ketika sinyal audio mengalir melalui konduktor, medan magnet menyebabkan diafragma bergetar secara seragam di seluruh permukaannya. Mekanisme ini menghasilkan beberapa keunggulan fundamental dibandingkan driver dinamis.
Pertama, pergerakan diafragma yang serempak dan merata ini meminimalkan distorsi dan resonansi yang seringkali muncul pada driver dinamis. Hasilnya adalah reproduksi suara yang jauh lebih bersih, transparan, dan natural. ROG mengklaim bahwa driver ini dirancang untuk menghasilkan respons frekuensi yang sangat luas, mulai dari 8Hz yang dalam hingga 55kHz yang sangat tinggi. Rentang frekuensi yang luar biasa ini memastikan setiap nuansa suara, mulai dari dentuman bass yang paling halus hingga detail treble yang paling jernih, dapat direproduksi dengan akurasi dan presisi yang menakjubkan. Karakter bass pada Kithara digambarkan tetap dalam namun halus, tidak berlebihan atau mendominasi, sementara treble terdengar jernih tanpa kesan tajam atau menusuk telinga, sebuah keseimbangan yang sangat diidamkan oleh para audiophile. Untuk memastikan konsistensi dan kualitas terbaik, ROG juga menerapkan proses pencocokan driver kiri dan kanan secara ketat, menjaga keseimbangan suara antarsaluran demi pengalaman stereo imaging yang sempurna.
Selain teknologi driver yang canggih, ROG Kithara juga mengadopsi desain open-back, sebuah pilihan yang biasanya ditemukan pada headphone audiophile kelas atas. Desain ini berarti earcup headset tidak sepenuhnya tertutup rapat, memungkinkan udara bersirkulasi bebas di sekitar driver dan telinga. Meskipun mungkin mengurangi isolasi suara pasif dari lingkungan sekitar, manfaatnya dalam hal kualitas suara sangat signifikan, terutama untuk gaming kompetitif. Desain open-back secara fundamental memperluas "soundstage" atau panggung suara. Ini menciptakan sensasi bahwa suara berasal dari lingkungan yang lebih luas dan terbuka, bukan hanya dari dua titik di dekat telinga Anda.
Dengan soundstage yang lebih luas, ROG Kithara mampu menghadirkan pemisahan suara yang lebih presisi. Ini berarti pemain dapat dengan lebih akurat mengidentifikasi arah dan jarak sumber suara dalam game, seperti langkah kaki musuh yang mendekat, suara tembakan dari kejauhan, atau bahkan bisikan dari lingkungan sekitar. Peningkatan kesadaran spasial ini merupakan keuntungan kompetitif yang tak ternilai, memungkinkan pemain untuk bereaksi lebih cepat dan membuat keputusan yang lebih tepat. Selain itu, desain open-back juga membantu mengurangi pantulan dan resonansi internal yang sering terjadi pada earcup tertutup, yang dapat membuat suara terdengar "terjebak" atau kurang natural. Dengan sirkulasi udara yang lebih bebas, headset ini mampu menjaga keseimbangan yang harmonis antara frekuensi bass, mid, dan treble, mencegah tumpang tindih frekuensi yang dapat mengaburkan detail audio.
Untuk melengkapi pengalaman gaming yang imersif, ROG Kithara dilengkapi dengan mikrofon boom berbasis MEMS (Micro-Electro-Mechanical Systems) full-band yang terintegrasi pada kabel. Mikrofon ini dirancang untuk menangkap suara secara jernih dengan rentang frekuensi ultrawide 20Hz-20kHz, memastikan suara pengguna terdengar alami dan detail tanpa distorsi. Teknologi MEMS dikenal karena presisi, keandalan, dan kemampuannya untuk mengurangi kebisingan latar belakang. Ini sangat penting dalam lingkungan gaming kompetitif di mana komunikasi tim yang jelas dan tanpa gangguan adalah kunci kemenangan. Lebih lanjut, ROG telah merancang kabel dengan pemisahan jalur sinyal audio dan mikrofon. Pendekatan teknis ini secara efektif mencegah "crosstalk" atau kebocoran sinyal yang kerap ditemui pada headset analog konvensional, di mana suara game bisa bocor ke mikrofon atau sebaliknya, mengganggu kualitas komunikasi.
Fleksibilitas konektivitas juga menjadi fokus utama ROG Kithara. Headset ini menggunakan sistem kabel lepas-pasang yang menawarkan berbagai opsi konektor untuk kompatibilitas maksimal. Pengguna dapat memilih antara konektor 4,4 mm balanced, yang ideal untuk disambungkan ke DAC (Digital-to-Analog Converter) dan amplifier eksternal kelas atas yang mendukung input balanced. Koneksi balanced dikenal mampu mengurangi noise dan interferensi, serta menyediakan daya yang lebih bersih untuk driver, menghasilkan kualitas audio yang optimal. Selain itu, tersedia juga konektor 3,5 mm standar untuk perangkat mobile, PC, dan konsol game, serta konektor 6,3 mm single-ended untuk perangkat audio profesional atau amplifier headphone khusus. Untuk pengguna laptop dan ponsel modern yang seringkali hanya dilengkapi port USB-C, ROG juga menyediakan adaptor USB-C ke dual 3,5 mm, memastikan Kithara dapat digunakan di hampir semua platform. Konfigurasi ini menjadikan Kithara sangat serbaguna, siap digunakan dalam berbagai skenario, mulai dari sesi gaming kasual di ponsel hingga setup audiophile desktop yang canggih.
Asus juga tidak mengabaikan aspek kenyamanan, yang krusial untuk sesi gaming yang panjang. ROG Kithara dibangun dengan rangka logam yang kokoh, menjanjikan durabilitas dan umur pakai yang panjang. Engsel-engselnya dirancang untuk penggunaan jangka panjang, mampu menahan tekanan dan penyesuaian berulang. Headband yang dapat disesuaikan hingga delapan arah memungkinkan pengguna menemukan fit yang paling pas dan mengurangi titik tekanan di kepala. Untuk bantalan telinga, ROG menyediakan kombinasi bahan velour dan kulit sintetis. Velour dikenal karena kelembutan dan sirkulasi udaranya yang baik, mencegah telinga berkeringat dan kepanasan, sementara kulit sintetis menawarkan isolasi suara yang sedikit lebih baik dan kemudahan pembersihan. Kedua bahan ini dipilih untuk memastikan kenyamanan maksimal dan mengurangi tekanan, bahkan selama sesi bermain yang maraton. Desain ergonomis ini menegaskan komitmen ROG untuk memberikan pengalaman premium yang menyeluruh, tidak hanya dari sisi audio tetapi juga dari sisi fisik.
ROG Kithara menandai pergeseran signifikan dalam lanskap headset gaming. Dengan menggabungkan keahlian Hifiman dalam teknologi planar magnetic dan desain open-back dengan fokus ROG pada kebutuhan gamer kompetitif, Asus menciptakan kategori baru yang menjanjikan kualitas audio audiophile untuk keunggulan gaming. Ini bukan sekadar headset dengan bass yang "nge-boom," melainkan alat presisi yang dirancang untuk memberikan detail suara yang tak tertandingi, meningkatkan kesadaran situasional, dan pada akhirnya, memberikan keuntungan kompetitif yang substansial.
Meskipun Asus telah mengumumkan fitur-fitur canggih ini, harga resmi ROG Kithara masih belum diungkapkan. Informasi terkait ketersediaan produk di tiap wilayah juga akan diumumkan selanjutnya. Namun, dengan segala inovasi yang ditawarkannya, ROG Kithara diposisikan untuk menjadi pilihan utama bagi para gamer serius dan audiophile yang tidak ingin berkompromi antara performa gaming dan kualitas suara premium. Headset ini bukan hanya sekadar perangkat audio, melainkan sebuah pernyataan bahwa masa depan gaming adalah tentang pengalaman yang lebih imersif, detail, dan realistis dari sebelumnya.

