BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Liverpool harus menelan pil pahit dalam laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions musim 2025/2026. Tim asuhan Arne Slot ini takluk dengan skor tipis 0-1 dari tuan rumah Galatasaray dalam pertandingan yang digelar di Rams Park, Istanbul, pada Rabu dini hari, 11 Maret 2026. Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi The Reds dalam upaya mereka melaju lebih jauh di kompetisi kasta tertinggi Eropa.
Pertandingan yang seharusnya menjadi panggung kebangkitan Liverpool di kancah Eropa, justru harus diwarnai dengan performa yang kurang meyakinkan. Sejak awal pertandingan, Galatasaray menunjukkan intensitas tinggi dan determinasi yang luar biasa. Tekanan dari publik tuan rumah yang memadati Rams Park tampaknya menjadi motivasi tambahan bagi skuad asuhan Okan Buruk.
Gol tunggal yang menentukan kemenangan Galatasaray dicetak oleh Mario Lemina pada menit ke-6 jalannya pertandingan. Sebuah skema sepak pojok yang dieksekusi dengan baik berhasil dimanfaatkan Lemina yang menyundul bola ke gawang Liverpool. Gol cepat ini tentu saja membuat pendukung tuan rumah bergemuruh dan memberikan keunggulan psikologis bagi Galatasaray.
Setelah tertinggal, Liverpool berusaha untuk bangkit dan menyamakan kedudukan. Beberapa peluang sempat tercipta, namun penyelesaian akhir yang kurang klinis dan solidnya pertahanan Galatasaray membuat upaya mereka sia-sia. Kiper Galatasaray, Ugurcan Cakir, tampil gemilang di bawah mistar gawangnya, mementahkan beberapa ancaman dari pemain Liverpool.
Di babak kedua, Liverpool semakin meningkatkan intensitas serangan. Pelatih Arne Slot melakukan beberapa pergantian pemain untuk menyuntikkan energi baru ke dalam tim. Dominik Szoboszlai sempat mengancam melalui tendangan jarak jauhnya yang keras, namun kembali berhasil ditepis oleh Cakir.
Momen dramatis terjadi pada menit ke-61 ketika Victor Osimhen berhasil mencetak gol untuk Galatasaray. Namun, sorak-sorai publik tuan rumah harus terhenti setelah wasit menganulir gol tersebut karena offside setelah meninjau Video Assistant Referee (VAR). Keputusan ini sempat memicu protes dari kubu Galatasaray.
Tak lama berselang, Liverpool sempat mengira telah berhasil menyamakan kedudukan melalui situasi sepak pojok di menit ke-69. Namun, lagi-lagi VAR berperan. Gol yang dicetak oleh Ibrahima Konate dianulir karena dianggap terjadi handball sebelum bola masuk ke gawang. Keputusan ini semakin menambah frustrasi bagi skuad Liverpool.

Hingga peluit panjang dibunyikan, Liverpool gagal menemukan cara untuk membobol gawang Galatasaray. Skor 1-0 untuk kemenangan tim tuan rumah bertahan hingga akhir pertandingan. Hasil ini memberikan modal berharga bagi Galatasaray untuk menghadapi leg kedua yang akan digelar di markas Liverpool, Anfield, pada tanggal 19 Maret 2026.
Jalannya Pertandingan yang Penuh Ketegangan
Sejak menit awal, Galatasaray menunjukkan bahwa mereka tidak akan mudah ditaklukkan di kandang sendiri. Tekanan yang mereka berikan membuat para pemain Liverpool kesulitan mengembangkan permainan. Baru enam menit pertandingan berjalan, publik Rams Park bergemuruh. Mario Lemina, yang menjadi bintang di pertandingan ini, berhasil memanfaatkan umpan silang dari sepak pojok dengan sundulan mematikan yang tak mampu diantisipasi oleh kiper Liverpool. Gol ini menjadi sinyal bahaya bagi Liverpool dan membangkitkan semangat para pemain Galatasaray.
Tak berhenti sampai di situ, Galatasaray nyaris menggandakan keunggulan hanya berselang lima menit setelah gol pembuka. Kali ini, giliran Victor Osimhen yang mencoba peruntungannya dengan sebuah sundulan di depan gawang. Sayangnya, bola yang dilepaskan Osimhen masih sedikit melenceng dari sasaran. Peluang emas ini menunjukkan betapa berbahayanya lini serang Galatasaray saat itu.
Liverpool mencoba merespons ketertinggalan mereka. Pada menit ke-15, Florian Wirtz berhasil menciptakan ancaman nyata dengan sepakan terukurnya di dalam kotak penalti. Namun, kiper Galatasaray, Ugurcan Cakir, menunjukkan refleks yang luar biasa dengan menepis bola tersebut. Cakir menjadi tembok kokoh yang sulit ditembus oleh para penyerang Liverpool.
Galatasaray kembali mengancam pada menit ke-23. Sebuah sundulan dari Gabriel Sara berhasil mengarah ke gawang, namun lagi-lagi kiper Liverpool, Giorgi Mamardashvilli, menunjukkan kelasnya dengan melakukan penyelamatan gemilang. Pertandingan berlangsung cukup sengit dengan kedua tim saling jual beli serangan, namun hingga babak pertama berakhir, skor 1-0 untuk keunggulan Galatasaray tetap bertahan.
Memasuki babak kedua, Liverpool datang dengan tekad yang lebih membara. Mereka berusaha untuk mengubah jalannya pertandingan dan mencari gol penyeimbang. Dominik Szoboszlai mencoba peruntungannya melalui tendangan jarak jauh yang keras, namun Ugurcan Cakir kembali menunjukkan kehebatannya dengan menepis bola tersebut.
Menit ke-61 menjadi momen yang cukup menegangkan ketika Victor Osimhen kembali mencatatkan namanya di papan skor. Namun, kebahagiaan Galatasaray tidak berlangsung lama. Setelah meninjau VAR, wasit memutuskan bahwa gol tersebut tidak sah karena Victor Osimhen berada dalam posisi offside. Keputusan ini tentu saja menjadi sedikit kelegaan bagi Liverpool.

Petaka bagi Liverpool kembali datang pada menit ke-69. Dari sebuah skema sepak pojok, Ibrahima Konate berhasil menyundul bola masuk ke gawang Galatasaray. Para pemain Liverpool bersorak gembira, namun sorak-sorai tersebut kembali harus terhenti. VAR kembali bekerja dan menganulir gol tersebut karena ditemukan adanya handball yang dilakukan oleh Ibrahima Konate sebelum bola masuk ke gawang. Keputusan ini menambah deretan rasa frustrasi Liverpool dalam pertandingan ini.
Hingga akhir pertandingan, Liverpool terus berusaha keras untuk mencetak gol balasan. Mereka melancarkan serangan bertubi-tubi, namun pertahanan Galatasaray yang digalang oleh Davinson Sanchez dan Abdulkerim Bardakci tampil disiplin dan solid. Kegagalan dalam memanfaatkan peluang dan sedikit keberuntungan membuat Liverpool harus pulang dengan tangan hampa. Skor akhir 1-0 untuk kemenangan Galatasaray menjadi hasil yang harus diterima Liverpool.
Kekalahan ini tentu saja menjadi modal yang kurang ideal bagi Liverpool menjelang leg kedua. Mereka harus memutar otak dan mencari solusi untuk dapat membalikkan keadaan di Anfield. Di sisi lain, Galatasaray dapat merayakan kemenangan penting ini dan menatap leg kedua dengan kepercayaan diri yang tinggi. Pertarungan sengit di Anfield dipastikan akan menyajikan drama yang lebih menarik lagi.
Susunan Pemain Kedua Tim:
Galatasaray: Ugurcan Cakir; Wilfried Singo, Davinson Sanchez, Abdulkerim Bardakci, Ismail Jakobs; Lucas Torreira (Evren Elmali 90′), Mario Lemina (Roland Sallai 77′); Baris Yilmaz (Ilkay Guendogan 90′), Gabriel Sara (Sacha Boey 87′), Noa Lang (Yunus Akgun 77′); Victor Osimhen.
Liverpool: Giorgi Mamardashvilli; Miloz Kerkez (Andy Robertson 60′), Virgil van Dijk, Ibrahima Konate, Joe Gomez; Alexis Mac Allister, Ryan Gravenberch; Florian Wirtz (Cody Gakpo 73′), Dominik Szoboszlai, Mohamed Salah (Jeremie Frimpong 60′); Hugo Ekitike.

