BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Stadion Ali Sami Yen bergemuruh hebat ketika Galatasaray sukses membantai raksasa Italia, Juventus, dengan skor telak 5-2 dalam laga leg pertama playoff Liga Champions, Rabu (18/2/2026) dini hari WIB. Hasil ini menjadi mimpi buruk bagi Juventus yang harus rela tampil dengan sepuluh pemain di sebagian besar pertandingan, dan memberikan modal yang sangat berharga bagi Galatasaray untuk leg kedua di Turin.
Pertandingan yang diprediksi berjalan ketat sejak awal, memang menghadirkan drama yang luar biasa. Galatasaray yang bertindak sebagai tuan rumah, sempat dikejutkan oleh gol pembuka dari Juventus yang dicetak oleh Teun Koopmeiners pada menit ke-15. Gol tersebut seolah menjadi pemicu semangat bagi Juventus yang tampil percaya diri. Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Tiga menit berselang, tepatnya menit ke-18, Gabriel Sara berhasil menyamakan kedudukan untuk Galatasaray melalui tendangan kerasnya yang tak mampu dihalau kiper Juventus. Skor imbang 1-1 membuat tensi pertandingan semakin meningkat.
Memasuki menit ke-29, Juventus kembali menunjukkan tajinya. Teun Koopmeiners kembali mencatatkan namanya di papan skor, membawa Bianconeri unggul 2-1. Gol kedua Koopmeiners ini dicetak melalui skema serangan balik yang memukau, menunjukkan efektivitas serangan Juventus. Skor 2-1 untuk keunggulan Juventus bertahan hingga babak pertama usai. Banyak pengamat memprediksi Juventus akan semakin mudah mengendalikan jalannya pertandingan di babak kedua, mengingat keunggulan agregat yang mulai mereka pegang.
Namun, babak kedua menyajikan cerita yang sangat berbeda. Peluang emas Galatasaray untuk menyamakan kedudukan datang pada menit ke-55. Dalam sebuah momen krusial, pemain Juventus, Juan Cabal, melakukan pelanggaran yang dianggap fatal oleh wasit. Kartu merah pun harus diterima Cabal, membuat Juventus harus bermain dengan sepuluh orang. Keputusan wasit ini menjadi titik balik dalam pertandingan. Bermain dengan keunggulan jumlah pemain, Galatasaray langsung tancap gas.
Tak berselang lama, pada menit ke-58, Noa Lang berhasil mencetak gol penyama kedudukan untuk Galatasaray. Gol ini tercipta melalui kerjasama apik di lini depan, memanfaatkan kelengahan pertahanan Juventus yang bermain dengan sepuluh orang. Skor kembali imbang 2-2, dan suasana stadion semakin membahana. Kegembiraan Galatasaray belum berhenti sampai di situ. Hanya selang tiga menit, tepatnya menit ke-61, Davinson Sanchez berhasil mencetak gol ketiga untuk Galatasaray. Sundulannya yang akurat memanfaatkan umpan silang dari sisi sayap sukses membobol gawang Juventus. Skor berubah menjadi 3-2 untuk keunggulan Galatasaray.
Tertinggal dua gol dan bermain dengan sepuluh orang membuat mental para pemain Juventus terlihat runtuh. Mereka kesulitan mengembangkan permainan dan terus ditekan oleh tuan rumah. Galatasaray yang semakin percaya diri, terus melancarkan serangan bertubi-tubi. Puncaknya terjadi pada menit ke-78, ketika Noa Lang kembali menunjukkan kelasnya. Ia mencetak gol keempat untuk Galatasaray, sekaligus gol keduanya di pertandingan ini. Gol indah ini dicetak melalui tendangan jarak jauh yang melengkung dan tak mampu diantisipasi oleh kiper Juventus. Skor menjadi 4-2.
Kekecewaan terlihat jelas di wajah para pemain Juventus. Mereka berusaha keras untuk mengejar ketertinggalan, namun pertahanan Galatasaray yang solid dan permainan disiplin membuat mereka kesulitan menciptakan peluang berarti. Di penghujung pertandingan, tepatnya pada menit ke-89, Sacha Boey menutup pesta gol Galatasaray dengan gol kelimanya. Gol ini tercipta dari sebuah serangan balik cepat yang mematikan, memanfaatkan celah di pertahanan Juventus yang sudah kelelahan. Skor akhir 5-2 untuk kemenangan Galatasaray.
Hasil ini tentu menjadi pukulan telak bagi Juventus. Mereka harus menelan kekalahan yang sangat memalukan di kandang lawan, dan kini harus memikul beban berat untuk membalikkan keadaan di leg kedua yang akan digelar di kandang sendiri. Pertanyaan besar muncul, mampukah Juventus bangkit dari keterpurukan ini dan membuktikan kualitas mereka di hadapan para pendukungnya? Atau justru Galatasaray akan terus melanjutkan momentum positifnya dan semakin mendekatkan diri pada babak selanjutnya?
Pertandingan leg kedua yang akan digelar di kandang Juventus akan menjadi ujian sesungguhnya bagi mental dan taktik Massimiliano Allegri. Para penggemar Juventus tentu berharap tim kesayangan mereka bisa menampilkan performa yang jauh lebih baik dan membalas kekalahan telak ini. Namun, dengan keunggulan agregat yang cukup signifikan, Galatasaray akan datang ke Turin dengan kepercayaan diri yang tinggi, siap untuk melanjutkan kejutan mereka di kancah Eropa.
Susunan Pemain:
- Galatasaray: Ugurcan Cakir; Roland Sallai, Davinson Sanchez, Abdulkerim Bardakci, Ismail Jakobs; Lucas Torreira, Gabriel Sara; Baris Alper Yilmaz, Yunus Akgun, Noa Lang; Victor Osimhen.
- Juventus: Michele Di Gregorio; Pierre Kalulu, Bremer, Lloyd Kelly, Andrea Cambiaso; Khephren Thuram, Manuel Locatelli, Teun Koopmeiners; Francisco Conceicao, Kenan Yildiz, Weston McKennie.
Pertandingan ini menunjukkan betapa ketat dan tidak terduga nya kompetisi Liga Champions. Tim yang dianggap unggul pun bisa saja tersandung, dan tim kuda hitam bisa memberikan kejutan yang luar biasa. Penggemar sepak bola di seluruh dunia akan menantikan dengan antusias duel leg kedua antara Juventus dan Galatasaray, untuk melihat bagaimana akhir dari kisah dramatis ini.

