0

Fabio Capello Bongkar Kelemahan Fundamental AC Milan: Kurangnya Konsistensi dan Kemampuan Memecah Kebuntuan Melawan Tim Papan Bawah

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Meskipun AC Milan menunjukkan performa yang patut diapresiasi di Serie A musim ini, menempatkan diri di posisi kedua klasemen dengan 40 poin dari 19 pertandingan, mantan pelatih legendaris mereka, Fabio Capello, tidak ragu untuk menyoroti area krusial yang masih perlu dibenahi oleh Rossoneri. Kekalahan yang baru sekali diderita oleh tim asuhan Stefano Pioli ini, ditambah dengan 11 kemenangan dan tujuh hasil imbang, memang mengesankan. Terlebih lagi, Milan mampu menunjukkan taringnya melawan tim-tim papan atas Serie A. Mereka berhasil mengalahkan rival sekota Inter Milan dan Napoli, serta menahan imbang Juventus, sebuah rekor yang menunjukkan bahwa mereka memiliki kualitas untuk bersaing di level tertinggi.

Namun, Capello, dengan pengalamannya yang kaya dan pemahamannya yang mendalam tentang sepak bola Italia, melihat adanya pola yang mengkhawatirkan. Ia mengidentifikasi bahwa AC Milan kerap kali terpeleset saat berhadapan dengan tim-tim yang secara teori berada di bawah mereka. Insiden terbaru yang paling mencolok adalah hasil imbang 1-1 melawan Fiorentina, sebuah pertandingan di mana Milan diharapkan dapat meraih poin penuh. Kejadian serupa juga pernah terjadi sebelumnya, menunjukkan bahwa kemenangan melawan tim-tim yang lebih lemah bukanlah sesuatu yang bisa dianggap remeh atau dijamin.

Analisis Capello tidak menyalahkan Stefano Pioli sebagai nakhoda tim. Sebaliknya, ia berpendapat bahwa akar permasalahan konsistensi permainan AC Milan lebih terletak pada kualitas dan karakteristik individu para pemainnya, bukan pada taktik atau strategi yang diterapkan oleh pelatih. "Saya pikir kesulitan Rossoneri dalam menemukan konsistensi permainannya kurang bergantung pada ide pelatih dan lebih pada level dan karakteristik para pemain," ujar Capello kepada Gazzetta. Pernyataan ini menyiratkan bahwa meskipun Pioli telah merancang strategi yang matang, implementasinya di lapangan terkadang terhambat oleh keterbatasan atau variabilitas performa dari para pemainnya.

Lebih lanjut, Capello menegaskan bahwa tim ini kurang memiliki keajegan dalam setiap pertandingan yang dilakoni. "Saya percaya tim ini kurang konsisten dalam pertandingan," tegasnya. Konsistensi adalah kunci utama dalam perburuan gelar juara Serie A, di mana setiap poin yang hilang dapat berakibat fatal dalam persaingan ketat. AC Milan, meski memiliki momen-momen gemilang, masih belum mampu mempertahankan level permainan tertinggi mereka dari awal hingga akhir setiap laga, atau bahkan dari satu pertandingan ke pertandingan lainnya secara beruntun.

Fenomena paling menarik dari analisis Capello adalah paradoks dalam gaya bermain AC Milan. Ia menjelaskan bahwa tim ini justru kesulitan ketika harus mengembangkan permainan melawan tim-tim yang dianggap lebih kecil atau kurang berpengalaman. "Mereka kesulitan mengembangkan permainan melawan tim-tim lebih kecil, gagal menemukan ruang," ungkapnya. Hal ini bisa diartikan bahwa ketika lawan bermain lebih defensif, bertahan dengan rapat, dan tidak terlalu ambisius dalam menyerang, AC Milan kesulitan untuk menemukan celah dan menciptakan peluang. Kurangnya kreativitas individu atau kemampuan untuk memecah kebuntuan pertahanan lawan menjadi masalah yang signifikan dalam skenario seperti ini.

Sebaliknya, Capello mengamati bahwa Milan justru tampil lebih baik ketika berhadapan dengan tim-tim besar. "Secara paradoks, mereka akan lebih baik melawan tim-tim besar, yang mencoba untuk mengendalikan pertandingan dan membiarkan diri mereka rentan dalam serangan balik," tambahnya. Dalam pertandingan melawan tim-tim yang berani mengambil inisiatif menyerang dan mencoba mendominasi penguasaan bola, AC Milan memiliki ruang lebih besar untuk memanfaatkan kecepatan dan kekuatan serangan balik mereka. Tim lawan yang terlalu fokus untuk menguasai bola seringkali meninggalkan celah di lini pertahanan mereka, yang dapat dieksploitasi oleh pemain-pemain Milan yang memiliki kemampuan individu untuk melakukan transisi cepat dari bertahan ke menyerang.

Implikasi dari analisis Capello ini cukup mendalam bagi AC Milan. Untuk dapat benar-benar bersaing memperebutkan Scudetto dan melangkah jauh di kompetisi Eropa, mereka tidak bisa hanya bergantung pada performa gemilang melawan tim-tim besar. Kemampuan untuk mendominasi dan mengalahkan tim-tim yang bermain defensif, atau tim-tim yang mungkin tidak memiliki kualitas individu setinggi mereka, adalah sebuah keharusan. Ini membutuhkan lebih dari sekadar strategi taktis; ini membutuhkan pemain yang memiliki kecerdasan taktis untuk membaca permainan, kemampuan individu untuk menciptakan momen magis, dan mentalitas yang kuat untuk terus menekan hingga akhir, bahkan ketika lawan bertahan dengan sangat disiplin.

Mungkin, AC Milan perlu mencari solusi untuk mengatasi kebuntuan ini. Ini bisa berarti mencari pemain baru dengan profil yang berbeda, atau mungkin melatih pemain yang ada untuk mengembangkan variasi serangan yang lebih beragam. Pelatih Stefano Pioli mungkin perlu memikirkan cara-cara baru untuk membongkar pertahanan tim lawan, seperti memanfaatkan umpan-umpan terobosan yang lebih presisi, tendangan jarak jauh yang efektif, atau bahkan strategi bola mati yang lebih terencana.

Selain itu, konsistensi mentalitas juga menjadi faktor penting. Perlu ada penekanan yang lebih kuat pada pentingnya setiap pertandingan, terlepas dari siapa lawannya. Pemain harus memiliki keinginan yang sama untuk menang melawan tim papan bawah seperti ketika mereka menghadapi rival tradisional. Ini adalah tugas yang tidak hanya diemban oleh pelatih, tetapi juga oleh para pemimpin di dalam tim dan manajemen klub.

Fabio Capello, dengan kebijaksanaannya, telah meletakkan jari pada luka yang sebenarnya dari AC Milan. Performa mereka di Serie A memang mengesankan, namun untuk mencapai puncak kejayaan yang sesungguhnya, mereka harus mengatasi kelemahan fundamental dalam hal konsistensi dan kemampuan untuk memecah kebuntuan melawan tim-tim yang bermain defensif. Jika mereka dapat mengatasi tantangan ini, maka AC Milan akan menjadi ancaman yang jauh lebih serius bagi semua tim di Italia dan Eropa. Perjalanan menuju kehebatan penuh masih membutuhkan beberapa langkah krusial untuk diambil.