BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Di tengah gemuruh Indomilk Arena yang bergemuruh di Tangerang, Dewa United berhasil mengukir kemenangan krusial atas Borneo FC dengan skor 2-1 dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026. Kemenangan ini tidak hanya mempertegas dominasi "Banten Warriors" di kandang sendiri, tetapi juga secara efektif menggagalkan ambisi "Pesut Etam" untuk memangkas jarak dengan pemuncak klasemen, Persib Bandung. Laga yang digelar pada Minggu, 22 Februari 2026, ini menyajikan drama dan tensi tinggi yang menjadi ciri khas kompetisi sepak bola tanah air.
Sejak menit awal pertandingan, Borneo FC menunjukkan kepercayaan diri yang tinggi, berusaha mengendalikan tempo permainan. Ancaman pertama datang dari duet maut Muhammad Sihran dan Mariano Peralta yang beberapa kali menguji pertahanan Dewa United dalam sepuluh menit pertama. Namun, soliditas lini belakang tuan rumah yang dikomandoi oleh Jan Olde Riekerink berhasil meredam setiap upaya mereka. Alih-alih tertekan, Dewa United justru berhasil menemukan ritme permainan mereka yang tenang dan efektif.
Peluang pertama yang memecah kebuntuan datang pada menit ke-21. Vinicius Duarte, yang lebih dikenal dengan sapaan Vico, menampilkan akselerasi memukau di sisi kanan serangan. Dengan visi permainan yang tajam, ia berhasil melepaskan umpan matang yang disambut dengan sempurna oleh Alex Martins. Sang striker internasional itu dengan dingin menceploskan bola ke gawang Borneo FC, mengubah papan skor menjadi 1-0 untuk keunggulan Dewa United. Gol ini menjadi bukti kerjasama apik antara lini tengah dan lini depan tuan rumah.
Tidak berhenti di situ, lima menit berselang, Dewa United kembali menghukum pertahanan Borneo FC yang tampak mulai goyah. Alex Martins kembali menjadi momok menakutkan bagi barisan pertahanan tim tamu. Berkat kolaborasi kembali dengan Vico yang menjadi motor serangan dari sisi kanan, Martins berhasil mencetak gol keduanya dalam pertandingan ini, menggandakan keunggulan Dewa United menjadi 2-0. Ketenangan dan ketajaman lini depan Dewa United benar-benar menjadi mimpi buruk bagi Borneo FC di babak pertama.
Tertinggal dua gol dalam waktu singkat membuat pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes, segera melakukan perombakan strategi dengan memasukkan pemain pengganti. Perubahan ini membuahkan hasil positif. Pada menit ke-36, Borneo FC berhasil memperkecil ketertinggalan. Komang Teguh Putra, yang masuk di babak pertama, berhasil memanfaatkan kelengahan lini belakang Dewa United untuk membobol gawang Sonny Stevens. Gol ini memberikan secercah harapan bagi tim tamu dan mengubah skor menjadi 2-1. Skor ini bertahan hingga peluit babak pertama ditiupkan oleh wasit.
Memasuki babak kedua, Dewa United menampilkan performa solid dalam menjaga keunggulan mereka. Para pemain menunjukkan kedisiplinan taktis yang tinggi, menutup ruang gerak para pemain Borneo FC. Di sisi lain, Taisei Marukawa dan rekan-rekannya terus berusaha menciptakan peluang untuk menambah gol, memberikan ancaman sporadis yang membuat pertahanan Borneo FC tetap siaga. Serangan balik cepat yang mereka lancarkan beberapa kali hampir berbuah gol, namun penyelesaian akhir yang kurang tenang menggagalkan upaya tersebut.
Sebaliknya, Borneo FC tampak kesulitan untuk membongkar tembok pertahanan Dewa United yang tampil begitu rapat. Upaya mereka untuk menyamakan kedudukan seringkali mentok di lini tengah atau terbentur pertahanan kokoh yang digalang oleh Johnathan dan Damion Lowe. Kombinasi serangan yang mereka coba, baik melalui sisi sayap maupun tengah, tidak mampu memberikan tekanan yang berarti. Keefektifan lini depan Borneo FC seolah "mati kutu" menghadapi organisasi permainan Dewa United yang sangat baik di babak kedua.
Hingga peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan dibunyikan, skor 2-1 untuk kemenangan Dewa United tidak berubah. Hasil ini menjadi pukulan telak bagi Borneo FC dalam perburuan gelar juara. Dengan tambahan tiga poin, Dewa United kini mengoleksi 30 poin dari 22 pertandingan, menempatkan mereka di peringkat 10 klasemen sementara BRI Super League. Sementara itu, Borneo FC tetap tertahan di posisi ketiga dengan 46 poin. Kemenangan ini membuat jarak mereka dengan pemuncak klasemen, Persib Bandung, yang mengoleksi 50 poin, kini terpaut empat angka. Perjuangan Borneo FC untuk mengejar Persib semakin berat setelah kekalahan ini.
Pertandingan ini juga menjadi sorotan bagi performa individu pemain. Alex Martins membuktikan dirinya sebagai penyerang mematikan dengan dua gol yang ia cetak, sementara Vico kembali menunjukkan perannya sebagai playmaker yang krusial dalam menciptakan peluang. Di kubu Borneo FC, meskipun kalah, penampilan Komang Teguh Putra sebagai pencetak gol memberikan sinyal positif.
Susunan Pemain kedua tim mencerminkan kekuatan dan taktik yang mereka terapkan.
Dewa United: Sonny Stevens; Johnathan, Damion Lowe, Brian Fatari, Edo Febriansyah; Ivar Jenner, Alexis Messidoro, Ricky Kambuaya; Taisei Marukawa, Vico, Alex Martins.
Pelatih: Jan Olde Riekerink
Borneo FC Samarinda: Nadeo Argawinata; Cleylton, Idrus, Christophe Nduwarugira, Caxambu; Rivaldo Pakpahan, Kei Hirose, Mariano Peralta; Muhammad Sihran, Villa, Obieta.
Pelatih: Fabio Lefundes
Kemenangan Dewa United ini menegaskan bahwa mereka adalah tim yang sulit dikalahkan, terutama saat bermain di kandang. Bagi Borneo FC, kekalahan ini menjadi evaluasi penting untuk segera bangkit dan memperbaiki performa mereka di sisa pertandingan musim ini jika ingin tetap berada dalam persaingan perebutan gelar juara BRI Super League 2025/2026. Laga ini juga menunjukkan betapa ketatnya persaingan di papan atas klasemen, di mana setiap poin sangat berarti.

