BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Gelagat BYD untuk segera merilis model terbarunya, Denza B5, di pasar otomotif Indonesia semakin menguat. Kehadiran mobil ini di Pangkalan Data Kekayaan Intelektual (KI) menjadi indikasi kuat bahwa BYD tengah mempersiapkan peluncuran resminya. Berdasarkan penelusuran di situs resmi Pangkalan Data KI, tercatat bahwa BYD telah mendaftarkan merek "Denza B5" di Indonesia. Pendaftaran ini diajukan oleh BYD Company Limited, sebuah perusahaan yang berpusat di Shenzhen, China. Dalam deskripsi pendaftarannya, Denza B5 dikategorikan sebagai penamaan untuk kendaraan bermotor, yang secara spesifik masuk dalam Kelas 12, yaitu kategori umum untuk kendaraan bermotor. Menariknya, pengajuan nama Denza B5 ini ternyata telah dilakukan oleh BYD sejak Juni 2024 lalu, dengan periode perlindungan kekayaan intelektual yang akan berakhir pada Juni 2034.
Sebelumnya, publik otomotif Indonesia telah berkesempatan melihat sekilas SUV plug-in hybrid Denza B5. Mobil ini sempat dipamerkan di sebuah pameran otomotif bergengsi yang diselenggarakan di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD, Tangerang. Meskipun demikian, BYD belum melakukan peluncuran resmi untuk model ini di Tanah Air. Luther Panjaitan, Head of PR and Government BYD Indonesia, dalam sebuah kesempatan di ajang IIMS 2026, mengungkapkan strategi perusahaan terkait Denza B5. "Sejujurnya kami mengenalkan produk ini di salah satu ajang otomotif lainnya, di situ kami coba dekatkan langsung ke market utamanya, mudah-mudahan kita bisa dapat feedback yang bagus ya sesegera mungkin kita harus bawa ke market Indonesia," ujar Luther. Ia menekankan bahwa BYD tidak ingin terburu-buru dalam membawa Denza B5 ke pasar Indonesia. Perusahaan lebih memilih untuk mengamati dan mempelajari secara mendalam potensi penerimaan Denza B5 di kalangan konsumen Indonesia sebelum mengambil keputusan peluncuran. "Memang Denza B5 ini kan sudah ada di pasar global, mungkin kalau lihat di internet sudah cukup beredar namun untuk market Indonesia kami tidak mau terlalu terburu-buru dan tergesa-gesa," tambahnya.
Denza B5 sendiri bukanlah mobil sembarangan. Ia merupakan sebuah SUV yang mengusung teknologi plug-in hybrid dan dibangun di atas platform DMO (Dual-Mode Off-road) yang dikembangkan oleh BYD. Keunikan arsitektur DMO terletak pada perpaduan antara struktur body-on-frame yang kokoh dengan sistem penggerak plug-in hybrid yang efisien. Kombinasi ini memberikan Denza B5 karakteristik yang berbeda jika dibandingkan dengan SUV ramah lingkungan lainnya yang umumnya masih menggunakan konstruksi monokok.
Dari sisi performa, Denza B5 ditenagai oleh mesin bensin turbo berkapasitas 1.5 liter yang dipadukan dengan dua motor listrik. Sistem penggerak empat roda (All-Wheel Drive atau AWD) turut melengkapi konfigurasi ini, menghasilkan tenaga gabungan yang impresif mencapai 425 kW dan torsi puncak sebesar 760 Nm. Performa akselerasinya pun patut diacungi jempol, dengan kemampuan melesat dari 0 hingga 100 km/jam hanya dalam waktu 4,8 detik. Untuk mendukung operasionalnya sebagai kendaraan hybrid, Denza B5 dibekali dengan baterai BYD Blade berkapasitas 31,8 kWh. Baterai ini diklaim mampu memberikan jangkauan operasional sejauh 90 kilometer dalam mode listrik murni, menjadikannya pilihan menarik bagi konsumen yang mencari efisiensi bahan bakar dan kemampuan jelajah jarak jauh.
Keberadaan Denza B5 di Pangkalan Data KI ini membuka spekulasi bahwa BYD tengah merencanakan langkah strategis untuk memperluas portofolio produknya di Indonesia. Dengan popularitas SUV yang terus meningkat dan kesadaran konsumen terhadap kendaraan ramah lingkungan yang semakin tinggi, Denza B5 berpotensi menjadi pesaing kuat di segmennya. Terlebih lagi, BYD telah menunjukkan komitmennya untuk menghadirkan teknologi kendaraan listrik dan hybrid canggih ke pasar Indonesia, sejalan dengan tren global.
Lebih jauh lagi, pendaftaran merek di Pangkalan Data KI merupakan langkah awal yang krusial dalam proses legalitas sebuah produk sebelum diperkenalkan ke publik. Ini menunjukkan bahwa BYD telah memulai proses administratif yang diperlukan untuk menjual Denza B5 secara resmi di Indonesia. Dari sisi teknis, Denza B5 menawarkan kombinasi antara performa tangguh ala SUV dengan efisiensi dan emisi rendah khas kendaraan plug-in hybrid. Platform DMO yang digunakan juga memberikan keunggulan dalam hal kemampuan off-road, yang mungkin menjadi daya tarik tersendiri bagi sebagian konsumen di Indonesia yang gemar menjelajahi medan yang beragam.
Dengan spesifikasi yang ditawarkan, Denza B5 tampaknya dirancang untuk bersaing di segmen SUV premium atau SUV plug-in hybrid yang mulai ramai di pasar Indonesia. Kehadiran pesaing baru di segmen ini tentu akan memberikan lebih banyak pilihan bagi konsumen, sekaligus mendorong inovasi dari para produsen otomotif lainnya. BYD sendiri telah membuktikan kemampuannya dalam menghadirkan kendaraan listrik yang kompetitif, seperti BYD Atto 3 yang telah diluncurkan sebelumnya di Indonesia. Kesuksesan Atto 3 dapat menjadi modal awal yang kuat bagi BYD dalam memperkenalkan Denza B5.
Strategi BYD untuk tidak terburu-buru dalam peluncuran juga bisa diartikan sebagai upaya untuk memastikan kesiapan infrastruktur pendukung, termasuk layanan purna jual dan ketersediaan suku cadang, terutama untuk teknologi plug-in hybrid yang mungkin masih tergolong baru bagi sebagian besar konsumen. Pengamatan terhadap respons pasar terhadap produk-produk hybrid dan listrik yang sudah ada juga menjadi faktor penting dalam menentukan waktu yang tepat untuk peluncuran.
Kemungkinan besar, pendaftaran Denza B5 ini adalah sinyal bahwa BYD serius dalam menggarap pasar Indonesia. Peluncuran resminya diharapkan akan memberikan warna baru dalam lanskap otomotif Indonesia, terutama di segmen SUV yang terus berkembang pesat. Konsumen akan mendapatkan pilihan kendaraan yang tidak hanya menawarkan performa dan kenyamanan, tetapi juga efisiensi bahan bakar dan kontribusi positif terhadap lingkungan melalui teknologi plug-in hybrid. Kehadiran Denza B5 di Pangkalan Data KI menjadi babak baru dalam perjalanan BYD di Indonesia, yang patut dinantikan perkembangannya.
Pihak BYD sendiri masih enggan memberikan kepastian waktu peluncuran, namun indikasi kuat dari pendaftaran merek dan pameran sebelumnya semakin memperkuat dugaan bahwa Denza B5 akan segera menyapa konsumen Indonesia. Dengan segala keunggulannya, mulai dari platform DMO yang inovatif, performa mesin yang bertenaga, hingga efisiensi dari sistem plug-in hybrid-nya, Denza B5 memiliki potensi besar untuk menjadi pemain penting di pasar SUV Indonesia. Perusahaan asal China ini tampaknya terus menunjukkan ambisinya untuk menjadi salah satu pemimpin pasar kendaraan ramah lingkungan di tanah air.

