BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Pedangdut jebolan ajang pencarian bakat, Danang Pradana, baru-baru ini menjalani sebuah pengalaman yang tak terduga dan sangat berkesan saat mengikuti ajang bergengsi di kancah internasional. Perjalanannya ke Eropa bukan sekadar agenda liburan biasa, melainkan sebuah kesempatan emas untuk tampil di salah satu forum ekonomi paling penting di dunia, World Economic Forum, yang diselenggarakan di Swiss. Namun, momen yang paling mengguncang emosinya bukanlah saat berhadapan dengan para investor asing dengan latar belakang budaya yang berbeda, melainkan kejutan tak terduga yang membuatnya berdebar lebih kencang: ia akan berbagi panggung dengan seorang diva internasional kebanggaan Indonesia, Anggun C Sasmi.
Perasaan campur aduk antara gugup dan antusiasme melingkupi Danang sejak awal. Ia mengakui bahwa manajemennya sengaja tidak memberitahunya secara rinci mengenai siapa rekan duetnya di acara tersebut. Informasi tersebut baru terkuak saat sesi technical meeting final, beberapa saat sebelum penampilan mereka. "Waktu itu sempat nanya manajemen, Danang sama siapa ya? Tapi nggak pernah ada jawaban. Ternyata pas final technical meeting mereka bilang, ‘Nanti Danang akan bernyanyi dengan Mbak Anggun ya’. Wah itu langsung kayak, serius? Masyaallah, tabarakallah," cerita Danang dengan mata berbinar saat ditemui di Studio Rumpi: No Secret, TransTV, Jakarta Selatan, pada Rabu (11/2/2026).
Kabar tersebut sontak mengubah rasa gugup yang tadinya mendominasi menjadi rasa kagum yang mendalam, sebuah fenomena yang sering disebut sebagai starstruck. Danang yang awalnya membayangkan Anggun akan bersikap eksklusif dan menjaga jarak, layaknya diva kelas dunia yang seringkali terlihat di layar kaca, justru dibuat takjub oleh sikap asli sang pelantun lagu "Mimpi". Perbedaan persepsi ini menjadi salah satu momen paling manis dalam pengalamannya.
"Ternyata sampai di sana Mbak Anggun benar-benar ngerangkul kita. Sampai ngajak doa bareng, tangan aku dipegang, ‘Ayo kita berdoa bersama’. Aku benar-benar kayak melted banget," ungkap Danang, menggambarkan betapa hangat dan rendah hatinya Anggun. Sikap ramah dan penuh kekeluargaan dari Anggun ini benar-benar meluluhkan hati Danang dan membuatnya merasa sangat nyaman berada di dekatnya. Ia merasakan sebuah koneksi yang tulus, jauh dari citra seorang diva yang mungkin terkesan angkuh.
Hal yang semakin membuat Danang terheran-heran dan takjub adalah betapa kentalnya logat Jawa yang masih melekat pada Anggun. Momen kehangatan tak terduga tercipta di belakang panggung saat keduanya terlibat dalam percakapan santai menggunakan bahasa Jawa. Hal ini menjadi bukti bahwa di balik ketenaran internasionalnya, Anggun tetap memegang erat akar budayanya.
"Mbak Anggun itu masih ‘Jowo’ banget, ‘Jawani’ banget. Jadi kayak aku ngomong bahasa Jawa, terus dia jawab ‘Oalah podo Jowo ya’. Wah aku happy banget, pikiran bahwa Mbak Anggun adalah Diva yang gimana-gimana itu hilang. Beliau merangkul kita kayak adiknya," lanjut Danang, menceritakan momen tersebut dengan senyum lebar. Percakapan singkat namun penuh makna itu seolah menjadi jembatan yang menghubungkan keduanya, menghilangkan sekat antara junior dan senior, antara penyanyi lokal dan diva internasional. Danang merasa seperti sedang berbicara dengan kakak atau teman sendiri, bukan dengan seorang bintang dunia yang mungkin terasa jauh.
Dalam gelaran prestisius tersebut, Danang dan Anggun didapuk untuk menjadi perwakilan dari Indonesia. Tugas mereka adalah menghibur para delegasi dari berbagai negara dan para pebisnis terkemuka dari seluruh dunia, sekaligus memperkenalkan kekayaan seni musik Indonesia. Danang sendiri membawakan sebuah lagu internasional yang sangat populer, "Just The Way You Are", namun dengan sentuhan unik yang khas Indonesia, yaitu aransemen keroncong. Penggabungan genre musik Barat dengan nuansa tradisional Indonesia ini diharapkan dapat memberikan kesan tersendiri bagi para penonton internasional.
Melihat berbagai komentar negatif dan cibiran dari beberapa pengguna internet yang menganggap penampilannya di acara tersebut hanyalah seperti "kondangan biasa", Danang memberikan respons santai namun tegas. Ia tidak ambil pusing dengan pandangan sempit tersebut dan justru menggunakan momen itu untuk memberikan edukasi.
"Aku sempat bilang, iya kondangannya tapi di Swiss ya. Iya kondangannya, tapi di World Economic Forum ya," pungkas Danang sambil tertawa, menyindir balik para haters dengan cara yang cerdas. Ia ingin menegaskan bahwa acara tersebut bukanlah sekadar pertemuan biasa, melainkan sebuah forum global yang sangat penting, di mana kehadirannya sebagai perwakilan Indonesia memiliki makna tersendiri. Penampilannya di panggung World Economic Forum merupakan sebuah pencapaian luar biasa yang patut dibanggakan, bukan hanya bagi dirinya pribadi, tetapi juga bagi industri musik Indonesia secara keseluruhan.
Lebih jauh lagi, pengalaman ini membuka mata Danang tentang bagaimana seni musik dapat menjadi jembatan antarbudaya dan diplomasi. Dengan tampil bersama Anggun, mereka tidak hanya menampilkan bakat mereka, tetapi juga membawa nama baik Indonesia ke kancah dunia. Hal ini menunjukkan bahwa musik memiliki kekuatan universal yang mampu menyatukan orang-orang dari berbagai latar belakang, melampaui batas negara dan perbedaan budaya.
Danang juga mengungkapkan bahwa kolaborasinya dengan Anggun tidak hanya berhenti pada penampilan di panggung. Ia berharap dapat terus menjalin komunikasi dan mungkin saja ada kesempatan untuk proyek musik bersama di masa depan. "Mbak Anggun itu inspirasi banget buat aku. Beliau membuktikan bahwa dengan kerja keras dan talenta, kita bisa bersaing di panggung dunia tanpa melupakan akar budaya kita," ujar Danang.
Pengalaman di Swiss ini menjadi babak baru dalam karier Danang. Ia tidak hanya mendapatkan pengakuan atas bakatnya, tetapi juga pelajaran berharga tentang kerendahan hati, profesionalisme, dan pentingnya menjaga identitas budaya. Keberaniannya untuk tampil di panggung internasional dengan membawakan lagu berbahasa Inggris dengan sentuhan keroncong menunjukkan inovasi dan kreativitasnya sebagai seorang seniman. Ia membuktikan bahwa musik Indonesia memiliki potensi besar untuk mendunia, asalkan dibawakan dengan baik dan dengan sentuhan yang tepat.
Rasa gugup yang dialaminya di awal justru menjadi energi positif yang mendorongnya untuk memberikan penampilan terbaik. Dan ia berhasil melakukannya, bahkan melampaui ekspektasinya sendiri. Momen kebersamaan dengan Anggun, baik di atas panggung maupun di belakang panggung, akan selalu terukir dalam memorinya sebagai salah satu pencapaian terbesarnya.
Kisah Danang ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para seniman muda Indonesia lainnya untuk terus berkarya, bermimpi besar, dan tidak takut untuk melangkah ke panggung dunia. Dengan semangat yang membara dan dukungan dari berbagai pihak, musik Indonesia akan semakin dikenal dan dicintai di seluruh penjuru dunia.
Danang Pradana, dengan segala kerendahan hati dan antusiasmenya, telah membuktikan bahwa talenta Indonesia mampu bersinar terang di panggung internasional. Pengalamannya bersama Anggun C Sasmi di World Economic Forum bukan hanya sekadar sebuah penampilan, melainkan sebuah tonggak sejarah yang membuktikan bahwa mimpi besar dapat diraih dengan kerja keras, dedikasi, dan keberanian untuk melangkah keluar dari zona nyaman. Ia telah membawa pulang bukan hanya kenangan manis, tetapi juga kepercayaan diri yang semakin besar untuk terus berkarya dan mengharumkan nama bangsa melalui musik.

