Jakarta – Sebuah gebrakan inovatif yang memadukan dunia virtual gaming dengan nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan telah sukses digelar. Kajian Roblox, yang diselenggarakan pada hari Kamis, 19 Februari 2026, mencatat kesuksesan luar biasa dengan partisipasi 170 gamer yang memeriahkan acara. Mereka tidak hanya berkumpul, namun juga secara aktif terlibat dalam misi mulia membersihkan masjid secara virtual, sebuah inisiatif yang didukung penuh oleh Wipol dan diprakarsai oleh Detikcom.
Acara yang diberi tajuk "Cek Keseruan Bersih-bersih Masjid di Roblox Bersama Wipol dan Detikcom" ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman Ramadan yang lebih bermakna, inspiratif, dan relevan dengan gaya hidup generasi masa kini. Sejak awal, atmosfer kegembiraan dan antusiasme sudah terasa. Para pemain, yang datang dari berbagai latar belakang namun dipersatukan oleh kecintaan pada dunia game dan keinginan untuk berpartisipasi dalam kegiatan positif, berkumpul di aula virtual yang telah disiapkan. Aula ini didesain dengan apik, mencerminkan nuansa kebersamaan dan persiapan untuk sebuah petualangan yang unik.
Setelah sesi pembukaan singkat yang disambut hangat, seluruh peserta diajak untuk melangkah ke booth virtual Wipol. Booth ini bukan sekadar pajangan, melainkan sebuah gerbang interaktif yang menjadi titik awal misi utama. Di area booth, para gamer harus mencari Non-Player Character (NPC) khusus yang mewakili Wipol. Interaksi dengan NPC ini menjadi kunci untuk mendapatkan misi utama yang menantang sekaligus menyenangkan: membersihkan masjid. Proses pencarian NPC ini sendiri sudah menjadi bagian dari gamifikasi yang membuat peserta semakin penasaran dan bersemangat. Mereka saling berinteraksi, bertanya, dan berlomba menemukan NPC tersebut, menambah dinamika sosial dalam lingkungan virtual.
Begitu misi diterima, para pemain segera bergegas menuju masjid virtual yang kondisinya digambarkan kotor dan membutuhkan sentuhan bersih-bersih. Ini bukan sekadar simulasi biasa; para pengembang game telah merancang detail visual yang meyakinkan, mulai dari noda di lantai, debu yang menempel, hingga tampilan kusam yang mengindikasikan bahwa masjid tersebut memang butuh perhatian ekstra. Dengan peralatan pembersih virtual yang disediakan, seperti sapu, pel, dan cairan pembersih yang terinspirasi dari produk Wipol, para gamer mulai menjalankan tugas mereka. Mereka dengan cekatan mengarahkan avatar mereka, menggosok lantai yang kotor, membersihkan dinding, dan merapikan setiap sudut masjid hingga kembali mengilap.
Antusiasme peserta terlihat jelas dari kecepatan dan ketelitian mereka dalam menyelesaikan misi. Layar-layar monitor dipenuhi dengan aksi avatar yang bergerak lincah, membersihkan noda demi noda. Ada elemen kompetisi yang sehat di sini: pemain yang mampu menyelesaikan misi pembersihan dengan cepat dan efisien akan diberikan hadiah spesial. Hadiah tersebut berupa avatar menggemaskan dari Wipol, sebuah bentuk apresiasi yang tidak hanya menambah koleksi virtual mereka, tetapi juga menjadi simbol kebanggaan atas kontribusi mereka dalam menjaga kebersihan. Suasana ceria dan semangat kolaborasi memenuhi ruang obrolan virtual, di mana para gamer saling berbagi tips dan strategi untuk menyelesaikan misi dengan lebih baik.
Setelah masjid virtual berhasil dibersihkan dan kembali berseri, agenda berikutnya yang tak kalah penting pun dimulai: sesi kajian islami. Lokasi kajian ini berada di dalam masjid yang baru saja mereka bersihkan, memberikan nuansa kesucian dan kenyamanan yang mendalam. Para peserta secara teratur mengambil tempat duduk mereka, membentuk barisan yang rapi dalam lingkungan virtual. Dengan khidmat, mereka mendengarkan ceramah yang dipimpin oleh Ustadz Abi Azkakia. Ustadz Abi Azkakia menyampaikan materi yang relevan dengan kehidupan sehari-hari dan nilai-nilai Islam, membahas pentingnya kebersihan, baik fisik maupun spiritual, serta makna ibadah di era digital.
Sesi kajian ini semakin menarik dengan kehadiran Adit Insomnia sebagai moderator yang energik dan Dustin Tiffani sebagai bintang tamu yang memberikan sentuhan humor segar. Adit Insomnia dengan kepiawaiannya berhasil memandu jalannya kajian, memastikan interaksi yang hidup antara Ustadz Abi Azkakia dan para peserta. Sementara itu, Dustin Tiffani menambahkan nuansa ringan dan relatable, membuat materi kajian terasa lebih mudah dicerna dan tidak kaku, terutama bagi audiens muda. Kombinasi antara kedalaman ilmu Ustadz Abi Azkakia, kepiawaian Adit Insomnia, dan sentuhan hiburan dari Dustin Tiffani menjadikan sesi ini sangat berkesan dan jauh dari kesan monoton.
Setelah pemaparan materi, sesi tanya jawab dibuka, memberikan kesempatan bagi para peserta untuk mengajukan pertanyaan seputar agama, kehidupan, atau bahkan tantangan beribadah di tengah gempuran teknologi. Interaksi yang terjadi sangat dinamis, menunjukkan rasa ingin tahu dan keinginan peserta untuk memperdalam pemahaman mereka. Ustadz Abi Azkakia dengan sabar dan bijaksana menjawab setiap pertanyaan, memberikan pencerahan yang sangat dibutuhkan. Kajian ditutup dengan sebuah segmen yang tak kalah seru: cerdas cermat islami. Para peserta kembali berkompetisi, menguji pengetahuan mereka tentang Islam dalam format kuis yang interaktif. Hadiah untuk pemenang cerdas cermat ini juga tidak main-main, yaitu sebuah dispenser, menambah motivasi para peserta untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka.
Keseruan Kajian Roblox ini belum berakhir sampai di sini. Detikcom dan Wipol telah merencanakan sesi-sesi berikutnya dengan beragam misi dan tema yang dipastikan akan lebih menarik dan seru. Ini merupakan bagian dari komitmen untuk terus menghadirkan konten yang relevan, edukatif, dan menghibur bagi generasi muda. Bagi mereka yang belum sempat bergabung namun tertarik untuk merasakan pengalaman unik ini, pendaftaran untuk sesi-sesi mendatang masih dibuka melalui tautan berikut: detik.com/kajian-roblox. Link ini menjadi gerbang utama bagi para gamer dan siapa pun yang ingin menjadi bagian dari komunitas virtual yang positif ini.
Selain berpartisipasi secara langsung, bagi gamer dan masyarakat umum yang ingin menyaksikan kembali kemeriahan Kajian Roblox ini, siaran langsungnya tersedia di berbagai platform Detikcom. Anda bisa menontonnya melalui situs resmi detik.com/tag/kajianroblox, akun Instagram @detikcom, serta akun Instagram @detikINET. Aksesibilitas ini memastikan bahwa pesan dan semangat dari acara ini dapat menjangkau audiens yang lebih luas, melampaui batas-batas partisipasi langsung.
Sebagai tambahan informasi yang penting, program inovatif yang digagas oleh Detikcom ini didukung penuh oleh Wipol. Wipol, sebagai merek yang identik dengan kebersihan dan kesehatan, melihat kolaborasi ini sebagai kesempatan emas untuk menghadirkan pengalaman Ramadan yang tidak hanya bermakna secara spiritual, tetapi juga inspiratif dan relevan dengan generasi masa kini. Kemitraan ini menunjukkan bagaimana sebuah merek dapat berinovasi dalam strateginya untuk terhubung dengan audiens target melalui cara yang otentik dan berdampak positif. Wipol tidak hanya berinvestasi dalam acara ini dengan hadiah-hadiah menarik, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan sebuah platform di mana detikers, khususnya generasi muda, bisa merasakan kajian yang seru, penuh insight, dan dikemas dalam format yang mereka gemari. Ini adalah contoh nyata bagaimana teknologi, gaming, pendidikan agama, dan branding dapat berpadu harmonis menciptakan sebuah event yang tak hanya menghibur, tetapi juga memperkaya jiwa dan pikiran.
Melalui Kajian Roblox, Detikcom dan Wipol telah berhasil membuktikan bahwa nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan dapat disampaikan dengan cara yang modern dan menarik. Ini membuka jalan bagi lebih banyak inovasi di masa depan, di mana batasan antara dunia nyata dan virtual semakin kabur, dan potensi untuk menciptakan dampak positif semakin tak terbatas. Sebuah langkah maju yang patut diapresiasi dalam upaya mendekatkan agama dan teknologi kepada generasi digital.
(hps/fay)

