BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri, aktor dan presenter Ben Kasyafani telah matang mempersiapkan rencana untuk momen penting ini, terutama terkait dengan putri semata wayangnya, Sienna Ameerah Kasyafani. Fokus utama Ben adalah memastikan pembagian waktu kebersamaan Sienna berjalan harmonis antara dirinya dan mantan istri tercinta, Marshanda. Tradisi membagi waktu selama Lebaran ini bukanlah hal baru bagi Ben dan Marshanda, melainkan sebuah rutinitas tahunan yang telah mereka jalani dengan penuh kedewasaan demi kebahagiaan sang buah hati. Untuk Idul Fitri tahun ini, Ben telah menetapkan hari pertama Lebaran sebagai waktu eksklusif bagi Sienna untuk merayakan bersama keluarga besar Ben. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan berbagai jadwal keluarga yang cukup padat dan berpotensi bentrok.
"Lebaran biasanya hari pertama di rumah aku, habis itu hari kedua baru bareng sama Caca (Marshanda). Kita lagi atur karena kebetulan ada keluarga di sini yang terlalu bentrok jadwalnya tahun ini," ujar Ben Kasyafani saat ditemui di kawasan Tanah Kusir, Jakarta Selatan, pada hari Selasa, 17 Maret 2026. Pernyataan Ben ini menegaskan komitmennya untuk memberikan Sienna pengalaman Lebaran yang meriah dan penuh kehangatan di kedua belah pihak keluarga. Meskipun harus menavigasi jadwal yang terkadang kompleks, Ben menekankan bahwa proses komunikasi dengan Marshanda berjalan sangat lancar dan tanpa hambatan. Sejauh ini, mereka tidak pernah mengalami perselisihan dalam menentukan jadwal yang terbaik bagi Sienna.
"Terus koordinasi sama Caca ada acara di mana, sejauh ini nggak pernah ada masalah. Paling berbagi waktu sama Sienna sama Caca saja, ya pembagian-pembagian waktunya seperti apa," jelas Ben Kasyafani lebih lanjut. Keterbukaan dan kejujuran dalam berkomunikasi menjadi kunci utama dalam menjaga keharmonisan hubungan mereka sebagai orang tua. Ben menyadari betul bahwa di atas segalanya, kepentingan Sienna adalah prioritas utama. Oleh karena itu, ia selalu berusaha untuk berkoordinasi secara intensif dengan Marshanda, bahkan ketika ada jadwal internal keluarga besar yang berbenturan.
"Biasanya hari pertama di rumah aku, habis itu rumah Caca, habis itu kalau ada keperluan keluarga di sini yang terlalu bentrok kita koordinasi. Sejauh ini nggak pernah ada masalah," terang Ben Kasyafani, menunjukkan betapa profesional dan dewasa mereka dalam menyikapi tanggung jawab sebagai orang tua. Kesepakatan ini tidak hanya mencakup pembagian waktu yang adil, tetapi juga memberikan kebebasan bagi Sienna untuk menikmati momen Lebaran di rumah kedua orang tuanya tanpa rasa terpaksa atau terbebani. Ben Kasyafani sangat bangga dengan solidnya hubungan komunikasi yang terjalin antara dirinya dan Marshanda, sebuah fondasi kuat yang memastikan kebahagiaan anak mereka di hari kemenangan umat Islam.
Perayaan Idul Fitri bagi keluarga Ben Kasyafani dan Marshanda selalu menjadi momen yang dinanti-nanti. Bukan hanya sebagai momen ibadah dan refleksi diri, tetapi juga sebagai kesempatan emas untuk mempererat tali silaturahmi, baik dengan keluarga besar masing-masing maupun antara kedua orang tua Sienna. Ben Kasyafani, sebagai seorang ayah yang bertanggung jawab, senantiasa berusaha untuk menciptakan lingkungan yang stabil dan penuh kasih sayang bagi Sienna, meskipun ia dan Marshanda telah resmi bercerai. Pendekatan yang mereka ambil dalam membagi waktu Lebaran adalah contoh nyata dari komitmen tersebut.
Setiap tahun, ketika bulan Ramadan mendekati akhir, percakapan mengenai rencana Lebaran selalu menjadi agenda utama bagi Ben dan Marshanda. Mereka duduk bersama, atau setidaknya berkomunikasi secara intens, untuk merencanakan bagaimana Sienna akan menghabiskan hari-hari penuh berkah tersebut. Pembagian waktu ini tidak dilakukan secara kaku, melainkan fleksibel, menyesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan Sienna serta agenda keluarga yang mungkin timbul. Namun, prinsip dasar yang selalu dipegang adalah memastikan Sienna mendapatkan momen berkualitas dengan kedua orang tuanya dan keluarga besar mereka.
Ben Kasyafani mengungkapkan bahwa hari pertama Lebaran biasanya dihabiskan di kediamannya. Ini adalah tradisi yang telah terbentuk, di mana Sienna dapat berkumpul dan bersilaturahmi dengan keluarga besar Ben. Moment ini dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan, mulai dari shalat Idul Fitri bersama, menikmati hidangan khas Lebaran, hingga bermain dan berinteraksi dengan kerabat. Kehadiran Sienna di rumah Ben di hari pertama ini memberikan kehangatan tersendiri bagi keluarga besar Ben, yang tentu saja merindukan sosok cucu atau keponakan kesayangan mereka.
Setelah menghabiskan waktu bersama keluarga Ben, giliran Marshanda yang akan menjadi tuan rumah pada hari kedua Lebaran. Sienna kemudian akan bertolak ke kediaman Marshanda untuk merayakan hari kemenangan bersama keluarga besar ibundanya. Pembagian ini dilakukan secara bergantian setiap tahunnya, atau terkadang disesuaikan dengan kesepakatan yang paling nyaman bagi semua pihak. Yang terpenting adalah Sienna tidak merasa kehilangan salah satu dari orang tuanya di hari yang spesial ini. Ia dapat merasakan cinta dan perhatian dari kedua belah pihak keluarga.
Tantangan terbesar dalam pembagian waktu ini, seperti yang diakui oleh Ben, adalah ketika ada jadwal keluarga yang bentrok. Baik Ben maupun Marshanda memiliki keluarga besar dengan tradisi dan acara Lebaran mereka masing-masing. Terkadang, acara keluarga dari pihak Ben dan Marshanda jatuh pada waktu yang bersamaan atau berdekatan. Di sinilah peran koordinasi menjadi sangat krusial. Ben dan Marshanda secara aktif berkomunikasi untuk mencari solusi terbaik, memastikan bahwa Sienna dapat hadir di kedua acara tanpa merasa terburu-buru atau tertekan.
"Kita lagi atur karena kebetulan ada keluarga di sini yang terlalu bentrok jadwalnya tahun ini," kata Ben Kasyafani. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa mereka tidak serta-merta memaksakan jadwal yang ada, melainkan berusaha untuk menemukan titik temu yang menguntungkan semua pihak, terutama Sienna. Fleksibilitas dan kemauan untuk berkompromi adalah kunci dari keberhasilan mereka dalam menjaga keharmonisan ini. Ben selalu menekankan pentingnya komunikasi terbuka dengan Marshanda. Ia percaya bahwa selama komunikasi berjalan baik, segala persoalan dapat diselesaikan.
"Terus koordinasi sama Caca ada acara di mana, sejauh ini nggak pernah ada masalah. Paling berbagi waktu sama Sienna sama Caca saja, ya pembagian-pembagian waktunya seperti apa," jelas Ben. Komunikasi yang lancar ini memungkinkan mereka untuk saling memahami dan menghargai agenda masing-masing. Tidak ada ego atau rasa saling curiga yang menghalangi. Yang ada hanyalah niat tulus untuk memberikan yang terbaik bagi putri mereka. Marshanda, seperti Ben, juga sangat mementingkan kebahagiaan Sienna. Oleh karena itu, ia selalu kooperatif dalam setiap perencanaan yang melibatkan Sienna.
Ben Kasyafani menambahkan bahwa koordinasi adalah kunci utama dalam menjaga keharmonisan jadwal mereka. Ia memastikan kepentingan Sienna tetap menjadi prioritas, meskipun ada beberapa jadwal internal keluarga besarnya yang sempat berbenturan. Pendekatan ini menunjukkan kedewasaan dan komitmen Ben sebagai orang tua. Ia tidak membiarkan urusan pribadi atau perbedaan pandangan menghalangi pemenuhan hak Sienna untuk mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuanya dan merasakan kehangatan momen Lebaran bersama keluarga besar mereka.
"Biasanya hari pertama di rumah aku, habis itu rumah Caca, habis itu kalau ada keperluan keluarga di sini yang terlalu bentrok kita koordinasi. Sejauh ini nggak pernah ada masalah," terang Ben Kasyafani. Pola pembagian waktu ini telah menjadi semacam ‘aturan tak tertulis’ yang mereka sepakati bersama. Fleksibilitas dalam pelaksanaannya memungkinkan mereka untuk menyesuaikan diri dengan situasi yang berkembang. Namun, inti dari pembagian ini adalah keseimbangan dan keadilan bagi Sienna.
Kesepakatan ini mencakup kebebasan Sienna untuk menikmati momen Lebaran di kedua belah pihak keluarga secara adil. Ben Kasyafani memastikan hubungan komunikasinya dengan Marshanda tetap solid demi menjaga kebahagiaan anak mereka di hari kemenangan tersebut. Ia ingin Sienna tumbuh dalam lingkungan yang penuh cinta dan dukungan, di mana kedua orang tuanya tetap kompak meskipun tidak lagi bersama. Hal ini juga menjadi pelajaran berharga bagi Sienna tentang bagaimana menghadapi perbedaan dan tetap menjaga hubungan baik.
"Koordinasi sama Caca ada acara di mana, sejauh ini gak pernah ada masalah," pungkasnya. Pernyataan penutup Ben ini menegaskan kembali betapa harmonisnya hubungan komunikasi antara dirinya dan Marshanda terkait urusan Sienna. Mereka telah berhasil membangun sebuah sistem yang efektif, di mana kebahagiaan dan kesejahteraan Sienna selalu menjadi yang terdepan. Perayaan Idul Fitri mereka bukan hanya tentang tradisi dan ibadah, tetapi juga tentang kekuatan cinta orang tua yang terus berlanjut demi sang buah hati, sebuah inspirasi bagi banyak pasangan yang mungkin menghadapi situasi serupa. Ben Kasyafani dan Marshanda telah membuktikan bahwa perceraian bukanlah akhir dari tanggung jawab sebagai orang tua, melainkan awal dari sebuah perjalanan baru dalam mendidik anak dengan cara yang berbeda namun tetap penuh kasih.

