BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Juventus harus menelan pil pahit setelah tumbang 0-1 saat bertandang ke markas Cagliari di Stadion Unipol Domus, Minggu (18/1/2026) dini hari WIB. Gol tunggal kemenangan tim tuan rumah dicetak oleh Luca Mazzitelli pada babak kedua, yang sekaligus menjadi mimpi buruk bagi skuat asuhan Massimiliano Allegri. Kekalahan ini membuat Juventus tertahan di peringkat keempat klasemen Serie A dengan koleksi 39 poin dari 21 pertandingan, tertinggal sepuluh angka dari pemuncak klasemen, Inter Milan. Sementara itu, bagi Cagliari, kemenangan ini menjadi dorongan signifikan untuk menjauh dari ancaman zona degradasi. Mereka kini menempati posisi ke-15 dengan 22 poin, menciptakan jarak delapan angka dari jurang degradasi.
Pertandingan antara Cagliari dan Juventus, yang merupakan bagian dari lanjutan Serie A musim 2025-2026, menampilkan drama yang cukup menegangkan, terutama di paruh pertama pertandingan. Juventus sejatinya berpeluang membuka keunggulan lebih awal ketika mereka dihadiahi penalti pada menit ke-15. Namun, kebahagiaan tim tamu harus pupus setelah wasit, setelah melakukan tinjauan melalui Video Assistant Referee (VAR), memutuskan untuk membatalkan hadiah penalti tersebut. Keputusan ini diambil setelah wasit menilai bahwa kontak yang terjadi antara pemain Cagliari, Mazzitelli, dengan gelandang Juventus, Miretti, belum cukup untuk dianggap sebagai sebuah pelanggaran yang berujung pada tendangan dari titik putih. Keputusan VAR ini tentu saja memicu perdebatan, namun wasit tetap berpegang pada keputusannya.
Meskipun penalti dibatalkan, Juventus tetap berusaha membangun serangan. Upaya datang dari sisi kiri pertahanan Cagliari, di mana Kenan Yildiz menjadi motor serangan. Ia berhasil mengirimkan umpan kepada Miretti yang kemudian melepaskan tembakan. Sayangnya, bola tendangan Miretti masih dapat dihalau dengan baik oleh kiper Cagliari, Elia Caprile, yang tampil sigap di bawah mistar gawang. Kehadiran Caprile menjadi tembok kokoh bagi lini serang Juventus sepanjang babak pertama. Hingga peluit babak pertama dibunyikan, skor kacamata tetap bertahan. Juventus, yang notabene tim unggulan, terlihat kesulitan menciptakan peluang emas yang berarti, dan minimnya ancaman ke gawang lawan menjadi catatan penting di paruh pertama ini.
Memasuki babak kedua, Juventus mencoba meningkatkan intensitas serangan mereka. Salah satu peluang sempat diciptakan oleh Andrea Cambiaso. Ia mencoba peruntungannya dengan melepaskan tembakan spekulatif dari luar kotak penalti. Namun, lagi-lagi, Elia Caprile menunjukkan refleksnya yang luar biasa dengan menepis bola tendangan Cambiaso tersebut. Upaya Juventus untuk membongkar pertahanan Cagliari terus berlanjut. Kenan Yildiz, yang menjadi salah satu pemain paling aktif bagi Juventus, kembali menebar ancaman. Ia berhasil melewati adangan beberapa pemain belakang Cagliari, namun penyelesaian akhirnya masih belum menemui sasaran, bola tendangannya melambung tipis di atas mistar gawang.
Pukulan telak bagi Juventus datang pada menit ke-65. Secara mengejutkan, Cagliari berhasil mencetak gol pembuka melalui Luca Mazzitelli. Gol ini berawal dari eksekusi tendangan bebas yang dilepaskan oleh Gianluca Gaetano. Bola tendangan bebas tersebut berhasil disundul atau disambut oleh Mazzitelli yang berada di dalam kotak penalti, dan dengan tendangan voli yang akurat, ia berhasil merobek jala gawang Juventus yang dijaga oleh Mattia Perin. Gol ini disambut gegap gempita oleh para pendukung Cagliari yang memadati Stadion Unipol Domus. Bagi Juventus, gol ini menjadi pukulan telak dan membuat mereka harus bekerja lebih keras untuk mengejar ketertinggalan.
Tertinggal satu gol, Juventus semakin meningkatkan tekanan mereka. Kenan Yildiz kembali menjadi ancaman nyata bagi pertahanan Cagliari. Ia melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang memaksa Caprile kembali melakukan penyelamatan gemilang. Bola tendangan Yildiz sempat berbelok arah setelah membentur pemain Cagliari, menambah sulitnya antisipasi bagi Caprile, namun bola akhirnya masih membentur tiang gawang. Sebuah momen yang sangat dramatis dan sedikit keberuntungan yang berpihak pada Cagliari. Meski terus menerus memberikan tekanan dan menciptakan beberapa peluang berbahaya, Juventus tidak mampu menemukan gol balasan. Pertahanan solid Cagliari, yang dipimpin oleh Caprile, berhasil menahan gempuran Juventus hingga peluit panjang dibunyikan.
Kekalahan ini tentu saja menjadi pukulan bagi ambisi Juventus untuk terus bersaing di papan atas Serie A. Mereka perlu segera melakukan evaluasi dan perbaikan untuk menghadapi sisa musim kompetisi. Di sisi lain, kemenangan ini memberikan suntikan moral yang luar biasa bagi Cagliari dan memperbesar harapan mereka untuk bertahan di Serie A musim depan.
Jalannya Pertandingan secara Rinci:
Pertandingan dimulai dengan tempo yang cukup hati-hati dari kedua tim. Juventus, sebagai tim tamu yang diunggulkan, berusaha mengontrol jalannya bola, namun Cagliari menampilkan pertahanan yang cukup disiplin.
Menit ke-15: Momen krusial ketika Juventus mendapatkan hadiah penalti setelah Miretti dianggap dilanggar oleh Mazzitelli di dalam kotak terlarang. Namun, setelah review VAR, wasit membatalkan keputusan tersebut karena menilai kontak tidak cukup kuat untuk dianggap sebagai pelanggaran.
Menit ke-20-30: Juventus mencoba membangun serangan dari berbagai sektor. Kenan Yildiz menjadi salah satu pemain yang paling aktif, namun penyelesaian akhir masih menjadi masalah. Tembakan Miretti yang memanfaatkan umpan David masih bisa dimentahkan oleh Caprile.
Menit ke-30-45: Pertandingan cenderung berjalan monoton. Juventus kesulitan menembus pertahanan rapat Cagliari, sementara Cagliari lebih fokus pada pertahanan dan sesekali melancarkan serangan balik yang belum membahayakan. Babak pertama berakhir tanpa gol.
Menit ke-46-55: Memasuki babak kedua, Juventus meningkatkan intensitas serangan. Cambiaso mencoba peruntungannya dengan tendangan jarak jauh yang berhasil ditepis Caprile. Juventus terus mencoba mencari celah.
Menit ke-55-65: Kenan Yildiz menunjukkan kualitasnya dengan melewati beberapa pemain belakang Cagliari, namun tendangannya masih melambung di atas mistar. Peluang demi peluang diciptakan Juventus, namun belum ada yang membuahkan hasil.
Menit ke-65: Gol pembuka untuk Cagliari! Luca Mazzitelli mencatatkan namanya di papan skor melalui tendangan voli spektakuler setelah menyambut umpan tendangan bebas Gianluca Gaetano. Skor berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan Cagliari.
Menit ke-65-80: Juventus merespons gol tersebut dengan meningkatkan tekanan. Kenan Yildiz kembali menjadi ancaman, melepaskan tembakan keras yang memaksa Caprile melakukan penyelamatan dan kemudian membentur tiang gawang. Juventus terus menyerang, namun pertahanan Cagliari kokoh.
Menit ke-80-90+: Sisa pertandingan diwarnai dengan serangan bertubi-tubi dari Juventus. Mereka berusaha keras menyamakan kedudukan, namun gol balasan tidak kunjung tercipta. Cagliari berhasil mempertahankan keunggulan mereka hingga akhir pertandingan.
Susunan Pemain:
- Cagliari: Caprile; Ze Pedro, Mina, Luperto; Palestra, Gaetano, Adopo, Mazzitelli, Obert; Kilicsoy (Borrelli 54′), S Esposito (Idrissi 64′).
- Juventus: Perin; Kalulu, Bremer, Kelly, Cambiaso; Locatelli (Openda 67′), Koopmeiners; McKennie, Miretti (Zhegrova 67′), Yildiz; David.
Kekalahan ini menjadi catatan penting bagi Juventus dalam upaya mereka meraih Scudetto musim ini. Mereka harus segera bangkit dan memperbaiki performa mereka di pertandingan-pertandingan selanjutnya. Sementara itu, Cagliari patut mendapatkan apresiasi atas perjuangan dan kemenangan mereka yang krusial dalam upaya bertahan di kasta tertinggi sepak bola Italia.

