BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) telah mengumumkan sebuah revolusi dalam kalender kompetisi bulutangkis internasional, memperkenalkan struktur baru untuk Tur Dunia BWF yang akan berlaku mulai tahun 2027 hingga 2030. Perubahan fundamental ini tidak hanya bertujuan untuk memperkuat aspek komersial olahraga tepok bulu ini, tetapi juga untuk meningkatkan standar produksi, mengangkat profil global bulutangkis, serta menciptakan pengalaman yang lebih kaya dan mendalam bagi para atlet maupun para penggemar setia. Indonesia Open, salah satu turnamen paling prestisius di tanah air, dipastikan akan mengalami dampak signifikan dari evolusi ini, seiring dengan penyesuaian format dan tingkatan turnamen.
"Inti dari evolusi ini adalah Tur Dunia BWF yang diubah, menampilkan 36 turnamen dalam struktur enam tingkat, dengan lima turnamen Super 1000 dan semua turnamen Super 100 sekarang sepenuhnya terintegrasi ke dalam tur untuk pertama kalinya," demikian pernyataan resmi BWF yang dikutip oleh detikSport pada Selasa, 10 Februari 2026. Perubahan ini menandai langkah strategis BWF untuk memodernisasi dan menyelaraskan kompetisi bulutangkis dengan tuntutan zaman, baik dari segi bisnis maupun daya tarik bagi khalayak luas. Dengan format enam tingkatan yang lebih terstruktur, diharapkan akan ada kejelasan jenjang kompetisi yang lebih baik bagi para pemain, dari level junior hingga profesional.
Salah satu inovasi paling mencolok yang diperkenalkan oleh BWF adalah perubahan format pada turnamen kategori Super 1000. Mulai tahun 2027, turnamen Super 1000 akan mengadopsi sistem gugur dengan jumlah peserta yang lebih besar. Khusus untuk sektor tunggal, akan ada 48 entri, sebuah peningkatan signifikan dari format sebelumnya yang umumnya hanya diikuti oleh 32 pemain. Sementara itu, sektor ganda juga akan mengalami peningkatan, dengan kuota peserta menjadi 32 pasang. Perubahan ini tentu akan meningkatkan tingkat persaingan dan ketegangan dalam setiap pertandingan, karena lebih banyak atlet papan atas akan berhadapan sejak babak awal.
Selain penambahan jumlah peserta, durasi pelaksanaan turnamen Super 1000 juga akan diperpanjang secara drastis. Jika sebelumnya turnamen ini biasanya digelar dalam rentang waktu enam hari, mulai dari Selasa hingga Minggu, format baru akan memperpanjangnya menjadi 11 hari, yang secara strategis mencakup dua akhir pekan. Perpanjangan durasi ini memberikan kesempatan lebih besar bagi para pemain untuk beradaptasi dengan kondisi lapangan, serta memberikan waktu lebih bagi para penggemar untuk menikmati rangkaian pertandingan berkualitas tinggi. Tentu saja, perpanjangan durasi ini juga berpotensi meningkatkan potensi pendapatan dari sisi komersial, seperti hak siar televisi dan sponsor.
Indonesia dipastikan akan tetap menjadi tuan rumah salah satu turnamen bergengsi di level Super 1000 melalui Indonesia Open. Posisi Indonesia sebagai tuan rumah turnamen tertinggi ini menjadi pengakuan atas konsistensi penyelenggaraan yang baik dan antusiasme publik bulutangkis di tanah air. Namun, Indonesia tidak lagi menjadi satu-satunya perwakilan dari Asia Tenggara di level tertinggi ini, karena Denmark akan naik kelas dari Super 750 menjadi tuan rumah Super 1000. Peningkatan status Denmark ini menambah daftar negara yang menyelenggarakan turnamen Super 1000, yang sebelumnya sudah diisi oleh China, All England (Inggris), dan Malaysia Open. Kehadiran Denmark di level Super 1000 akan semakin memperkaya persaingan di turnamen kelas atas dan membuka peluang baru bagi para pemain Eropa.
BWF juga secara resmi mengonfirmasi adanya kenaikan total hadiah uang (prize money) di semua tingkatan turnamen. Meskipun rincian spesifik mengenai besaran kenaikan di setiap tingkatan belum diungkapkan secara rinci dalam pemberitaan awal ini, namun komitmen untuk meningkatkan prize money menunjukkan keseriusan BWF dalam memberikan apresiasi yang lebih layak kepada para atlet yang telah berjuang keras mengharumkan nama mereka dan olahraga bulutangkis. Peningkatan hadiah uang ini diharapkan dapat menjadi motivasi tambahan bagi para pemain untuk terus berlatih dan berkompetisi di level tertinggi, serta menarik lebih banyak talenta muda untuk terjun ke dunia bulutangkis profesional.
Perubahan struktural ini tidak hanya terbatas pada Tur Dunia. BWF juga mengumumkan modifikasi pada format Kejuaraan Dunia mulai tahun 2027. Kejuaraan dunia bergengsi ini akan mengadopsi sistem babak penyisihan grup sebelum memasuki fase sistem gugur. Perubahan ini diharapkan dapat memberikan lebih banyak pertandingan bagi para peserta dan mengurangi risiko tersingkir di awal kompetisi bagi pemain yang mungkin kurang beruntung dalam undian. Dengan adanya babak penyisihan grup, para pemain memiliki kesempatan lebih untuk menunjukkan performa terbaik mereka dan membangun momentum sebelum memasuki fase eliminasi yang lebih ketat.
Selain itu, untuk turnamen beregu prestisius seperti Final Piala Thomas & Uber (mulai 2028) dan Final Piala Sudirman (mulai 2027), jumlah peserta resmi juga akan ditambah menjadi 24 tim. Penambahan kuota tim ini akan membuka peluang lebih besar bagi negara-negara lain untuk berpartisipasi dalam turnamen beregu paling bergengsi di dunia. Hal ini juga diharapkan dapat meningkatkan persaingan dan menambah dimensi strategis dalam setiap pertandingan beregu, karena lebih banyak negara yang memiliki kesempatan untuk menguji kekuatan mereka di panggung internasional. Perubahan ini mencerminkan visi BWF untuk mengembangkan bulutangkis secara global dan memberikan platform yang lebih luas bagi para atlet dari berbagai negara untuk bersinar.
Secara keseluruhan, pengumuman BWF mengenai perubahan jadwal turnamen mulai 2027 menandai era baru dalam dunia bulutangkis internasional. Dengan penyesuaian format, peningkatan prize money, dan perluasan partisipasi, BWF berupaya untuk menjadikan bulutangkis sebagai olahraga yang semakin menarik, kompetitif, dan mendunia. Indonesia Open, sebagai salah satu turnamen ikonik, akan terus memainkan peran penting dalam kalender global ini, namun dengan dinamika baru yang harus diadaptasi oleh para pemain, pelatih, dan penyelenggara. Evolusi ini diprediksi akan membawa bulutangkis ke tingkat yang lebih tinggi lagi di masa depan, baik dari segi prestasi maupun popularitas.

