0

Bukan Kaleng-kaleng, TV Samsung yang Terjual Setara 24x Keliling Bumi

Share

SW Yong, Head of Visual Display Business Samsung, mengungkapkan perumpamaan yang menggetarkan tersebut saat berbicara di hadapan audiens global yang terdiri dari jurnalis, analis, dan mitra industri. "Jika seluruh TV Samsung yang pernah dijual disusun berjajar berdampingan, panjangnya bisa mengelilingi Bumi hingga sekitar 24 kali," kata Yong, dengan nada bangga namun tetap membumi, menggarisbawahi skala bisnis yang telah mereka bangun. Untuk memberikan gambaran yang lebih konkret, keliling Bumi di ekuator adalah sekitar 40.075 kilometer. Mengalikan angka tersebut dengan 24, kita mendapatkan total panjang sekitar 961.800 kilometer. Jarak ini hampir tiga kali lipat jarak dari Bumi ke Bulan (sekitar 384.400 km) dan cukup untuk melintasi seluruh benua berkali-kali. Bayangkan sebuah "karpet" raksasa yang terbuat dari televisi, membentang melintasi samudra dan daratan, menyatukan jutaan rumah tangga dalam satu jaringan visual yang luar biasa.

Perhitungan fantastis ini didasarkan pada pencapaian Samsung yang telah menjual lebih dari 830 juta unit TV sejak menjadi merek TV nomor satu dunia selama 20 tahun berturut-turut. Konsistensi selama dua dekade ini bukanlah kebetulan semata. Ini adalah hasil dari investasi besar dalam riset dan pengembangan (R&D), strategi pasar yang agresif, rantai pasokan yang efisien, dan yang paling penting, kemampuan untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan kebutuhan konsumen yang terus berubah. Sejak pertama kali merebut posisi puncak pada tahun 2006, Samsung telah secara konsisten mempertahankan kepemimpinannya, menghadapi persaingan ketat dari produsen lain di Asia dan Barat. Angka 830 juta unit ini merepresentasikan lebih dari sekadar unit terjual; ini adalah cerminan dari miliaran momen hiburan, informasi, dan koneksi yang telah difasilitasi oleh perangkat mereka.

Yong menekankan bahwa angka tersebut bukan sekadar statistik penjualan semata, melainkan mencerminkan bagaimana TV Samsung telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan jutaan rumah tangga di berbagai belahan dunia. Selama dua dekade terakhir, Samsung terus mendorong batas-batas inovasi TV, memimpin transisi dari era layar tabung CRT yang bulky menuju revolusi layar datar yang elegan dan hemat ruang. Kemudian, mereka memelopori peningkatan resolusi, mulai dari definisi standar (SD) ke definisi tinggi (HD), Full HD, hingga puncaknya dengan teknologi 4K dan 8K yang menghadirkan detail gambar yang memukau. Selain itu, Samsung juga menjadi pemain kunci dalam pengembangan teknologi layar seperti LED, QLED, dan OLED, masing-masing dengan keunggulan visualnya sendiri, menawarkan warna yang lebih kaya, kontras yang lebih dalam, dan kecerahan yang superior.

Bukan Kaleng-kaleng, TV Samsung yang Terjual Setara 24x Keliling Bumi

Inovasi Samsung tidak berhenti pada kualitas gambar. Mereka juga berada di garis depan dalam mengubah TV dari sekadar perangkat tontonan menjadi pusat hiburan cerdas. Konsep Smart TV, yang memungkinkan pengguna mengakses aplikasi streaming, internet, dan berbagai layanan digital langsung dari layar, sebagian besar dipopulerkan oleh Samsung. Desain juga menjadi fokus utama, dengan pengembangan TV berbingkai tipis (bezel-less) dan fitur Ambient Mode yang memungkinkan TV menyatu dengan dekorasi ruangan saat tidak digunakan. Semua elemen ini—kualitas gambar superior, fungsionalitas cerdas, dan desain estetis—berkontribusi pada dominasi pasar mereka yang tak terbantahkan.

Kini, Samsung melangkah ke fase berikutnya: TV berbasis kecerdasan buatan (AI). Di ajang Samsung The First Look 2026, Samsung memaparkan transformasi TV dari perangkat tontonan pasif menjadi ‘Companion to AI Living’ atau pendamping kehidupan berbasis AI. Visi ini menggambarkan TV sebagai hub sentral yang cerdas di rumah, mampu memahami konteks pengguna, memprediksi kebutuhan, dan terintegrasi secara mulus dalam ekosistem rumah pintar yang lebih luas. Ini bukan lagi tentang sekadar menampilkan gambar atau video; ini tentang menciptakan pengalaman yang personal, intuitif, dan proaktif.

Bagaimana AI akan mengubah TV? Pertama, melalui personalisasi konten yang lebih mendalam. TV dengan AI akan belajar kebiasaan menonton pengguna, preferensi genre, bahkan suasana hati, untuk merekomendasikan film, acara TV, atau musik yang paling relevan. Kedua, AI akan meningkatkan kualitas gambar dan suara secara adaptif. Misalnya, TV dapat secara otomatis menyesuaikan kecerahan dan kontras berdasarkan kondisi cahaya ruangan, atau mengoptimalkan suara sesuai dengan akustik ruangan dan jenis konten yang sedang diputar. Fitur AI Upscaling akan membuat konten dengan resolusi lebih rendah terlihat lebih tajam dan jernih pada layar 4K atau 8K.

Lebih jauh lagi, TV akan berfungsi sebagai pusat kontrol rumah pintar yang canggih. Melalui asisten suara terintegrasi dan antarmuka visual yang intuitif, pengguna dapat mengontrol perangkat IoT lainnya—mulai dari lampu pintar, termostat, kamera keamanan, hingga mesin cuci—langsung dari layar TV mereka. TV akan menjadi ‘dashboard’ utama untuk seluruh ekosistem rumah pintar, menyederhanakan interaksi dan meningkatkan efisiensi. Kemampuan untuk memahami perintah suara yang kompleks dan melakukan tugas multifungsi akan menjadi inti dari pengalaman ini.

Bukan Kaleng-kaleng, TV Samsung yang Terjual Setara 24x Keliling Bumi

SW Yong juga menyoroti bagaimana AI akan memungkinkan TV untuk berinteraksi dengan pengguna secara lebih kontekstual. Misalnya, jika TV mendeteksi bahwa seseorang sedang berolahraga di depan layar, ia mungkin akan menyarankan rutinitas latihan atau memutar musik yang energik. Jika mendeteksi bahwa pengguna sedang tidur di sofa, ia bisa secara otomatis meredupkan cahaya dan menyalakan mode tidur. Fitur-fitur ini bertujuan untuk membuat TV tidak hanya responsif, tetapi juga proaktif dalam meningkatkan kenyamanan dan kesejahteraan penghuni rumah. Integrasi dengan platform kesehatan dan kebugaran juga akan memungkinkan TV untuk menampilkan data kesehatan pribadi, memandu sesi yoga, atau bahkan memantau pola tidur jika terhubung dengan perangkat wearable.

Capaian penjualan ratusan juta unit TV tersebut sekaligus menegaskan posisi Samsung sebagai pemimpin global yang tak tergoyahkan di industri televisi. Dominasi ini bukan hanya soal angka, melainkan juga fondasi bagi langkah perusahaan memasuki era baru TV yang lebih personal, cerdas, dan terhubung. Samsung tidak hanya menjual perangkat keras; mereka menjual ekosistem, pengalaman, dan visi masa depan di mana teknologi menyatu tanpa terlihat ke dalam kehidupan sehari-hari. Dari sekadar layar untuk menonton, TV Samsung telah berevolusi menjadi portal menuju gaya hidup cerdas yang terintegrasi, di mana kecerdasan buatan menjadi kunci untuk membuka potensi penuh dari konektivitas dan personalisasi. Dengan terus berinovasi dan memimpin di garis depan teknologi, Samsung siap untuk membentuk kembali masa depan hiburan rumah dan kehidupan cerdas di dekade-dekade mendatang.