BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Arsenal harus menelan pil pahit dengan ditahan imbang 1-1 oleh Brentford dalam lanjutan Liga Inggris yang digelar di Gtech Stadium pada Jumat (13/2/2026) dini hari WIB. Hasil yang kurang memuaskan ini secara langsung memangkas keunggulan The Gunners atas rival terdekat mereka, Manchester City, di klasemen sementara. Pertandingan yang seharusnya menjadi ajang untuk memperlebar jarak, justru berakhir dengan skor imbang yang membuat persaingan di papan atas semakin sengit.
Babak pertama pertandingan berjalan alot dan cenderung membosankan bagi para pendukung Arsenal. Tim asuhan Mikel Arteta tampak kesulitan untuk menembus pertahanan kokoh Brentford yang bermain disiplin. Aliran bola sering kali terputus di lini tengah, dan peluang berbahaya yang diciptakan Arsenal sangat minim. Brentford, dengan strategi bertahan yang rapi dan sesekali melancarkan serangan balik cepat, berhasil meredam agresivitas Arsenal. Tuan rumah bahkan nyaris unggul lebih dulu pada menit ke-22 setelah kesalahan fatal dari kiper Arsenal, David Raya. Umpan silang Mathias Jensen disambut sundulan Igor Thiago, namun Raya berhasil melakukan penyelamatan krusial untuk mencegah gawangnya kebobolan. Brentford kembali mengancam melalui sepakan Keane Lewis-Potter yang masih melebar ke sisi kanan gawang. Arsenal, di sisi lain, tampak frustrasi dan kesulitan menemukan celah untuk mencetak gol.
Memasuki babak kedua, masuknya Martin Odegaard memberikan suntikan energi baru bagi Arsenal. Permainan tim tamu menjadi lebih hidup dan kreatif. Perubahan taktik ini membuahkan hasil pada menit ke-61 ketika Arsenal berhasil membuka keunggulan. Berawal dari umpan silang apik yang dilepaskan oleh Piero Hincapie dari sisi kiri, Noni Madueke berhasil menyundul bola ke pojok kiri gawang Brentford tanpa mampu diantisipasi oleh kiper lawan. Gol tersebut sempat memberikan kelegaan bagi Arsenal dan seolah membuka jalan menuju kemenangan.
Namun, keunggulan Arsenal tidak bertahan lama. Brentford menunjukkan mentalitas pantang menyerah dan berhasil menyamakan kedudukan hanya sepuluh menit berselang, tepatnya pada menit ke-71. Berawal dari lemparan ke dalam jarak jauh oleh Michael Kayode, bola sempat disundul oleh Sepp van den Berg sebelum jatuh di kaki Keane Lewis-Potter. Tanpa membuang waktu, Lewis-Potter langsung menanduk bola ke gawang Arsenal, menaklukkan David Raya dan membuat skor kembali imbang 1-1. Gol balasan ini sontak meningkatkan moral para pemain Brentford dan membuat mereka semakin bersemangat dalam menyerang.
Sejumlah pertukaran ancaman terjadi di penghujung laga, menciptakan tensi yang tinggi. Arsenal berupaya keras untuk kembali unggul, sementara Brentford juga tidak tinggal diam dan terus mencari peluang untuk mencuri poin penuh. Pada menit ke-88, Brentford nyaris menghukum Arsenal ketika Igor Thiago berhasil melewati Cristhian Mosquera dan tinggal berhadapan dengan kiper. Namun, bek Arsenal itu menunjukkan ketenangan dan berhasil melakukan blok krusial di saat yang tepat untuk menggagalkan peluang emas tersebut. Thiago kembali mendapatkan kesempatan pada menit ke-92, namun tendangannya kali ini melambung tinggi di atas mistar gawang. Arsenal sempat membalas ancaman melalui Gabriel Martinelli, namun kiper Brentford, Caoimhin Kelleher, tampil gemilang dengan melakukan penyelamatan spektakuler. Hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada gol tambahan yang tercipta, dan pertandingan harus berakhir dengan skor imbang 1-1.
Hasil imbang ini tentu menjadi pukulan telak bagi Arsenal. Keunggulan empat poin yang sebelumnya mereka miliki atas Manchester City kini terpangkas menjadi hanya empat poin, membuka peluang bagi City untuk semakin mendekat dalam perburuan gelar juara Liga Inggris. Bagi Brentford, hasil ini patut disyukuri. Mereka berhasil menunjukkan performa impresif melawan salah satu tim papan atas, dan tambahan satu poin membuat mereka kokoh di urutan ketujuh klasemen dengan mengumpulkan 42 poin. Perjuangan Arsenal untuk mempertahankan posisi puncak klasemen kini semakin berat, dan mereka dituntut untuk segera bangkit di pertandingan-pertandingan selanjutnya.
Jalannya Pertandingan yang Sengit
Sejak menit awal pertandingan, Brentford telah menunjukkan bahwa mereka bukanlah tim yang mudah dikalahkan di kandang sendiri. Mereka langsung menyulitkan Arsenal dengan menerapkan pressing yang ketat di area sendiri dan menutup jalur-jalur operan tim tamu. Taktik ini terbukti efektif dalam meredam permainan khas Arsenal yang mengandalkan penguasaan bola dan operan pendek cepat.
Kesalahan dari kiper Arsenal, David Raya, nyaris berakibat fatal pada menit ke-22. Umpan silang yang dilepaskan oleh Mathias Jensen berhasil disambut sundulan oleh Igor Thiago. Namun, refleks cepat dan sigapnya David Raya berhasil mengantisipasi bola, mencegah gawang Arsenal kebobolan lebih awal. Arsenal masih kesulitan untuk menemukan ritme permainannya, sementara Brentford terus mendapatkan peluang melalui serangan balik yang berbahaya. Sepakan Keane Lewis-Potter dari luar kotak penalti masih melebar tipis di sisi kanan gawang Raya.
Di babak kedua, Arsenal mencoba untuk meningkatkan intensitas serangan. Kehadiran Martin Odegaard di lini tengah memberikan dimensi baru dalam serangan The Gunners. Beberapa tembakan dilepaskan oleh Noni Madueke dan Martin Odegaard, namun belum menemui sasaran yang tepat.
Gol pembuka keunggulan Arsenal akhirnya tercipta pada menit ke-61. Berawal dari pergerakan Piero Hincapie di sisi kiri, ia melepaskan umpan silang mendatar yang akurat ke dalam kotak penalti. Noni Madueke yang berada di posisi tepat berhasil menyundul bola ke sudut kiri gawang Brentford, membuat kiper lawan tidak berdaya.
Brentford tidak tinggal diam dan langsung merespons gol tersebut. Pada menit ke-65, mereka nyaris menyamakan kedudukan. Keane Lewis-Potter yang mendapatkan kesempatan berada dalam posisi bebas untuk menyundul bola, namun sundulannya masih sedikit melenceng dari target.
Gol penyeimbang kedudukan akhirnya tercipta pada menit ke-71. Lemparan ke dalam jarak jauh yang dilakukan oleh Michael Kayode berhasil disundul oleh Sepp van den Berg, bola kemudian jatuh tepat di kaki Keane Lewis-Potter. Dengan tenang, Lewis-Potter menanduk bola ke gawang Arsenal, membuat skor kembali imbang 1-1.
Pertandingan semakin memanas di menit-menit akhir. Kedua tim saling bertukar serangan, menciptakan momen-momen menegangkan. Brentford nyaris membalikkan keadaan pada menit ke-88. Igor Thiago berhasil melewati Cristhian Mosquera dan tinggal berhadapan dengan kiper, namun Mosquera menunjukkan determinasi tinggi dan berhasil melakukan blok krusial untuk menghalau tendangan Thiago. Kesempatan lain datang untuk Thiago pada menit ke-92, namun kali ini tendangannya masih melambung di atas mistar gawang. Arsenal mencoba membalas melalui Gabriel Martinelli, namun penyelamatan gemilang dari kiper Brentford, Caoimhin Kelleher, menggagalkan peluang tersebut. Hingga peluit akhir dibunyikan, skor 1-1 tetap bertahan.
Susunan Pemain:
Brentford: Kelleher, Kayode, Ajer, Van den Berg, Henry (Hickey 95′), Yarmoliuk (Henderson 73′), Janelt, Outtara, Jensen, Lewis-Potter (Damsgaard 73′), Thiago.
Arsenal: Raya, Timber, Mosquera, Gabriel, Hincapie (Calherov), Zubimendi, Rice, Madueke (Saka 70′), Eze (Odegaard 46′), Trossard (Martinelli 81′), Gyokeres.

