BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Manchester City secara mengejutkan menelan kekalahan telak dari Bodo/Glimt dalam laga lanjutan Liga Champions, sebuah hasil yang digambarkan oleh Erling Haaland sebagai "memalukan". Pertandingan yang digelar di Aspmyra Stadion, Bodo, Norwegia, pada Rabu (21/1/2026) dini hari WIB, berakhir dengan skor 1-3 untuk kemenangan tuan rumah. Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi The Citizens yang datang dengan status unggulan, namun justru harus mengakui keunggulan tim asal Norwegia.
Sejak awal pertandingan, Bodo/Glimt menunjukkan determinasi tinggi dan mampu mengejutkan Manchester City dengan dua gol di babak pertama. Intensitas permainan tuan rumah membuat lini pertahanan City kerap kali kewalahan. Gol-gol tersebut menjadi sinyal awal bahwa malam itu akan menjadi malam yang sulit bagi tim asuhan Pep Guardiola. Pada babak kedua, Bodo/Glimt berhasil memperlebar keunggulan mereka sebelum akhirnya Manchester City berhasil memperkecil ketertinggalan melalui gol yang dicetak oleh Rayan Cherki pada menit ke-60. Namun, momen tersebut tidak bertahan lama, karena tak lama setelah gol balasan tercipta, Manchester City harus bermain dengan sepuluh orang setelah Rodri diganjar kartu merah. Keputusan wasit tersebut semakin mempersulit upaya City untuk bangkit dan membalikkan keadaan.
Erling Haaland, sebagai salah satu penyerang andalan Manchester City, secara terbuka mengakui kekecewaannya dan meminta maaf atas performa tim yang dinilainya "memalukan". Ia mengaku tidak memiliki jawaban pasti mengapa timnya bisa kalah telak seperti itu. "Saya tidak punya jawabannya. Saya bertanggung jawab penuh karena tidak bisa mencetak gol seperti seharusnya," ujar Haaland kepada TNT Sports, menunjukkan rasa tanggung jawabnya sebagai pemain depan. Pernyataannya ini mencerminkan kekecewaan mendalam atas kegagalan timnya menampilkan performa terbaik.
Lebih lanjut, Haaland menyampaikan penyesalannya kepada seluruh elemen klub dan para pendukung yang telah memberikan dukungan. "Saya minta maaf kepada semuanya; kepada setiap pendukung Man City dan suporter yang hari ini datang ke stadion, karena pada akhirnya ini memalukan," tuturnya dengan nada sedih. Ia mengakui bahwa Bodo/Glimt memang bermain dengan sangat baik dan pantas mendapatkan kemenangan. Sikap rendah hati Haaland ini patut diapresiasi, meskipun ia sendiri menjadi sorotan karena tidak berhasil mencetak gol dalam pertandingan tersebut.
"Bodo mereka memainkan sepakbola yang luar biasa dan pada akhirnya memang pantas. Sejujurnya saya tidak tahu apa yang harus dikatakan karena saya tidak punya jawabannya, dan yang bisa saya katakan adalah maaf," pungkas Haaland. Pernyataannya ini menggambarkan situasi sulit yang dihadapi timnya, di mana performa di bawah standar terjadi tanpa alasan yang jelas. Kekalahan ini tentu menjadi bahan evaluasi serius bagi Manchester City, baik dari sisi taktik, mentalitas pemain, maupun strategi yang diterapkan oleh pelatih.
Pertandingan ini menjadi salah satu kejutan terbesar di Liga Champions musim ini. Bodo/Glimt, yang mungkin tidak banyak diunggulkan, berhasil menunjukkan kualitas permainan yang luar biasa dan membuktikan bahwa mereka mampu bersaing dengan tim-tim besar Eropa. Keberhasilan mereka meraih tiga poin atas Manchester City adalah bukti nyata dari kerja keras, disiplin, dan strategi yang matang. Para pemain Bodo/Glimt bermain dengan penuh semangat dan tanpa rasa takut, memanfaatkan setiap peluang yang ada untuk mencetak gol.
Kekalahan Manchester City ini tentu saja menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan pengamat sepak bola. Banyak yang mempertanyakan performa lini tengah dan pertahanan City yang terlihat rapuh. Selain itu, absennya beberapa pemain kunci atau kondisi fisik pemain yang belum prima juga bisa menjadi faktor yang mempengaruhi hasil akhir pertandingan. Namun, Haaland sendiri tidak mencari alasan di luar performa tim. Ia mengambil tanggung jawab penuh atas hasil tersebut, sebuah sikap yang menunjukkan kedewasaan seorang atlet profesional.
Bagi Erling Haaland, pertandingan ini menjadi pelajaran berharga. Sebagai penyerang yang dikenal tajam di depan gawang, ekspektasi terhadapnya selalu tinggi. Kegagalannya mencetak gol dalam laga krusial seperti ini tentu menjadi beban tersendiri. Namun, ia telah menunjukkan karakternya dengan mengakui kesalahan dan meminta maaf. Ini adalah langkah awal yang penting untuk bangkit dari keterpurukan.
Kekalahan ini juga menyoroti pentingnya kedalaman skuad Manchester City. Meskipun memiliki banyak pemain bintang, jika ada beberapa pemain kunci yang tidak dalam performa terbaiknya atau absen, tim bisa saja kesulitan. Pep Guardiola sebagai pelatih tentu akan melakukan analisis mendalam untuk mencari solusi dari kekalahan ini. Perubahan taktik, rotasi pemain, atau fokus pada aspek mentalitas pemain bisa menjadi beberapa opsi yang akan dipertimbangkan.
Liga Champions adalah kompetisi yang sangat ketat, dan setiap pertandingan adalah ujian. Manchester City, sebagai salah satu tim favorit juara, tidak boleh meremehkan siapapun lawannya. Pertandingan melawan Bodo/Glimt ini menjadi pengingat bahwa di sepak bola, kejutan selalu bisa terjadi. Mentalitas juara harus selalu dijaga, dan setiap pemain harus mampu tampil konsisten di setiap pertandingan.
Harapan besar disematkan pada Erling Haaland untuk kembali menunjukkan ketajamannya di pertandingan-pertandingan selanjutnya. Dukungan dari rekan-rekan setim dan staf pelatih akan sangat krusial baginya untuk bangkit. Manchester City sendiri harus segera melupakan kekalahan ini dan fokus pada pertandingan-pertandingan berikutnya di Liga Champions maupun kompetisi domestik. Papan klasemen sementara Liga Champions masih menjadi saksi perjalanan mereka, dan kekalahan ini tentu sedikit mengurangi momentum positif yang telah mereka bangun.
Kemenangan Bodo/Glimt ini akan menjadi sejarah bagi klub tersebut. Mereka berhasil mengalahkan salah satu tim terbaik di dunia, sebuah pencapaian yang luar biasa. Performa mereka layak mendapatkan pujian setinggi-tingginya. Pertandingan ini juga menjadi bukti bahwa dengan kerja keras dan strategi yang tepat, tim yang dianggap "underdog" pun bisa meraih kemenangan atas lawan yang jauh lebih diunggulkan.
Secara keseluruhan, kekalahan Manchester City dari Bodo/Glimt adalah sebuah peristiwa mengejutkan yang menyita perhatian publik sepak bola. Pernyataan maaf dari Erling Haaland mencerminkan kekecewaan mendalam tim atas performa yang dianggap memalukan. Namun, di balik kekecewaan tersebut, tersimpan pelajaran berharga yang diharapkan dapat membawa Manchester City bangkit lebih kuat di masa mendatang. Perjalanan Liga Champions masih panjang, dan The Citizens harus segera menemukan kembali performa terbaik mereka.

