BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Laga seru antara Benfica melawan Real Madrid dalam leg pertama play-off fase gugur Liga Champions 2025/2026 di Estadio da Luz, Rabu (18/2/2026), berakhir tanpa gol di paruh pertama. Kylian Mbappe, bintang utama Los Blancos, tampil kurang tajam dan menyia-nyiakan sejumlah peluang emas yang seharusnya bisa berbuah gol. Pertandingan ini menyajikan tempo cepat dan jual beli serangan yang menarik, namun penyelesaian akhir yang kurang memuaskan menjadi sorotan utama.
Sejak peluit dibunyikan, Benfica tampil agresif dan berusaha menekan pertahanan Real Madrid. Tuan rumah mencoba memanfaatkan dukungan penuh dari para pendukungnya di Estadio da Luz untuk menguasai jalannya pertandingan. Lini belakang Madrid, yang diperkuat oleh duet Rudiger dan Huijsen, menunjukkan kedisiplinan yang baik dalam meredam serangan-serangan awal Benfica. Kerapatan barisan pertahanan Madrid membuat upaya Benfica untuk menciptakan peluang berbahaya di awal laga belum membuahkan hasil. Bola-bola silang dan tusukan dari sisi sayap berhasil diantisipasi dengan baik oleh para pemain bertahan tim tamu.
Perlahan namun pasti, Real Madrid mulai lepas dari tekanan awal Benfica. Tim asuhan Carlo Ancelotti mulai menemukan ritme permainan mereka dan mencoba keluar menyerang. Kylian Mbappe, yang diharapkan menjadi pembeda dalam serangan Madrid, mulai mencoba mengancam gawang Anatoliy Trubin. Tembakan pertamanya dari luar kotak penalti berhasil diamankan oleh kiper Benfica, menunjukkan bahwa ia masih mencoba mencari bentuk permainan terbaiknya. Meskipun demikian, kehadiran Mbappe di lini depan sudah cukup membuat pertahanan Benfica sedikit waspada.
Benfica tidak tinggal diam dan mencoba merespon dengan serangan balik cepat. Pada menit ke-16, tim tuan rumah mendapatkan kesempatan melalui situasi bola mati. Tomas Araujo berhasil menyundul bola kiriman dari sepak pojok, namun sundulannya masih mengarah tepat ke pelukan Thibaut Courtois. Courtois, kiper utama Madrid, menunjukkan refleks yang baik dalam mengamankan bola tersebut. Pertandingan semakin memanas dengan kedua tim saling bertukar serangan.
Real Madrid kembali mencoba memberikan ancaman melalui Arda Guler. Gelandang muda berbakat ini melepaskan tendangan keras dari jarak jauh yang cukup mengejutkan. Namun, arah tendangannya masih terarah ke Trubin, yang kembali mampu mengamankan bola tanpa kesulitan berarti. Pertandingan terus berjalan dengan tempo yang tinggi, menunjukkan ambisi kedua tim untuk meraih kemenangan di leg pertama ini.
Momen krusial terjadi pada menit ke-20 ketika Real Madrid membuang peluang emas untuk membuka keunggulan. Trent Alexander-Arnold, yang berperan sebagai bek kanan, mengirimkan umpan mendatar yang terukur ke depan gawang. Vinicius Jr, yang berada di posisi yang sangat menguntungkan, gagal memanfaatkan umpan tersebut dengan baik. Tembakannya malah melebar dari sasaran, membuat Madrid harus menunda euforia gol. Momen ini menjadi refleksi dari kurangnya ketajaman penyelesaian akhir yang dialami oleh tim tamu.
Benfica kembali menunjukkan daya serangnya. Fredrik Aursnes melepaskan tembakan yang cukup berbahaya ke arah gawang Madrid. Bola tendangannya sempat memantul mengenai pemain bertahan Madrid, mengubah arahnya. Namun, Thibaut Courtois menunjukkan reaksi yang luar biasa. Dengan sigap, ia berhasil menepis bola yang berubah arah tersebut, menyelamatkan gawangnya dari kebobolan. Aksi penyelamatan Courtois menjadi salah satu momen penting di babak pertama.
Real Madrid mulai mengambil inisiatif serangan dan mengurung lini belakang Benfica. Mereka berusaha untuk menciptakan ruang dan peluang di antara pertahanan rapat tuan rumah. Di tengah tekanan tersebut, Kylian Mbappe kembali mendapatkan kesempatan emas di menit ke-38. Ia menerima sodoran bola dari sisi kanan, namun ia terlihat sedikit terlambat dalam menyambar bola tersebut. Bola hanya melintas di depan gawang tanpa ada pemain Madrid yang berhasil menyentuhnya. Kesempatan ini menjadi salah satu dari sekian banyak peluang yang disia-siakan oleh Mbappe di babak pertama.
Mbappe tampak belum menemukan ketajaman yang biasa ia tunjukkan. Ia kembali mendapatkan bola pantul dari Vinicius Jr, yang sebelumnya menerima umpan dari Alvaro Carreras. Kesempatan ini juga tidak berhasil dimanfaatkan dengan baik. Tembakan Mbappe melambung jauh di atas mistar gawang. Beberapa saat kemudian, Mbappe mencoba melakukan penetrasi ke kotak penalti, namun sepakannya masih bisa ditepis oleh kiper Benfica, Trubin. Tampilan Mbappe di babak pertama ini jelas jauh dari ekspektasi, ia terlihat kesulitan menemukan celah dan ketajamannya.
Hingga peluit babak pertama dibunyikan, skor kacamata 0-0 tetap bertahan. Kedua tim menunjukkan permainan yang menarik, namun penyelesaian akhir yang kurang efektif dari kedua belah pihak, terutama dari Kylian Mbappe, membuat pertandingan harus dilanjutkan ke babak kedua dengan kedudukan imbang. Benfica berhasil menahan gempuran Madrid, sementara Madrid gagal memanfaatkan sejumlah peluang emas yang mereka dapatkan.
Susunan Pemain:
Benfica: Trubin, Dedic, Araujo, Otamendi, Dahl; Aursnes, Barreiro; Prestianni, Rafa Silva, Schjelderup; Pavlidis.
Real Madrid: Courtois; Alexander-Arnold, Rudiger, Huijsen, Carreras; Arda Guler, Valverde, Tchouameni, Camavinga; Vinicius Jr, Mbappe.
Pertandingan ini menyisakan pertanyaan besar mengenai bagaimana Real Madrid akan mengatasi kebuntuan gol mereka di babak kedua, terutama jika Kylian Mbappe tidak segera menemukan sentuhan magisnya. Benfica, di sisi lain, harus tetap waspada terhadap potensi ancaman dari lini serang Madrid yang kaya akan pemain bintang. Strategi kedua pelatih di ruang ganti akan sangat menentukan hasil akhir dari laga penting ini. Para penggemar sepak bola menantikan bagaimana babak kedua akan bergulir, apakah akan ada gol yang tercipta, ataukah pertandingan akan terus berlangsung ketat hingga peluit akhir dibunyikan.

