BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Musisi dan aktor yang akrab disapa Onad, Onadio Leonardo, telah mengumumkan sebuah perubahan fundamental dalam arah hidupnya. Setelah melalui berbagai dinamika dan refleksi diri, pria yang dikenal dengan karismanya di panggung hiburan ini memutuskan untuk secara signifikan mengurangi ambisinya di dunia entertainment. Keputusan ini bukanlah hasil dari sebuah tren sesaat, melainkan sebuah pergeseran prioritas yang mendalam, didorong oleh kesadaran akan betapa berharganya waktu yang terlewat bersama keluarga. Onad kini menempatkan perannya sebagai suami dan ayah di garis terdepan, sebuah komitmen yang ia junjung tinggi setelah menyadari dampak dari kesibukannya yang dulu.
Kesadaran ini, menurut Onad, tidak datang secara tiba-tiba. Ia mengakui bahwa di masa lalu, kesibukan dan ambisi di dunia hiburan seringkali membuatnya kehilangan momen-momen krusial dalam kehidupan keluarganya. Ia merujuk pada banyaknya waktu berharga yang terlewat bersama sang istri, Beby Prisillia, serta anak-anak mereka. Pengalaman ini menjadi sebuah pelajaran berharga yang tidak bisa diukur dengan materi. "Karena saya kehilangan banyak waktu sebelumnya, jadi buat saya waktu itu sangat berharga. Waktu untuk keluarga itu enggak bisa dibeli berapa pun harganya. Itu pelajaran yang saya dapat," ungkap Onadio Leonardo dengan nada penuh keyakinan saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, pada Sabtu, 14 Februari 2026. Pernyataan ini menggarisbawahi betapa personal dan mendalamnya refleksi yang ia jalani. Ia tidak ingin lagi terjebak dalam siklus yang sama, di mana karier mengalahkan kehadiran sebagai figur ayah yang utuh.
Perubahan sikap Onad ini tidak hanya dirasakan oleh dirinya sendiri, tetapi juga terekam jelas oleh sang istri, Beby Prisillia. Beby Prisillia memberikan kesaksian bahwa suaminya kini menunjukkan keterlibatan yang jauh lebih besar dalam urusan pengasuhan anak. Ia menggambarkan bagaimana Onad kini menjadi lebih perhatian, lebih aktif, dan lebih hadir dalam menemani anak-anak mereka dalam berbagai aktivitas sehari-hari. "Sekarang dia lebih in touch dan lebih perhatian sama anak-anak. Dulu fokusnya kerja dan cari uang. Padahal yang paling penting itu bentuk kasih sayangnya ke anak-anak dan kehadirannya sebagai seorang ayah," ujar Beby Prisillia, membandingkan dengan masa lalu. Pernyataan Beby ini menegaskan bahwa perubahan Onad bukan sekadar retorika, melainkan sebuah transformasi nyata yang berdampak positif pada dinamika keluarga. Ia menekankan bahwa kehadiran fisik dan emosional seorang ayah memiliki nilai yang tak ternilai, melampaui pencapaian materi semata.
Lebih jauh lagi, komitmen Onad ini tidak hanya berhenti pada pernyataan. Ia telah mengambil langkah-langkah konkret yang menunjukkan keseriusannya dalam memprioritaskan keluarga. Salah satu langkah paling signifikan adalah rencananya untuk mengosongkan jadwal pekerjaannya selama bulan suci Ramadan mendatang. Keputusan ini diambil dengan tujuan yang jelas: untuk memberikan waktu penuh kepada keluarga, memperbaiki hubungan yang mungkin sempat retak akibat kesibukan, dan mengembalikan waktu yang sempat terlewatkan. Ia secara sadar memilih untuk menolak berbagai tawaran pekerjaan yang datang, sebuah tindakan yang mungkin mengejutkan banyak pihak di industri hiburan. "Saya butuh waktu buat keluarga, buat membenarkan yang sudah rusak supaya kepingannya bisa tersusun lagi. Kayaknya saya harus menghabiskan waktu sama keluarga. Bahkan saat puasa nanti, saya enggak mau ambil job," jelasnya dengan tegas. Keputusan ini menunjukkan kedalaman penyesalan dan tekadnya untuk melakukan perubahan yang berkelanjutan.
Kini, setiap kali memiliki kesempatan, bahkan di sela-sela kesibukan pekerjaan yang mengharuskannya berada di luar rumah, Onad kerap mengajak keluarga kecilnya. Hal ini dilakukan agar ia tetap dapat menyaksikan tumbuh kembang anak-anaknya secara langsung dan memastikan mereka merasa dikelilingi oleh kasih sayang. Baginya, kebahagiaan anak-anak yang tumbuh sehat dan ceria di dekatnya adalah pencapaian yang jauh lebih berarti dibandingkan akumulasi materi atau pengakuan dari dunia hiburan. Ia menyadari bahwa waktu bersama anak-anak adalah momen emas yang tidak akan terulang kembali. "Belajar dari kejadian yang kemarin, ternyata keluarga itu penting banget. Sekarang saya maknai hidup dengan menghabiskan waktu bersama keluarga. Soal uang bisa dicari," pungkasnya, sebuah pernyataan yang merangkum filosofi hidupnya yang baru.
Keputusan Onadio Leonardo untuk menyeimbangkan kembali prioritas hidupnya ini menjadi inspirasi. Ini bukan berarti ia meninggalkan dunia hiburan sepenuhnya, melainkan sebuah penyesuaian strategis untuk memastikan fondasi kehidupan pribadinya kokoh sebelum kembali terlibat lebih jauh dalam kariernya. Perubahan ini mencerminkan kedewasaan dan kesadaran diri yang tinggi, di mana ia berani mengakui kesalahan masa lalu dan mengambil tindakan nyata untuk memperbaikinya. Industri hiburan seringkali menuntut pengorbanan waktu dan energi yang besar, dan kisah Onad menjadi pengingat bahwa kesuksesan karier tidak seharusnya mengorbankan kebahagiaan dan keutuhan keluarga. Ia kini fokus pada peran yang paling fundamental dan berarti dalam hidupnya, yaitu sebagai seorang suami dan ayah.
Dampak dari perubahan ini tidak hanya dirasakan oleh Onad dan keluarganya, tetapi juga dapat menjadi refleksi bagi banyak individu lain yang mungkin terjebak dalam pusaran kesibukan dan ambisi. Kesadaran akan berharganya waktu, terutama waktu yang dihabiskan bersama orang-orang terkasih, adalah sebuah pelajaran universal. Onad, melalui keputusannya ini, memberikan contoh nyata bahwa selalu ada kesempatan untuk melakukan perbaikan dan penyesuaian demi mencapai keseimbangan hidup yang lebih baik. Ia telah menemukan kembali makna sejati dari kebahagiaan, yang ternyata tidak selalu terikat pada gemerlap panggung atau tepuk tangan publik, melainkan pada kehangatan keluarga dan kehadiran yang tulus.
Di era modern yang serba cepat ini, di mana tuntutan karier seringkali mendominasi, kisah Onadio Leonardo menjadi sebuah mercusuar harapan. Ia menunjukkan bahwa perubahan itu mungkin, dan bahwa prioritas dapat disesuaikan demi kebaikan diri sendiri dan orang-orang yang dicintai. Keputusannya untuk "mengerem" ambisinya di dunia hiburan demi peran sebagai ayah dan suami bukanlah sebuah kemunduran, melainkan sebuah langkah maju yang strategis menuju kehidupan yang lebih bermakna dan memuaskan. Dengan fokus yang kini tertuju pada keluarga, Onad berupaya membangun kembali fondasi yang kuat, memastikan bahwa setiap momen yang dihabiskan bersama istri dan anak-anaknya adalah momen yang penuh makna dan tak ternilai harganya.
Pelajaran yang dipetik Onad dari pengalaman masa lalu adalah sebuah pengingat bahwa waktu adalah aset yang paling berharga dan tidak dapat dibeli dengan uang. Kesadaran ini telah mendorongnya untuk melakukan perubahan drastis, termasuk menolak tawaran pekerjaan selama bulan puasa, demi menebus waktu yang terlewat dan memperkuat ikatan keluarga. Keputusannya untuk menjadikan kehadiran sebagai ayah dan suami sebagai prioritas utama adalah bukti dari kedewasaan emosional dan kebijaksanaan hidup yang ia miliki. Industri hiburan akan selalu ada, namun momen-momen berharga bersama keluarga adalah jendela kesempatan yang terbatas. Onad telah memilih untuk memanfaatkan jendela kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya, demi menciptakan kenangan indah dan membangun warisan cinta yang akan terus hidup.
Pilihan Onadio Leonardo untuk memprioritaskan keluarga di atas karier hiburan yang gemilang adalah sebuah pernyataan kuat tentang apa yang benar-benar penting dalam hidup. Ia tidak hanya berbicara tentang perubahan, tetapi juga bertindak nyata untuk mewujudkannya. Keputusannya untuk menjadi lebih hadir sebagai ayah dan suami adalah sebuah bentuk investasi jangka panjang dalam kebahagiaan dan kesejahteraan keluarganya. Dalam pandangannya, kesuksesan sejati tidak hanya diukur dari pencapaian profesional, tetapi juga dari kualitas hubungan yang ia miliki dengan orang-orang terkasih. Ia kini menjalani hidup dengan pemahaman yang lebih dalam tentang arti kebahagiaan, yang ia temukan dalam pelukan keluarga dan tawa riang anak-anaknya.
Transformasi Onadio Leonardo dari seorang entertainer yang ambisius menjadi seorang ayah dan suami yang penuh perhatian adalah sebuah narasi yang menyentuh. Ia menunjukkan bahwa perubahan diri itu mungkin dan bahwa penyesalan dapat menjadi katalisator untuk pertumbuhan pribadi yang positif. Dengan menyeimbangkan kembali prioritas hidupnya, Onad tidak hanya memperbaiki hubungannya dengan keluarga, tetapi juga menemukan kembali makna hidup yang lebih dalam dan memuaskan. Kisahnya menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk merenungkan kembali prioritas mereka dan berani mengambil langkah yang diperlukan demi mencapai kebahagiaan yang sejati, yang seringkali berakar pada kehangatan dan cinta keluarga.

