Las Vegas – Di tengah hiruk-pikuk Consumer Electronics Show (CES) 2026 yang secara tradisional selalu menjadi panggung bagi inovasi paling mutakhir dan konsep-konsep futuristik yang kadang terasa jauh dari realitas sehari-hari, sebuah pengalaman tak terduga justru mencuri perhatian. Ketika sebagian besar paviliun memamerkan mobil terbang, robot cerdas, atau perangkat augmented reality yang imersif, Samsung, salah satu raksasa teknologi global, mengambil pendekatan yang berbeda. Mereka menghadirkan sebuah sesi yang jauh lebih santai, membumi, dan secara mengejutkan, sangat personal: belajar gitar langsung lewat smart TV. Ini adalah sebuah anomali yang menyenangkan, sebuah oase kreativitas di tengah gurun kecanggihan yang serba cepat.
CES 2026 di Las Vegas memang dipadati oleh teknologi yang menakjubkan – dari kecerdasan buatan yang semakin canggih, virtual reality yang nyaris tak terbedakan dari dunia nyata, hingga solusi keberlanjutan yang revolusioner. Namun, di antara deretan demonstrasi yang memukau mata dan pikiran, Samsung berhasil menancapkan kesan mendalam dengan sesuatu yang terasa begitu akrab dan mudah diakses. Mereka memperkenalkan Fender Play TV, sebuah aplikasi eksklusif yang dirancang khusus untuk ekosistem TV pintar Samsung, yang mengundang para pengunjung untuk menyelami dunia musik dan belajar gitar dengan cara yang sepenuhnya visual dan interaktif. Kolaborasi antara Samsung dan Fender, brand gitar legendaris yang telah menemani perjalanan musik dunia selama puluhan tahun, bukanlah sekadar gimmick, melainkan sebuah jembatan antara warisan musik klasik dan teknologi modern.
Aplikasi Fender Play TV ini memungkinkan pengguna untuk memulai perjalanan musikal mereka dari titik nol, atau bahkan mengasah kemampuan yang sudah ada. Pilihan instrumennya lengkap, mulai dari gitar elektrik yang enerjik, gitar akustik yang menenangkan, hingga bass yang memberikan fondasi ritmis. Pengguna bisa menyesuaikan tingkat kemampuan mereka, apakah seorang pemula total, menengah, atau ingin mendalami skala dan teknik tertentu. Fleksibilitas ini menjadi daya tarik utama, menjadikannya platform yang inklusif bagi siapa saja yang memiliki minat untuk bermusik.

Dalam sesi hands-on yang saya coba, pengalaman itu terasa seperti sebuah anugerah. Saya memilih gitar elektrik Fender yang ikonik, sebuah instrumen yang diidamkan banyak musisi, dan langsung masuk ke salah satu pelajaran dasar. Ini adalah sebuah "rezeki" yang langka – kapan lagi bisa mendapatkan les privat dengan gitar Fender asli yang berkualitas tinggi, sambil dimanjakan oleh visual 4K jernih dan tajam dari layar TV Samsung yang luas? Kualitas gambar yang luar biasa membuat setiap detail visual tersampaikan dengan sempurna, menciptakan pengalaman belajar yang tidak hanya efektif tetapi juga sangat memanjakan mata.
Di layar TV, visual gitar ditampilkan secara sangat detail dan imersif. Setiap nada yang harus dimainkan, setiap senar yang harus dipetik atau ditekan, terlihat begitu jelas. Yang lebih mengesankan adalah tampilan posisi tangan kiri pada fretboard dan gerakan tangan kanan untuk memetik senar, semuanya disajikan dengan close-up yang memudahkan untuk ditiru. Ketika instruktur di layar memainkan sebuah nada atau akord, not-not di layar akan bergerak mengikuti, lalu menghilang setelah dimainkan, menciptakan alur yang mudah diikuti secara real-time. Ini menghilangkan kebutuhan untuk terus-menerus menghentikan dan memutar ulang video, sebuah frustrasi umum dalam belajar online.
"Enaknya, kita bisa melihat tiga hal sekaligus secara sinkron: not yang harus dimainkan, posisi jari-jari tangan kiri pada fretboard, dan gerakan tangan kanan saat memetik atau strumming," ujar Julio, staf Samsung yang dengan sabar memandu detikINET dalam sesi tersebut. Penjelasan Julio menegaskan efisiensi dari pendekatan visual ini, yang memungkinkan pembelajar mengintegrasikan informasi dari berbagai sumber visual secara instan, sebuah keunggulan yang sulit didapatkan dari metode pembelajaran konvensional atau aplikasi di layar kecil.
Pengalaman ini sungguh mengubah persepsi tentang fungsi TV. Layar di depan saya seolah berubah menjadi guru les gitar privat yang sabar dan selalu siap. Suasana belajarnya terasa sangat santai dan personal, seolah-olah instruktur benar-benar berada di ruang tamu. Suara gitar instruktur keluar langsung dari speaker TV dengan kualitas audio yang jernih, sementara gitar yang saya pegang tidak perlu disambungkan ke TV atau perangkat lain. Tidak ada kabel yang mengganggu, tidak ada pengaturan yang rumit. Cukup pegang gitar, ikuti arahan visual di layar, dan biarkan melodi mengalir.

Bagi seorang pemula, pendekatan visual yang diusung Fender Play TV ini sangat membantu. Layar TV yang besar memungkinkan mata untuk menangkap setiap detail gerakan jari dan posisi tangan dengan jelas, karena setiap gerakan ditampilkan secara close-up dan tanpa ambigu. Setelah beberapa kali melihat dan mencoba, alur pelajaran terasa mudah dipahami. Ini menghilangkan kerumitan penjelasan teknis yang kadang membingungkan dan langsung membawa pembelajar pada praktik langsung. Kemudahan ini adalah kunci untuk menjaga motivasi pemula agar tidak cepat menyerah.
Menariknya, Fender Play TV tidak hanya berhenti pada mode belajar yang terstruktur. Setelah mulai merasa nyaman dengan dasar-dasar dan merasa lebih percaya diri, pengguna bisa melangkah ke fitur yang lebih menyenangkan: Jam Mode. Di sini, TV akan memutar backing track instrumental yang kaya dan beragam, dan pengguna bebas untuk bermain gitar, berimprovisasi, atau sekadar mengiringinya. Tidak ada video instruktur yang memandu lagi; yang ada hanyalah iringan musik lengkap dengan informasi kunci lagu atau akord yang sedang dimainkan. Pengguna tinggal menyesuaikan permainan gitar mereka dengan ritme dan nada yang disediakan. Sensasinya mirip seperti jamming santai bersama sebuah band, namun dilakukan sendirian di rumah, menciptakan ruang ekspresi musikal yang bebas dan tanpa tekanan. Pilihan gaya musiknya pun beragam, dari melodi yang santai dan jazzy hingga ritme yang lebih enerjik dan rock.
Fender Play TV menawarkan perpustakaan pelajaran yang terus berkembang, saat ini berisi 381 pelajaran yang mencakup berbagai genre dan teknik. Aplikasi ini beroperasi dengan model langganan, dengan harga USD 19,99 (sekitar Rp 336 ribuan) per bulan atau USD 149,99 (sekitar Rp 2,5 jutaan) per tahun. Meskipun mungkin terbilang tidak murah bagi sebagian orang, namun menurut detikINET, pengalaman yang ditawarkan terasa seperti investasi berharga untuk sebuah hobi. Jika dibandingkan dengan biaya les privat konvensional, Fender Play TV menawarkan fleksibilitas dan akses tak terbatas ke ratusan pelajaran kapan saja, di mana saja. Beberapa fitur juga bisa diakses lewat aplikasi seluler, memberikan pengalaman belajar yang lebih terintegrasi dan memungkinkan latihan saat bepergian.
Yang paling mengesankan dari demonstrasi ini adalah bagaimana ia menunjukkan sisi lain dari CES 2026. Di tengah deretan teknologi canggih, inovasi futuristik, dan konsep masa depan yang kadang terasa jauh dari kehidupan sehari-hari, Samsung justru mengajak pengunjung untuk mencoba sesuatu yang simpel, fun, dan sangat dekat dengan pengalaman manusia. Ini bukan sekadar pameran teknologi; ini adalah demonstrasi bagaimana teknologi dapat memperkaya kehidupan sehari-hari kita dengan cara yang paling menyenangkan dan pribadi.

Selain belajar gitar, Samsung juga menunjukkan visi mereka yang lebih luas dalam pengalaman bermusik di rumah. Mereka menawarkan berbagai fitur lain, mulai dari berkaraoke dengan kualitas audio dan visual yang superior, mendengarkan musik dari berbagai platform streaming, hingga menikmati konten audio visual yang imersif langsung dari TV. Ini menegaskan bahwa Samsung tidak hanya memamerkan kecanggihan hardware semata, tetapi juga bagaimana TV mereka bisa bertransformasi menjadi pusat hiburan musik yang lengkap, santai, dan menyenangkan di rumah.
Pada akhirnya, tidak semua hal di CES harus terlihat futuristik atau revolusioner. Terkadang, inovasi yang paling berkesan justru adalah yang berhasil menyentuh sisi manusiawi kita, yang membawa kebahagiaan sederhana, dan yang memungkinkan kita untuk mengeksplorasi hobi atau passion dengan cara yang lebih mudah dan menyenangkan. Di antara deretan kecanggihan masa depan yang memukau, pengalaman sederhana seperti duduk di depan TV sambil belajar bermain gitar, atau sekadar jamming santai, justru menjadi yang paling mudah diingat dan memberikan kesan yang mendalam. Samsung dan Fender berhasil menciptakan momen yang menyeimbangkan antara masa depan teknologi dan keabadian musik, membuktikan bahwa kemajuan tidak selalu berarti kerumitan, melainkan bisa juga berarti kesederhanaan yang diperkaya.
(rns/agt)

